Depok | Sketsa Online – Kondisi Kali Pesanggrahan kian memprihatinkan akibat tumpukan sampah yang mengendap di sejumlah titik aliran sungai. Sampah rumah tangga, plastik sekali pakai, hingga limbah nonorganik terlihat mengapung dan menyumbat aliran air.
Situasi ini memicu kekhawatiran serius terkait pencemaran lingkungan, gangguan kesehatan masyarakat, serta meningkatnya risiko banjir di kawasan permukiman sekitar.
Menanggapi kondisi tersebut, legislator Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Depok, Mazhab HM, angkat suara dan menegaskan bahwa persoalan sampah di Kali Pesanggrahan telah berada pada tahap darurat dan membutuhkan langkah nyata yang terukur serta berkelanjutan.
“Situasi ini tidak bisa dianggap biasa. Kali Pesanggrahan merupakan salah satu urat nadi lingkungan Kota Depok. Jika terus dipenuhi sampah, dampaknya akan meluas, mulai dari kerusakan ekosistem hingga meningkatnya risiko banjir dan penyakit bagi warga,” ujar Mazhab, pada Kamis (8/1/2026).
Mazhab menegaskan bahwa desakan aksi nyata tersebut bukan sekadar kritik, melainkan wujud tanggung jawab moral sebagai wakil rakyat dalam menjalankan fungsi pengawasan.
Ia menilai penanganan sampah di sepanjang aliran Kali Pesanggrahan selama ini masih bersifat reaktif dan belum menyentuh akar persoalan, terutama pada aspek pengelolaan dari hulu serta lemahnya pengawasan di tingkat wilayah.
Menurutnya, penyelamatan Kali Pesanggrahan harus ditempatkan sebagai agenda prioritas pembangunan daerah, bukan sekadar program tambahan atau respons jangka pendek. Keberpihakan kebijakan terhadap lingkungan akan sangat menentukan kualitas hidup masyarakat serta arah pembangunan Kota Depok ke depan.
“Kalau kita serius bicara pembangunan berkelanjutan, maka sungai harus menjadi perhatian utama. Jangan sampai pembangunan fisik berjalan, tetapi lingkungan justru dikorbankan. Kali Pesanggrahan harus diselamatkan sekarang, bukan nanti,” tegasnya.
Mazhab juga menyoroti lemahnya pengawasan serta belum optimalnya sistem pengelolaan sampah di sepanjang aliran kali. Ia menekankan bahwa kegiatan pembersihan yang hanya dilakukan sesekali tidak akan menyelesaikan persoalan apabila tidak dibarengi dengan sistem pengelolaan yang jelas, pengawasan berlapis, serta penegakan aturan yang konsisten.
“Jangan hanya bergerak saat kondisi sudah parah atau ramai diperbincangkan. Harus ada program rutin yang terjadwal, pengawasan berkelanjutan di titik-titik rawan, penambahan fasilitas pengelolaan sampah, serta sanksi tegas bagi pihak yang membuang sampah sembarangan,” katanya.
Selain peran pemerintah, Mazhab mengingatkan bahwa persoalan sampah tidak dapat dilepaskan dari perilaku masyarakat. Rendahnya kesadaran lingkungan masih menjadi tantangan besar, mengingat kebiasaan membuang sampah ke sungai masih kerap terjadi.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kesadaran warga menjadi kunci. Selama sungai masih dijadikan tempat pembuangan sampah, persoalan ini akan terus berulang dan upaya apa pun akan sia-sia,” ujarnya.
Lebih lanjut, Mazhab mendorong Pemerintah Kota Depok untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dengan melibatkan dinas terkait, aparat wilayah, komunitas lingkungan, hingga dunia pendidikan.
Pendekatan kolaboratif dan edukatif dinilai penting untuk menumbuhkan rasa memiliki masyarakat terhadap sungai sekaligus membangun perubahan perilaku secara berkelanjutan.
Sebagai wakil rakyat, Mazhab menegaskan komitmennya untuk terus mengawal isu lingkungan agar benar-benar menjadi prioritas kebijakan daerah, khususnya dalam upaya penyelamatan Kali Pesanggrahan. Ia menekankan persoalan sampah tidak boleh berhenti pada keluhan publik, melainkan menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola lingkungan perkotaan.
Menutup pernyataannya, Ia berharap kali Pesanggrahan tidak lagi dipandang sekadar sebagai saluran air, melainkan sebagai aset ekologis yang menentukan kualitas hidup kota.
Dengan kebijakan yang berpihak pada kelestarian lingkungan, pengelolaan sampah terpadu dari hulu ke hilir, serta tumbuhnya kesadaran kolektif masyarakat, ia optimistis Kali Pesanggrahan dapat dipulihkan dan diwariskan dalam kondisi lebih baik kepada generasi mendatang.
“Menjaga sungai hari ini adalah investasi bagi masa depan Kota Depok,” tutupnya. (el’s)




