Ketua Fraksi GERINDRA Depok Sampaikan Pesan Tegas: Keadilan untuk yang Lemah, Kemandirian untuk yang Mampu!

Depok | Sketsa Online – Ketua Fraksi GERINDRA DPRD Kota Depok, Edi Masturo, menyampaikan pernyataan tegas dalam rapat paripurna DPRD Kota Depok terkait arah kebijakan pembangunan dan penataan program perlindungan sosial di Kota Depok. Ia menekankan bahwa seluruh kebijakan daerah harus berpijak pada prinsip keadilan yang proporsional dan berbasis data akurat.

Dalam paripurna tersebut, Edi menegaskan bahwa keadilan sosial tidak berarti pembagian yang sama rata, melainkan perlakuan yang sesuai dengan kondisi masyarakat.

“Keadilan untuk yang lemah, kemandirian untuk yang mampu. Yang miskin wajib kita lindungi sepenuhnya, yang rentan harus diprioritaskan, dan yang sudah mampu harus kita dorong untuk mandiri,” ujarnya pada Selasa (24/2/26).

Edi menjelaskan bahwa salah satu persoalan utama dalam program bantuan sosial dan jaminan kesehatan adalah ketidaksesuaian data. Ia mengungkapkan, masih ditemukan warga yang secara ekonomi sudah mampu tetapi masih tercatat sebagai penerima subsidi, sementara di sisi lain ada warga miskin yang justru belum terakomodasi.

Baca juga:  Golf Depok Bangkit! Hamzah Sah Nahkodai PGI, Patahkan Stigma Elitis Lewat Prestasi dan Regenerasi

Lebih lanjut, Ia menegaskan pentingnya pemutakhiran dan sinkronisasi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dengan data kepesertaan BPJS Kesehatan serta basis data kependudukan daerah.

“Penataan ini bukan untuk mengurangi hak masyarakat, tetapi memastikan subsidi tepat sasaran. Jangan sampai anggaran habis untuk yang tidak berhak, sementara warga miskin justru terabaikan,” tegasnya.

Menurut Edi, akurasi data menjadi kunci keberlanjutan program Universal Health Coverage (UHC) di Kota Depok. Dengan data yang presisi, beban fiskal daerah dapat lebih terkendali tanpa mengorbankan akses layanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu.

Baca juga:  Bangkitkan Koperasi Depok, Wakil Wali Kota Serukan Revitalisasi Total dan Regenerasi Anak Muda

Dalam statemennya, Edi juga menyoroti filosofi bantuan sosial. Ia menilai bansos harus menjadi jaring pengaman sementara, bukan pola permanen yang menimbulkan ketergantungan.

“Bantuan sosial itu instrumen perlindungan, bukan alat untuk membuat masyarakat bergantung. Yang sudah meningkat taraf hidupnya harus dengan kesadaran didorong keluar dari skema subsidi,” katanya.

Ia menambahkan, dengan mendorong kemandirian warga yang telah mampu, ruang fiskal pemerintah daerah dapat dialihkan untuk memperluas cakupan perlindungan bagi kelompok miskin ekstrem dan rentan baru.

Selain perlindungan sosial, Edi menekankan pentingnya penguatan sektor ekonomi kerakyatan. Fraksi GERINDRA, kata dia, mendorong pengembangan UMKM, koperasi modern, serta ekonomi kreatif berbasis digital agar masyarakat memiliki akses peningkatan pendapatan.

Baca juga:  Kinerja OPD Jadi Sorotan! Hj. Qonita Lutfiyah Tegas Interupsi di Paripurna

Tak hanya itu, Ia juga menyoroti pentingnya pelatihan vokasional yang terintegrasi dengan kebutuhan industri dan dunia usaha. Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi solusi jangka panjang untuk mengurangi angka kemiskinan.

“Kita tidak bisa hanya mengandalkan bantuan. Harus ada strategi pemberdayaan yang konkret agar masyarakat naik kelas,” ujarnya.

Menutup pernyataannya, Edi memastikan Fraksi GERINDRA akan mengawal kebijakan pemerintah daerah melalui fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan. Ia menegaskan, setiap rupiah anggaran harus memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan warga.

“Prinsipnya jelas, keberpihakan kepada yang lemah harus nyata, dan dorongan kemandirian bagi yang mampu harus konsisten. Itulah keadilan yang sesungguhnya,” tutupnya. (el’s)

Latest

Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Natal, Camat Natal Bacakan Pidato Ketua BPIP

Mandailing Natal, | Sketsa Online.com - Peringatan Hari Lahir...

Belajar Melepas untuk Memberi: Hikmah Kurban ala Dandim 0508/Depok

Depok | Sketsa Online - Hari Raya Idul Adha...

Sembelih Ego Lewat Kurban, Iwan Setiawan Sebut Idul Adha Momentum Muhasabah di Era Modern

Depok | Sketsa Online – Hari Raya Idul Adha...

Newsletter

Don't miss

Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Natal, Camat Natal Bacakan Pidato Ketua BPIP

Mandailing Natal, | Sketsa Online.com - Peringatan Hari Lahir...

Belajar Melepas untuk Memberi: Hikmah Kurban ala Dandim 0508/Depok

Depok | Sketsa Online - Hari Raya Idul Adha...

Sembelih Ego Lewat Kurban, Iwan Setiawan Sebut Idul Adha Momentum Muhasabah di Era Modern

Depok | Sketsa Online – Hari Raya Idul Adha...

Hidupkan Spirit Pengorbanan Nabi Ibrahim, White House Premier Bagikan 4.000 Paket Daging Kurban

Depok | Sketsa Online - Momentum Idul Adha tidak...

Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Natal, Camat Natal Bacakan Pidato Ketua BPIP

Mandailing Natal, | Sketsa Online.com - Peringatan Hari Lahir Pancasila perdana dilaksanakan di Lapangan Merdeka Natal pada Senin (1/6/2026). Bertindak selaku Inspektur Upacara (Irup) Camat...

Belajar Melepas untuk Memberi: Hikmah Kurban ala Dandim 0508/Depok

Depok | Sketsa Online - Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah dimaknai Kodim 0508/Depok bukan sekadar momentum penyembelihan hewan kurban, tetapi juga sebagai sarana...

Sembelih Ego Lewat Kurban, Iwan Setiawan Sebut Idul Adha Momentum Muhasabah di Era Modern

Depok | Sketsa Online – Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah tidak hanya dimaknai sebagai ibadah penyembelihan hewan kurban semata, tetapi juga menjadi momentum...