Depok | Sketsa Online — Mengawali Tahun 2026, tokoh masyarakat sekaligus Ketua RT 08 RW 10 Cluster Anggrek 2, Kelurahan Sukmajaya, Kota Depok, Kasno, mengajak warga untuk memperkuat empati, memperbanyak doa bersama, serta meningkatkan kepedulian sosial.
Ajakan tersebut sejalan dengan instruksi Wali Kota Depok agar pergantian tahun diisi dengan kegiatan yang sederhana, bermakna, dan bernilai ibadah.
Seruan itu disampaikan Kasno dalam doa bersama yang dirangkai dengan aksi sosial berupa santunan kepada anak-anak yatim di lingkungan sekitar. Kegiatan ini menjadi wujud rasa syukur sekaligus implementasi nilai keimanan dan kemanusiaan di awal tahun.
Kasno menegaskan bahwa pergantian tahun tidak semestinya dimaknai sebatas perubahan kalender, melainkan momentum refleksi diri dan muhasabah untuk meningkatkan kualitas iman serta mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat.
“Awali Tahun 2026 ini mari kita perkuat empati, memperbanyak doa, dan saling peduli. Jangan hanya merayakan, tetapi juga berbagi,” ujar Kasno pada Rabu (31/12).
Lebih lanjut, Ia juga mengingatkan warga Depok agar tidak ragu bersedekah meskipun dengan kemampuan terbatas. Menurutnya, nilai sedekah tidak ditentukan oleh besar kecilnya pemberian, melainkan oleh keikhlasan dan kepedulian, khususnya kepada anak yatim.
“Jangan menunggu kaya untuk berbagi. Sedikit rezeki yang kita sisihkan dengan ikhlas, insyaallah membawa dan kebahagiaan, baik bagi yang memberi maupun yang menerima,” tuturnya.
Kasno menambahkan bahwa sedekah di jalan Allah Swt. tidak akan mengurangi harta maupun derajat seseorang. Sebaliknya, sedekah menjadi jalan datangnya keberkahan, ketenteraman batin, serta perbaikan kehidupan sosial.
Ia kemudian membagikan pengalaman pribadinya sebagai pelajaran hidup. Sekitar empat belas tahun lalu, Kasno mengaku menjalani kehidupan dalam keterbatasan dan belum merasakan ketenangan. Perubahan mulai dirasakan setelah ia mengikuti ajaran para guru dan tokoh agama untuk senantiasa bersedekah serta meluruskan niat hidup.
Bimbingan tersebut ia peroleh dari almarhum Drs. Kiai Haji Abubakar Madris, Ustazah Hajah Umi Siti Khodijah, serta al-Ustaz Drs. H. Ahmad Fauzan, yang menanamkan nilai keikhlasan, kesabaran, dan kepedulian sosial sebagai bagian dari keimanan.
“Alhamdulillah, setelah dijalani secara istiqamah, Allah memberikan perubahan dalam kehidupan kami. Tidak hanya kecukupan ekonomi, tetapi juga kemampuan untuk terus berbagi dengan saudara-saudara yang membutuhkan,” ungkapnya.
Sesuai instruksi Wali Kota Depok, Kasno turut menyampaikan empati dan doa bagi saudara-saudara yang tertimpa musibah di Aceh dan sejumlah wilayah di Sumatera. Ia mengajak warga Depok untuk mendoakan para korban serta membantu sesuai kemampuan sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan.
Menurut Kasno, kepedulian terhadap anak yatim dan korban bencana merupakan tanggung jawab moral dan spiritual yang harus terus dijaga. Momentum awal Tahun 2026 dinilai sebagai waktu yang tepat untuk memperkuat ukhuwah, empati, dan semangat gotong royong di lingkungan masyarakat.
Ia berharap kegiatan doa bersama dan santunan kepada anak yatim ini dapat menjadi inspirasi bagi warga Depok untuk menumbuhkan budaya peduli secara berkelanjutan.
Dengan kebersamaan warga dan dukungan pemerintah daerah, Kasno optimistis Kota Depok dapat berkembang tidak hanya dalam pembangunan fisik, tetapi juga kuat dalam nilai keimanan, solidaritas sosial, dan kepedulian terhadap sesama. (el’s)




