Depok | Sketsa Online – Upaya memperkuat ketahanan pangan di tengah keterbatasan lahan perkotaan terus dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok. Salah satunya melalui pengembangan program pertanian modern berbasis teknologi yang akan dimulai di tiga kecamatan sebagai tahap awal.
Program tersebut dirancang sebagai model pengelolaan pertanian perkotaan yang lebih modern, terintegrasi, dan berkelanjutan sebelum nantinya diperluas ke wilayah lain di Kota Depok.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Depok, Dadan Rustandi mengatakan, meskipun program pertanian modern ditargetkan dapat menjangkau 11 kecamatan, pelaksanaannya tidak dilakukan secara bersamaan.
“Pemerintah menetapkan tiga kecamatan sebagai tahap awal atau pilot project, yakni Tapos, Bojongsari, serta Limo atau Sukmajaya,” ujar Dadan, pada Sabtu (28/02/2026).
Menurutnya, penentuan tiga wilayah tersebut mempertimbangkan kesiapan lahan serta potensi pengembangan sistem pertanian yang dapat dijalankan secara terintegrasi. Pemkot Depok ingin memastikan model yang dibangun benar-benar matang sebelum diperluas ke kecamatan lainnya.
“Kalau langsung 11 kecamatan tentu berat. Maka kita mulai dari tiga dulu sebagai fondasi,” jelasnya.
Lebih lanjut, Dadan menjelaskan, Kecamatan Tapos dipilih karena sudah memiliki dukungan energi terbarukan yang dapat dimanfaatkan untuk menunjang operasional sistem pertanian modern berbasis teknologi. Nantinya kawasan tersebut juga akan dilengkapi berbagai sarana dan prasarana pendukung.
“Di Tapos sudah ada dukungan energi terbarukan. Nanti akan dilengkapi dengan sarana dan prasarana penunjang untuk mendukung sistem pertanian modern berbasis teknologi,” terangnya.
Sementara itu, untuk Kecamatan Bojongsari dan Limo, lahan yang disiapkan merupakan aset milik pemerintah daerah. Langkah ini dilakukan agar pengembangan program pertanian modern dapat berlangsung secara berkelanjutan tanpa khawatir terjadi alih fungsi lahan di masa mendatang.
“Di Bojongsari dan Limo lahannya milik pemerintah daerah, sehingga lebih aman dan tidak berisiko dialihfungsikan,” ujarnya.
Saat ini, proses administrasi penetapan lahan masih berlangsung dan tengah dikoordinasikan dengan Badan Keuangan Daerah (BKD) terkait status serta pengelolaan aset tersebut.
“Setelah penetapan selesai, tahapan pembangunan fisik dan instalasi sistem akan dilaksanakan,” tandasnya.
Melalui program ini, Pemkot Depok berharap pengembangan pertanian modern tidak hanya mampu meningkatkan produktivitas sektor pangan di wilayah perkotaan, tetapi juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam memperkuat ketahanan pangan daerah.
“Harapannya ini bisa menjadi fondasi bagi penguatan ketahanan pangan kota sekaligus mendorong Depok menuju kemandirian pangan,” tutup Dadan. (el’s)




