Depok | Sketsa Online – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Depok menggelar audiensi bersama Komisi D DPRD Kota Depok guna mendorong terobosan strategis dalam peningkatan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP).
Audiensi yang berlangsung di Gedung DPRD Kota Depok, awal Januari 2026, menjadi ruang dialog antara organisasi kepemudaan dan legislatif daerah dalam menjawab tantangan bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045.
Audiensi KNPI Kota Depok diterima Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Depok Igun Sumatera, Sekretaris Komisi D DPRD Kota Depok Siswanto, serta anggota Komisi D Samsul Ma’arif. Pertemuan tersebut sekaligus menjadi silaturahmi awal tahun serta forum pembahasan arah kebijakan pembangunan kepemudaan di Kota Depok.
Ketua KNPI Kota Depok, Tomi, menegaskan bahwa pembangunan pemuda harus ditempatkan sebagai agenda strategis daerah. Menurutnya, bonus demografi harus dimanfaatkan secara terencana agar pemuda mampu berperan aktif dalam pembangunan sosial dan ekonomi.
“Pembangunan pemuda harus dipersiapkan sejak sekarang. Penguatan pendidikan, kesehatan, dan ketenagakerjaan menjadi pilar utama untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Pemuda,” ujar Tomi pada Jumat (10/1/26).
Ia juga menyoroti rendahnya keterlibatan pemuda sebagai pelaku usaha. Dari 100 pemuda yang memiliki keinginan berwirausaha, hanya satu orang yang benar-benar menjalankan usaha. Kondisi ini, kata Tomi, membutuhkan kebijakan afirmatif dan iklim investasi yang ramah bagi pemuda.
Sementara itu, Sekretaris Komisi D DPRD Kota Depok, Siswanto, menyampaikan bahwa pihaknya menyambut baik audiensi KNPI Kota Depok sebagai bagian dari proses adu gagasan dan penyampaian agenda kerja organisasi kepemudaan. Ia menilai gagasan yang disampaikan KNPI sejalan dengan arah kebijakan pembangunan daerah.
“Pada prinsipnya, kami menerima dan mengapresiasi agenda kerja KNPI Kota Depok. Dorongan peningkatan Indeks Pembangunan Pemuda ini sejalan dengan visi pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pembangunan manusia,” kata Siswanto.
Ia menjelaskan bahwa Indeks Pembangunan Pemuda merupakan bagian integral dari Indeks Pembangunan Manusia, yang mencakup peningkatan kualitas generasi muda sebagai subjek pembangunan. Oleh karena itu, setiap program yang mendukung penguatan kapasitas pemuda akan mendapatkan perhatian dari Komisi D DPRD Kota Depok.
Siswanto menegaskan Komisi D DPRD Kota Depok membuka ruang bagi organisasi kepemudaan untuk menyampaikan gagasan, kreativitas, dan program kerja yang konstruktif.
Menurutnya, dinamika organisasi kepemudaan, termasuk perbedaan pandangan, merupakan bagian dari proses demokrasi yang harus diakomodasi secara sehat.
“Siapa pun organisasi kepemudaannya, sepanjang programnya konstruktif dan mendukung visi-misi kepala daerah, tentu akan kami dukung. Silakan adu gagasan dan kreativitas dalam menyusun program kerja,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ia menambahkan, Komisi D DPRD Kota Depok berkomitmen mengakomodasi berbagai inisiatif kepemudaan yang berorientasi pada peningkatan kapasitas, produktivitas, dan daya saing pemuda.
Siswanto menilai, sinergi antara DPRD, pemerintah daerah, dan organisasi kepemudaan menjadi kunci dalam mewujudkan pembangunan pemuda yang berkelanjutan.
Audiensi tersebut diharapkan menjadi titik awal penguatan kolaborasi antara KNPI Kota Depok dan Komisi D DPRD Kota Depok dalam merumuskan kebijakan kepemudaan yang lebih terarah, inklusif, dan berdampak nyata bagi generasi muda. (el’s)




