Depok | Sketsa Online – Anggota Komisi D DPRD Kota Depok, Ade Ibrahim, mengapresiasi penyelenggaraan Pesta Besar Siaga Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang berlangsung di Alun-Alun Kota Depok Barat pada Rabu (10/12).
Kegiatan ini merupakan agenda besar kepramukaan bagi siswa MI dan menjadi ajang penting untuk menumbuhkan keberanian, kreativitas, jiwa patriot, serta kepemimpinan sejak usia dini.
Ade memberikan penghargaan khusus kepada panitia pelaksana yang dinilai sukses menyelenggarakan kegiatan tersebut secara tertib, meriah, dan penuh antusias.
Ia menyebut langsung Kasubag Kemenag Kota Depok, H. Hasan Basri, dan Ketua KKMI Kota Depok, H. Rahmatulloh, beserta seluruh panitia dan para pembina pendamping yang telah bekerja keras sejak persiapan hingga pelaksanaan.

Menurut Ade Ibrahim, pesta siaga bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi merupakan wadah penting bagi pramuka siaga dalam berkreasi dan menanamkan jiwa patriot serta kepemimpinan.
“Pesta siaga adalah ajang bagi anggota pramuka golongan siaga yg berusia 6–10 th. Kegiatan ini sangat penting sebagai wadah pramuka siaga dlm berkreasi dan menanamkan jiwa patriot serta kepemimpinan,” ujarnya.
Ia kemudian menegaskan bahwa Komisi D DPRD Kota Depok mendukung penuh kegiatan kepramukaan di bawah Kwartir Cabang Kota Depok.
“Komisi D sangat mendukung kegiatan pramuka dibawah pengurus kwartir cabang kota depok, terutama terkait anggaran sebagai realisasi kegiatan,” tegas Ade.
Pesta Besar Siaga MI dilaksanakan secara swadaya oleh jajaran Kementerian Agama, khususnya KKMI Kota Depok. Ade mengapresiasi semangat tersebut dan menyampaikan bahwa kerja mandiri panitia menjadi bukti kuatnya komitmen madrasah dalam membina peserta didik.
Tahun ini, kegiatan kepramukaan itu mencatat partisipasi luar biasa, dengan 73 Madrasah Ibtidaiyah (MI) ikut serta. Total peserta Siaga mencapai 810 siswa, terdiri dari 69 barung putra, 65 barung putri, 73 pendamping, 40 panitia, serta sekitar 100 tamu undangan yang hadir memeriahkan acara.
Ia menyampaikan harapan agar kegiatan seperti ini dapat lebih sering digelar dengan kualitas yang semakin meningkat.
“Harapan saya kegiatan semacam ini lebih sering dilaksanakan tdk hnya secara kwantitas tp juga kwaliitas, mengingat hal ini murni partisipasi dr siswa/peserta,” kata Ade.
Lebih lanjut, Ade juga menegaskan peran besar madrasah dalam penguatan moral, karakter, dan keagamaan peserta didik.
“Masrasah sangat berperan dlm mencetak generasi muda, terutama secara mental spiritual, dan memipuk dan menjaga nilai nilai keagamaan,” ungkapnya.
Sebagai penutup, Ade menyampaikan pesan kepada seluruh peserta dan stakeholder pendidikan madrasah. Ia menekankan bahwa anak-anak yang mengikuti kegiatan ini adalah fondasi masa depan Kota Depok, dan madrasah merupakan investasi penting bagi pembentukan generasi tersebut.
Ia menegaskan bahwa Depok membutuhkan generasi muda yang tumbuh dari madrasah generasi yang kuat secara spiritual, berkarakter, dan mampu membawa perubahan.
“Jika madrasah kuat, maka Depok akan jauh lebih siap menghadapi tantangan zaman. Madrasah adalah benteng sekaligus investasi generasi emas Depok. Inilah investasi panjang kita untuk masa depan kota,” tutup Ade Ibrahim. (el’s)




