Depok | Sketsa Online – Wakil Wali Kota Depok, Chandra Rahmansyah, menyoroti masih rendahnya partisipasi masyarakat dalam program cek kesehatan gratis di Kota Depok yang hingga kini baru mencapai sekitar 10 persen.
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri kegiatan bakti sosial berupa pemeriksaan kesehatan gratis dan pembagian takjil yang digelar Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Depok di Kantor Sekretariat DPC PDI Perjuangan, Ruko Anggrek No. 25 Blok C, Grand Depok City (GDC), Jumat (6/3/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Chandra Rahmansyah menyampaikan apresiasi kepada PDI Perjuangan yang telah menginisiasi kegiatan sosial berupa layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat. Menurutnya, kegiatan tersebut membantu pemerintah dalam meningkatkan kesadaran warga terhadap pentingnya menjaga kesehatan.
“Program cek kesehatan gratis dari pemerintah sebenarnya sudah berjalan. Namun tingkat partisipasi masyarakat Kota Depok saat ini masih sekitar 10 persen. Artinya masih banyak warga yang belum memanfaatkan layanan kesehatan yang sebenarnya sudah disediakan negara,” ujarnya.
Ia menjelaskan, rendahnya angka partisipasi tersebut dipengaruhi oleh masih rendahnya tingkat kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia. Karena itu, kegiatan pemeriksaan kesehatan seperti yang digagas PDI Perjuangan dinilai menjadi langkah penting untuk mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat sekaligus mengedukasi warga mengenai pentingnya deteksi dini penyakit.
“Kegiatan yang diinisiasi PDI Perjuangan ini sangat baik karena membantu mendorong masyarakat agar lebih peduli terhadap kondisi kesehatannya. Pemeriksaan kesehatan secara rutin sangat penting agar penyakit dapat dideteksi sejak dini sehingga penanganannya bisa lebih cepat dan tepat,” katanya.
Tak hanya itu, Chandra menegaskan bahwa kesehatan merupakan salah satu layanan dasar yang wajib dipenuhi oleh negara. Ia menilai negara memiliki tanggung jawab untuk memastikan seluruh masyarakat dapat mengakses pelayanan kesehatan secara adil dan merata.
“Kesehatan adalah hak dasar masyarakat yang harus dipenuhi negara, sama halnya dengan pendidikan dan rasa aman bagi warga. Pemerintah berkewajiban memastikan seluruh masyarakat mendapatkan akses pelayanan kesehatan yang layak tanpa adanya diskriminasi,” jelasnya.
Lebih lanjut, Ia juga menambahkan bahwa kolaborasi antara pemerintah, partai politik, dan masyarakat menjadi kunci penting dalam memperluas jangkauan layanan kesehatan. Melalui kegiatan sosial seperti bakti kesehatan, masyarakat dapat lebih mudah memperoleh layanan pemeriksaan sekaligus mendapatkan edukasi mengenai pola hidup sehat.
Selain menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis, kegiatan bakti sosial tersebut juga diisi dengan pembagian takjil kepada warga yang hadir menjelang waktu berbuka puasa. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mempererat kebersamaan serta menumbuhkan semangat kepedulian sosial di tengah masyarakat selama bulan Ramadan.
Menutup pernyataannya, Chandra Rahmansyah menegaskan bahwa menjaga kesehatan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga memerlukan kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat.
“Pada akhirnya, kesehatan adalah fondasi utama bagi masyarakat untuk dapat hidup produktif dan sejahtera. Ketika masyarakat sehat, maka pembangunan juga akan berjalan lebih kuat. Karena itu, kesadaran untuk memeriksakan kesehatan sejak dini harus menjadi bagian dari budaya hidup masyarakat kita,” tutupnya. (el’s)




