Depok | Sketsa Online – Anggota Komisi IX DPR RI, Nuroji, menyatakan dukungan penuh terhadap dimulainya program lima tahun pembangunan empat madrasah di Kota Depok yang mencakup jenjang Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah. Program tersebut disebut sebagai langkah penting dalam menjawab kebutuhan pendidikan keagamaan tingkat menengah yang selama ini masih terbatas di wilayah tersebut.
Nuroji menjelaskan, rencana pembangunan madrasah tersebut baru dapat direalisasikan setelah terbangunnya komunikasi dan kolaborasi yang lebih intens antara Pemerintah Kota Depok, pemerintah pusat, serta Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Menurutnya, pada periode sebelumnya belum ada komunikasi yang terbangun secara serius terkait pembangunan Madrasah Tsanawiyah dan Aliyah.
“Dulu tidak ada komunikasi seperti ini. Bahkan mungkin belum ada niat untuk membangun Madrasah Tsanawiyah dan Aliyah,” ujar Nuroji pada Rabu (21/1/26).
Tak hanya itu, Ia mengungkapkan, minimnya komunikasi lintas pemerintah pada masa lalu berdampak pada belum masuknya pembangunan madrasah jenjang menengah dalam agenda prioritas. Padahal, kebutuhan masyarakat terhadap pendidikan madrasah Tsanawiyah dan Aliyah terus meningkat seiring pertumbuhan jumlah penduduk dan peserta didik.
Seiring terbangunnya komunikasi dan kolaborasi saat ini, Nuroji menyebut dukungan dari pemerintah pusat mulai terbuka. Salah satu bentuk dukungan tersebut adalah bantuan pengadaan lahan untuk pembangunan madrasah.
“Sekarang ini bisa terjadi karena ada komunikasi dan kolaborasi dengan pusat dan provinsi. Salah satunya bantuan dari pusat untuk tanahnya,” katanya.
Menurut Nuroji, selama ini Pemerintah Kota Depok lebih memfokuskan pembangunan pendidikan pada jenjang dasar tingkat ibtidaiyah. Kebijakan tersebut diambil karena ketersediaan sekolah dasar di Kota Depok dinilai sudah mencukupi.
“Pak wali menyampaikan bahwa untuk ibtidaiyah tidak menjadi prioritas, karena SD sudah banyak dan cukup. Maka sekarang arah pembangunannya difokuskan ke Tsanawiyah dan Aliyah,” jelasnya.
Ia menambahkan, perubahan fokus tersebut menjadi dasar dimulainya program pembangunan madrasah jenjang menengah yang direncanakan berlangsung selama lima tahun. Program tersebut akan dilaksanakan secara bertahap dengan target empat satuan pendidikan madrasah.
“Program ini dirancang lima tahun dan dilakukan bertahap. Targetnya ada empat Madrasah Tsanawiyah dan Aliyah yang dibangun,” ujar Nuroji.
Pendekatan bertahap, diperlukan agar pembangunan dapat dilakukan secara terencana dan menyesuaikan dengan kesiapan lahan, proses administrasi, serta dukungan lintas pemerintah yang dibutuhkan.
Lebih lanjut, Ia menegaskan bahwa dukungan terhadap pembangunan madrasah tidak semata-mata berkaitan dengan pembangunan fisik gedung. Madrasah dipandang memiliki peran strategis dalam memperkuat pendidikan keagamaan dan memberikan pilihan pendidikan yang lebih seimbang bagi masyarakat.
“Madrasah ini penting supaya masyarakat punya akses yang lebih baik terhadap pendidikan Tsanawiyah dan Aliyah negeri,” katanya.
Nuroji berharap, dengan dimulainya program lima tahun tersebut, kebutuhan masyarakat terhadap pendidikan madrasah jenjang menengah dapat dipenuhi secara bertahap dan berkelanjutan. Ia juga menekankan pentingnya menjaga kesinambungan komunikasi dan kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi, dan pemerintah pusat.
“Kalau komunikasi dan kolaborasinya terus dijaga, pembangunan madrasah ini bisa berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tutup Nuroji. (el’s)




