Dihantam Fitnah Korupsi, Endah Winarti Tegas: Integritas Saya Empat Periode, Hanya Kepada Allah Saya Takut!

Depok | Sketsa Online – Ketua Fraksi Demokrat DPRD Kota Depok, Endah Winarti, akhirnya buka suara terkait isu liar yang menyeret namanya dalam tuduhan korupsi. Fitnah tersebut mencuat setelah muncul klaim bahwa dirinya diduga terlibat dalam dugaan korupsi pembuatan lapangan futsal di lingkungan RT 04 RW 28, Abadijaya, Sukmajaya, Depok.

Menanggapi isu yang berkembang cepat di masyarakat tanpa adanya konfirmasi langsung terhadap dirinya, Endah menegaskan bahwa ia tidak pernah mengambil keuntungan apa pun dan tidak terlibat sedikit pun dalam praktik menyimpang, bahkan dirinya tidak mengetahui dana tersebut sudah diberikan kepada pihak RW.

Ia menjelaskan bahwa anggaran yang diajukan RW mencapai Rp100 juta. Namun karena adanya efisiensi serta penyesuaian dengan kemampuan keuangan daerah, dana yang diturunkan hanya sebesar Rp30 juta, khusus untuk renovasi lapangan bukan untuk kegiatan lain. Endah kembali menegaskan bahwa tugas Dewan hanya meneruskan aspirasi masyarakat ke pemerintah daerah.

“Usai saya mendapat kabar bahwa Kadiss Disporyata membenarkan dana sudah diberikan ke pihak RW. Saya kaget nama saya diseret, seolah saya terlibat padahal yang bermain itu pelaksansa. Tapi saya tidak gentar, karena saya hanya takut kepada Allah. Empat periode saya jalani amanah ini dengan lurus dan jujur. Integritas itu modal utama saya,” tegasnya pada Kamis (11/12).

Menanggapi isu miring, Endah menilai tuduhan tersebut tidak hanya mencoreng nama baiknya, tetapi juga berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap kerja legislatif. Ia menegaskan tidak pernah bermain proyek, tidak pernah meminta bagian, dan selalu menjaga profesionalitas selama menjabat.

Baca juga:  Pasca Banjir di Natal, Gas Elpiji Langka 3 Kg

Penting diketahui, adapun perubahan besaran anggaran dari Rp100 juta menjadi Rp30 juta, Endah menjelaskan, sepenuhnya merupakan kewenangan pemerintah daerah berdasarkan verifikasi, efisiensi, serta skala prioritas.

Tak hanya itu, Endah turut menyoroti kinerja pihak ketiga atau pelaksana yang dinilainya kerap menjadi sumber persoalan di lapangan. Menurutnya, jika pihak ketiga tidak mampu mengerjakan, maka seharusnya tidak menerima pekerjaan tersebut. Banyak persoalan muncul karena pelaksana teknis tidak transparan atau tidak profesional sehingga memicu fitnah kepada pihak yang tidak terkait.

Terkait hal tersebut bahkan sudah adanya pemberitaan miring dirinya, Ia juga meminta agar setiap ada informasi mengenai kegiatan pembangunan atau pelaksanaan pekerjaan di lapangan, komunikasi tidak ditutup dan tersampaikan kepadanya.

“Kalau ada pekerjaan turun, mohon saya diberi tahu supaya saya bisa ikut mengawasi. Jangan sampai saya justru diserang karena informasi tidak disampaikan,” ujar Endah yang juga Ketua Fraksi Demokrat.

Mengenai fungsi sebagai legislator, Endah menegaskan bahwa tugasnya sebagai wakil rakyat adalah memastikan transparansi dan akuntabilitas berjalan dengan baik, bukan terlibat dalam permainan yang bertentangan dengan hukum.

Ia menambahkan, mekanisme pengajuan anggaran dari RW hingga ke Musrenbang memiliki prosedur jelas, dan keputusan akhir tetap berada di pemerintah daerah berdasarkan kemampuan fiskal. Serangan fitnah, menurutnya, justru semakin menguatkan tekad untuk tetap berdiri tegak.

“Saya tidak pernah takut pada manusia. Fitnah boleh datang, tapi kebenaran tidak bisa dikubur. Integritas empat periode itu bukan hadiah, itu saya bangun dengan kerja keras, disiplin, dan ketegasan,” tutupnya.

Baca juga:  Ade Ibrahim Puji Pesta Besar Siaga MI, Tegaskan Madrasah sebagai Benteng Investasi Generasi Emas Depok

Dalam pernyataannya, Endah juga memastikan bahwa renovasi akan diaudit oleh BPK RI, mengingat adanya SPK dan dokumen pertanggungjawaban yang jelas.

“Saya ingin laporan lapangan menunjukkan jawaban yang membanggakan. Semoga ke depan RT dan RW bisa punya sahabat untuk bekerja sama lebih baik,” tambahnya.

Endah mengungkapkan bahwa seluruh perjalanan panjangnya di DPRD bukan sekadar menjalankan tugas, tetapi membangun masa depan Depok yang lebih bersih, transparan, dan berpihak pada masyarakat. Ia berharap fitnah semacam ini justru membuat publik lebih kritis dan cerdas dalam melihat siapa yang benar-benar bekerja.

