Depok | Sketsa Online – Youth Talk Vol. 1 menjadi panggung evaluasi arah pembangunan Kota Depok setelah satu tahun kepemimpinan berjalan, dalam forum yang digelar di Gedung Pemuda, Depok, pada Selasa (24/2/2026).
Anggota DPRD Kota Depok dari Partai Gerindra, Gerry Wahyu Riyanto menyoroti pentingnya peran strategis generasi muda dalam menentukan masa depan kota serta mendorong agar pemberdayaan pemuda dilakukan secara nyata, terukur, dan berkelanjutan.
Dalam diskusi yang dipandu moderator Faisal Mubarok tersebut, Gerry mengajak peserta untuk memaknai tema “Depok Next Level, 1 Tahun Apa yang Sudah dan ke Mana Arah Kita?” secara kritis. Istilah next level harus mencerminkan adanya peningkatan yang jelas, bukan sekadar slogan.
“Kalau kita bicara next level, berarti harus ada kenaikan capaian. Jangan sampai setiap tahun tetap di level yang sama. Itu artinya kita jalan di tempat,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa evaluasi satu tahun kepemimpinan perlu diukur dari perubahan konkret yang dirasakan masyarakat, khususnya kalangan muda. Gerry mengingatkan, pemerintah daerah memiliki kewajiban memenuhi pelayanan dasar sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.
“Pertanyaannya, enam pelayanan dasar itu sudah terpenuhi atau belum? Sejauh mana pemerintah benar-benar hadir dan memudahkan masyarakat, termasuk pemuda?” tegasnya.
Menurut Gerry, indikator pembangunan harus jelas dan terukur. Ia menilai, salah satu ukuran keberhasilan adalah sejauh mana generasi muda dilibatkan dalam program pemerintah, baik dalam sektor pendidikan, pelatihan keterampilan, maupun akses beasiswa.
“Saya sampaikan di beberapa forum, ukurannya sederhana. Seberapa besar keterlibatan anak muda dalam menjalankan program pemerintah? Jangan sampai pemuda hanya jadi objek, bukan subjek pembangunan,” katanya.
Lebih lanjut, Ia juga menyoroti penggunaan anggaran pemberdayaan pemuda agar tidak habis untuk kegiatan seremonial semata. Program yang dirancang, lanjutnya, harus memiliki dampak jangka panjang dan bisa dirasakan langsung di lingkungan masyarakat, mulai dari tingkat RW hingga kota.
“Anggaran pemberdayaan pemuda harus dibawa ke program yang berkelanjutan. Bukan hanya kegiatan sesaat, tetapi ada model yang bisa berkembang dan memberi manfaat nyata,” ujarnya.
Gerry mendorong pemuda untuk aktif menyampaikan gagasan melalui proposal dan forum resmi, namun dengan perencanaan yang matang. Ia menilai, ide yang baik harus disertai konstruksi pemikiran yang kuat agar dapat direalisasikan dalam kebijakan.
Dalam kesempatan itu, ia juga mengajak generasi muda untuk tetap kritis sekaligus konstruktif dalam mengawal jalannya pemerintahan. Niat pemimpin untuk memajukan daerah harus didukung dengan partisipasi aktif masyarakat.
“Kita yakin niat pemimpin itu baik untuk memajukan Depok. Tugas kita sebagai pemuda adalah mengingatkan dengan cara yang baik jika ada yang melenceng dari tujuan awal,” tuturnya.
Menutup pernyataannya, Gery berharap kolaborasi antara pemerintah dan generasi muda dapat diperkuat sehingga arah pembangunan Depok semakin jelas dan berdampak luas. Ia optimistis, dengan keterlibatan aktif pemuda dalam aspek pendidikan, sosial, dan ekonomi, Kota Depok dapat benar-benar naik level di masa mendatang. (el’s)




