Mandailing Natal, | Sketsa Online.com – Personil TNI dari gabungan dari Korem 023/KS dan Kodim 0212 TS melakukan penindakan atas kegiatan Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) pada Rabu (24/3/2026) di kawasan Pantai Barat Mandailing Natal (Madina).
Sementara itu, aktifitas ilegal yang sama masih terjadi di kawasan Kotanopan dan Ulu Pungkut sekitarnya.
Menanggapi hal tersebut Ketua Ikatan Pemuda Mandailing (IPM) Tan Gozali Nasution pun mengapresiasi langkah itu, setelah sebelumnya juga Kepolisian Daerah Sumatra Utara (Polda Sumut) mengamankan 14 unit ekskavator yang dipergunakan untuk PETI di wilayah Mandailing Godang tepatnya perbatasan Kecamatan Siabu, Mandailing Natal dan Panabari, Kabupaten Tapanuli Selatan.
Ajang penertiban PETI yang menggunakan ekskavator (beko) ini, harap Tan, jangan menjadi persaingan kekuatan dan pengamanan payung oleh aparat negara. Tetapi, murni sebagai perlindungan hutan dan ekosistem sungai.

“Karena sebelumnya yang kita tahu, masing-masing aparat ini punya daerah payung, yang melindungi cukong-cukong PETI,” ungkap Tan, Kamis (05/03/2026).
Karena itu, kata Tan, TNI dan Kepolisian harus bersama-sama menindak dan menertibkan PETI yang berada di wilayah Kotanopan, Simpang Banyak Ulupungkut atau di hulu Sungai Batang Gadis ada berskisar 25 an excavator.
“Agar menepis kecurigaan kita bahwa ini hanya persaingan TNI dan Polisi. Semua aparat, harus menertibkan beko PETI dan pemiliknya yang di daerah Kotanopan,” ujarnya.
Menurut Tan, pertambangan emas dengan alat berat ini hanya menguntungkan cukong dan penguasa. Sementara rakyat, hanya mendapat bencana yang ditimbulkannya.
Di samping itu, daerah pertambangan ilegal ini juga menjadi lahan subur bagi peredaran narkoba dan penyakit masyarakat lainnya.
“Tambang-tambang dengan ekskavator ini juga sangat merusak bagi perekonomian di hilir sungai,” pungkasnya.
Sebelumnya diinformasikan penertiban Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Pantai Barat Mandailing Natal tepatnya di Kecamatan Batang Natal dan Lingga Bayu Kabupaten Mandailing Natal (Madina).
Dari informasi yang diperoleh dari warga, selain alat berat aparat, TNI juga berhasil mengamankan 6 orang pekerja tambang dengan inisial IN, ES, SN, AA, NP, dan AR. Ke 6 orang tersebut diamankan saat berada dilokasi pertambangan.(IS)




