Depok | Sketsa Online – Tokoh masyarakat Kota Depok, Kasno, menilai pelantikan pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Depok sebagai langkah penting dalam penataan birokrasi sekaligus awal pembangunan pemerintahan yang bersih dan berintegritas.
Ia menyampaikan bahwa pelantikan pejabat merupakan tugas dan tanggung jawab Wali Kota Depok yang dijalankan melalui sinergi dengan Wakil Wali Kota serta dukungan unsur legislatif.
Kasno mengapresiasi pelantikan yang digelar hari ini karena berlangsung dengan baik dan melibatkan berbagai unsur penting. Kehadiran Forkopimda, perwakilan legislatif, tokoh masyarakat, hingga mantan kepala daerah dinilai mencerminkan keterbukaan serta kebersamaan dalam proses pemerintahan.
“Pelantikan hari ini saya lihat cukup bagus. Semua unsur hadir dan terlibat, termasuk tokoh masyarakat. Ini menunjukkan adanya sinergi antara eksekutif dan legislatif,” ujar Kasno usai acara pelantikan di Baleka 1, Pemkot Depok pada Kamis (15/1/26).
Ia juga menilai penempatan pejabat yang dilakukan Pemerintah Kota Depok telah berjalan secara objektif dan realistis. Penilaian tersebut didasarkan pada pandangan masyarakat, pertimbangan pimpinan daerah, serta masukan dari mitra kerja, khususnya legislatif.
“Secara pribadi saya melihat penempatan pejabat ini cukup objektif dan realistis. Saya mendapat informasi bahwa Wali Kota juga mendengar masukan dari mitra kerjanya, terutama dari legislatif,” katanya.
Lebih lanjut, Kasno menegaskan bahwa para pejabat yang baru dilantik harus menjunjung tinggi nilai loyalitas, kejujuran, dan amanah dalam menjalankan tugas. Ia menekankan bahwa naik atau turunnya jabatan tidak boleh memengaruhi integritas serta sikap pengabdian kepada masyarakat.
“Yang pertama harus loyal dan jujur, yang kedua harus amanah dengan jabatan yang diemban. Terlepas dari jabatan itu naik atau turun, sikap loyal, jujur, dan amanah harus tetap ditunjukkan,” tegasnya.
Kasno mendorong para pejabat agar mampu hadir dan berperan aktif di tengah masyarakat serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Kota Depok selama masa kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota saat ini.
Ia juga mencatat bahwa proses penataan birokrasi belum sepenuhnya rampung. Masih terdapat dua jabatan kepala dinas yang kosong, yakni di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).
“Kalau saya lihat memang masih ada dua dinas yang kosong. Kemungkinan besar nanti akan dilakukan pengisian melalui mekanisme seleksi terbuka sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan,” ungkapnya.
Momentum pelantikan ini dinilai sebagai titik awal lahirnya birokrasi Kota Depok yang semakin bersih, profesional, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
“Keberhasilan penataan pejabat, ditegaskan Kasno, tidak hanya diukur dari kelengkapan struktur organisasi, tetapi dari kemampuan pejabat menghadirkan pelayanan yang adil, transparan, dan manfaatnya benar-benar dirasakan warga. Amanah yang telah diberikan harus dijaga melalui kerja nyata agar kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah terus tumbuh dan menguat,” tutupnya. (el’s)




