Kota Bogor | Sketsa Online – Dalam momentum peringatan Hari Kartini 2026, Tim Penggerak PKK Kota Bogor menyalurkan bingkisan kepada siswa SDN Perwira sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus edukasi lingkungan melalui program pengolahan minyak jelantah, Selasa (28/4/2026).
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua TP PKK Kota Bogor, Yantie Rachim, yang hadir bersama Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor, Herry Karnadi, serta jajaran Ketua TP PKK kecamatan se-Kota Bogor.
Penyerahan bingkisan tersebut menjadi bagian dari implementasi Program Jelantah Sisihkan untuk Sedekah (Jesika), sebuah inisiatif TP PKK Kota Bogor yang mengajak masyarakat memanfaatkan minyak jelantah untuk kegiatan sosial.
“Alhamdulillah, hari ini penyerahan bingkisan untuk anak-anak SDN Perwira dapat terlaksana. Bingkisan ini merupakan hasil dari Program Jesika yang menjadi salah satu program unggulan TP PKK Kota Bogor,” ujar Yantie Rachim.
Ia menjelaskan bahwa program Jesika tidak hanya berfokus pada bantuan sosial, tetapi juga memiliki dampak lingkungan yang signifikan. Minyak jelantah yang biasanya dibuang sembarangan dapat mencemari tanah dan saluran air, sehingga perlu dikelola dengan lebih bijak.
Yantie juga mengajak para guru serta orang tua siswa untuk turut berpartisipasi aktif dalam program tersebut dengan mengumpulkan minyak jelantah dari rumah tangga.
“Daripada dibuang sembarangan dan mencemari lingkungan, minyak jelantah sebaiknya dikumpulkan dan diserahkan kepada TP PKK. Ini menjadi salah satu ikhtiar kita dalam menjaga lingkungan,” katanya.
Ia menambahkan, masyarakat dapat mengumpulkan minyak jelantah di rumah dan kemudian menghubungi Pokja III TP PKK Kota Bogor atau TP PKK di wilayah masing-masing untuk penyalurannya.
Sementara itu, Kepala SDN Perwira, Susi Sri Meiliawati, menyampaikan bahwa kehadiran TP PKK Kota Bogor memberikan dampak positif bagi seluruh warga sekolah.
“Kehadiran Ketua TP PKK Kota Bogor menjadi penyemangat bagi 127 siswa, guru, dan orang tua dalam mendukung kegiatan belajar mengajar,” ungkapnya.
Kegiatan tersebut berlangsung meriah dengan sambutan dari para siswa. Penampilan tari tradisional Batak, Tortor, yang dibawakan siswa kelas 4, serta pertunjukan tari lainnya dari siswa berkebutuhan khusus, turut memeriahkan acara.
Momentum Hari Kartini ini tidak hanya menjadi ajang peringatan, tetapi juga sarana edukasi bagi generasi muda tentang pentingnya kepedulian sosial dan lingkungan melalui aksi nyata di kehidupan sehari-hari.