Baginya, amanah rakyat adalah kompas yang tidak boleh goyah, dan integritas adalah fondasi yang akan terus ia jaga demi terwujudnya Depok yang lebih maju, adil, dan dapat dipercaya.

Di lokasi yang sama, Ketua Lembaga Permusyawaratan Masyarakat (LPM) Kelurahan Abadi Jaya, Syarif Hidayat, menyatakan bahwa ia terus mengikuti dan memantau pelaksanaan renovasi lapangan yang juga terkait kegiatan remaja.

“Alhamdulillah, saya selalu memantau hal-hal yang kurang baik dalam penggunaan anggaran. Meskipun saya tidak tahu detail angka anggaran, beban moral saya sudah komitmen bersama Pak RW bahkan selama satu tahun. Saya siap menyesuaikan agar pekerjaan selesai sesuai harapan warga,” ungkap Syarif.

Sementara itu, Ketua RW 28 Abadijaya, Yanto, menyampaikan permohonan maaf kepada Bunda Endah karena tidak memberikan informasi langsung mengenai realisasi dana yang turun.

Baca juga:  Ketua BK DPRD Depok Buka Suara: Proses Hukum Jadi Acuan, Tak Semua Kasus Bisa Dipublikasikan

“Kami minta maaf karena tidak memberitahukan Bu Endah tentang dana yang hanya direalisasikan Rp30 juta dari pengajuan Rp100 juta. Sesuai SPK, kami harus mencari pihak ketiga yang bersedia melaksanakan pekerjaan karena tidak ada warga yang siap mengajukannya,” jelas Yanto.

Ia mengakui bahwa pengerjaan sempat terhambat oleh cuaca dan masalah dari pihak ketiga yang kurang bertanggung jawab. Namun ia menegaskan komitmen RW untuk menyelesaikan pekerjaan renovasi lapangan berukuran 15 x 26 meter tersebut.

“Lapangan ini sangat bermanfaat untuk keluarga dan masyarakat di RW 28 bahkan warga sekitar juga. Kami akan berusaha sebaik mungkin, dan jika pihak ketiga tidak menyelesaikan pekerjaannya, kami akan mengambil alih langsung,” katanya.

Yanto menambahkan bahwa jadwal pengerjaan disesuaikan dengan SPJ selama dua bulan, meski sebelumnya direncanakan tiga bulan. Dana Rp30 juta yang diterima dialokasikan penuh untuk renovasi lapangan, termasuk penataan dan kebutuhan teknis.

Yanto, yang bertugas di lapangan, memastikan semua pihak bekerja bersama agar kegiatan dan renovasi berjalan lancar.

“Semoga turnamen bisa berjalan dengan baik dan lapangan bisa segera dipakai warga setelah selesai,” ujarnya.

Dengan kecepatan respons Endah, dukungan LPM, serta komitmen pengurus RW dan RT, harapan warga RW 28 untuk memiliki lapangan yang rapi dan bermanfaat kian dekat terwujud.

Semoga pekerjaan selesai sebelum Natal seperti yang dijanjikan, sehingga lapangan dapat menjadi ruang berkumpul dan beraktivitas bagi seluruh warga. (el’s)

Latest

Newsletter

Don't miss

Dedie Rachim Buka Diseminasi FCP di Kota Bogor, ASN Diingatkan Hindari Gaya Hidup Berlebihan

Kota Bogor | Sketsa Online – Wali Kota Bogor,...

Forkopimda Kota Bogor Jalan Sehat Keliling Kebun Raya, Perkuat Sinergi Jelang May Day 2026

Kebersamaan dan sinergi antarinstansi di Kota Bogor kembali diperkuat....

Kabupaten Bogor Juara 1 Kartini Challenge 2026, Bukti Perempuan Bogor Makin Berdaya dan Inspiratif

JAKARTA | Sketsa Online — Kabupaten Bogor kembali mencatatkan...

Bupati Bogor Tinjau Jalur Kunjungan Presiden Prabowo ke Universitas Pertahanan, Pastikan Keamanan dan Pimpin Jajaran Kehormatan

BABAKAN MADANG | Sketsa Online — Bupati Bogor Rudy Susmanto turun langsung meninjau jalur kunjungan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto ke Universitas Pertahanan Indonesia,...

Dedie Rachim Buka Diseminasi FCP di Kota Bogor, ASN Diingatkan Hindari Gaya Hidup Berlebihan

Kota Bogor | Sketsa Online – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menegaskan pentingnya menjaga integritas dan pola hidup sederhana bagi Aparatur Sipil Negara...

TP PKK Kota Bogor Bagikan Bingkisan ke Siswa SDN Perwira di Hari Kartini 2026, Dorong Program Minyak Jelantah Jesika

Kota Bogor | Sketsa Online – Dalam momentum peringatan Hari Kartini 2026, Tim Penggerak PKK Kota Bogor menyalurkan bingkisan kepada siswa SDN Perwira sebagai...