Depok | Sketsa Online – Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kota Depok dimanfaatkan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) untuk mendorong transformasi potensi ikan cupang lokal menjadi komoditas bernilai ekspor.
Langkah ini dilakukan melalui strategi terintegrasi berbasis pemetaan potensi, penguatan kualitas, serta perluasan akses pasar guna meningkatkan daya saing di tingkat internasional.
Ajang “Mansion Kontes Cupang Reot Piala Wali Kota” yang digelar pada Jumat–Minggu (24–26 April 2026) di Depok sukses mencuri perhatian. Tidak hanya menjadi arena kompetisi, kegiatan ini juga menegaskan posisi Kota Depok sebagai salah satu pusat pengembangan ikan hias berkelas internasional.
Kepala DKP3 Kota Depok, H. Dadan Rustandi, S.T., M.Si., mengungkapkan bahwa potensi ikan hias di Kota Depok kini telah terpetakan secara sistematis melalui klasifikasi berbasis standar kualitas, yakni kategori internasional, nasional (SNI), dan kolektor.
“Potensi yang sudah terpetakan ini menunjukkan bahwa ikan hias Depok bisa dikategorikan secara jelas. Ada kategori internasional, nasional, hingga kolektor, dan itu terlihat dari kualitas yang dihasilkan para pelaku usaha,” ujarnya usai acara di Lobi Baleka 2, Kantor Pemerintah Kota Depok, Margonda, Minggu (26/4/2026).
Berdasarkan data yang dihimpun, dari total 702 peserta yang terlibat, mayoritas berada pada kategori internasional. Sementara itu, 359 peserta masuk kategori nasional dan 249 lainnya kategori kolektor. Komposisi ini menjadi indikator kuat meningkatnya kualitas ikan hias Depok yang kian kompetitif di pasar global.
“Jika dilihat dari jumlahnya, kategori internasional justru lebih dominan. Ini menandakan bahwa produk kita sudah mampu bersaing di tingkat global,” katanya.
Tak hanya itu, Ia menambahkan, capaian tersebut tidak terlepas dari peran aktif komunitas serta dukungan pembinaan berkelanjutan yang dilakukan pemerintah dalam menjaga standar kualitas sekaligus mendorong inovasi budidaya.
Ikan cupang menjadi salah satu komoditas unggulan dengan nilai ekonomi tinggi dan tren permintaan pasar yang terus meningkat, khususnya dari luar negeri.
“Ikan cupang memiliki keunggulan dari sisi estetika dan nilai jual. Permintaan dari pasar luar negeri terus meningkat, sehingga ini menjadi peluang besar bagi pelaku usaha untuk berkembang,” jelasnya.
Selain ikan cupang, DKP3 juga mencatat potensi dari berbagai jenis ikan hias lain yang mulai menembus pasar ekspor. Hal ini menunjukkan bahwa Depok memiliki keragaman komoditas yang dapat dikembangkan sebagai kekuatan ekonomi berbasis komunitas.
Dalam konteks perkotaan, budidaya ikan hias dinilai sangat relevan karena dapat dilakukan di lahan terbatas dengan metode yang relatif sederhana. Model ini memungkinkan masyarakat memanfaatkan ruang sempit di lingkungan rumah menjadi sumber penghasilan yang produktif.
“Budidaya ikan hias bisa dilakukan di lahan terbatas dengan modal yang relatif terjangkau, tetapi memiliki nilai ekonomi tinggi. Ini menjadi peluang nyata untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Dadan menegaskan bahwa penguatan sektor ikan hias, khususnya ikan cupang, memiliki kontribusi strategis baik di tingkat nasional maupun daerah.
“Potensi ini sangat besar, tidak hanya menjadi devisa nasional melalui ekspor, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian Kota Depok, termasuk melalui peningkatan pendapatan masyarakat dan pajak daerah,” tegasnya.
DKP3 berkomitmen untuk terus memperkuat pembinaan, fasilitasi, serta membuka akses pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha ikan hias, baik di tingkat nasional maupun internasional. Sinergi antara pemerintah, komunitas, dan pelaku usaha diharapkan mampu menciptakan ekosistem yang berkelanjutan dan berdaya saing tinggi.
Hingga saat ini, data rinci terkait nilai ekspor, volume produksi, serta capaian ekonomi sektor ikan hias masih dalam proses rekapitulasi dan akan diumumkan secara resmi dalam waktu dekat.
“Dengan strategi yang terarah, kami optimistis potensi ikan cupang lokal Depok akan terus berkembang sebagai salah satu kekuatan ekonomi baru yang mampu bersaing di pasar global serta memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian daerah dan nasional,” tutupnya. (el’s)




