Siap Uji Coba! Iwan TP3D Beberkan Mesin Canggih Andalan Depok Atasi Sampah

Depok | Sketsa Online – Tim Pengawalan Percepatan Pembangunan Daerah (TP3D) Kota Depok, Iwan Setiawan, membeberkan rencana uji coba mesin pengolahan sampah berteknologi tinggi sebagai solusi kondisi darurat sampah di Kota Depok. Mesin tersebut dirancang ramah lingkungan, minim bau, dan berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Iwan menjelaskan, hingga saat ini uji coba mesin masih menunggu penyelesaian Perjanjian Kerja Bersama (PKB) antara Pemerintah Kota Depok dan pihak swasta selaku investor. Kerja sama yang berjalan baru sebatas nota kesepahaman (MoU) dan belum masuk ke tahap kontrak operasional.

“Uji cobanya masih menunggu PKB antara pemerintah daerah dengan pihak swasta. Saat ini baru MoU, belum masuk ke perjanjian kerja sama,” ujar Iwan pada Rabu (28/1/26).

Baca juga:  Iklim Investasi Dipertaruhkan, Koalisi Partai Buruh - Aliansi Masyarakat Depok Turun Tangan

Selain itu, Ia menyebutkan, groundbreaking Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Cipayung direncanakan pada akhir Februari 2026, diawali dengan pematangan lahan. Pembangunan fisik, meliputi hanggar, kantor operasional, dan pemasangan mesin, ditargetkan mulai Maret 2026.

Pemerintah juga akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat secara bertahap pada Februari–April 2026 dan dilanjutkan kembali pada Juni 2026. Tahap commissioning sekaligus uji coba mesin direncanakan berlangsung pada Juli–Agustus 2026, dengan target operasional penuh pada September 2026.

TPST TPA Cipayung nantinya memiliki kapasitas pengolahan hingga 1.200 ton sampah per hari dengan dua unit mesin, masing-masing berkapasitas 600 ton per hari. Sampah akan langsung dipilah dan diolah menggunakan sistem berbasis AI menjadi sampah organik, RDF, SRF, serta material bernilai ekonomi.

Baca juga:  Menjemput Berkah Tanah Suci, Kedai Harsya Gelar Pengajian Sambut Umrah Owner

“Semua sampah langsung dipilah dan diolah. Ada yang menjadi RDF dan SRF, serta ada juga yang memiliki nilai ekonomi dan dapat dijual,” jelasnya.

RDF dan SRF tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif, termasuk untuk industri semen. Seluruh sistem pengolahan bersifat tertutup sehingga tidak menimbulkan bau dan aman bagi lingkungan.

Lebih lanjut, Ia menambahkan, teknologi serupa telah ia tinjau langsung saat survei ke Tiongkok, di mana fasilitas pengolahan sampah berkapasitas 200 ton per hari berdampingan dengan sekolah tanpa menimbulkan dampak lingkungan.

“Yang kami lihat di China, pengolahan sampahnya berdampingan dengan sekolah. Bangunannya seperti sekolah, mesinnya berada di dalam gedung, dan sama sekali tidak berbau. Pihak sekolah pun tidak keberatan karena tidak ada dampak negatif,” ungkapnya.

Baca juga:  22 Komunitas UMKM Bersatu, Bunda Ocha Dorong Depok Jadi Episentrum Kolaborasi

Menurut Iwan, konsep tersebut menjadi referensi utama pengembangan TPST TPA Cipayung. Meski kapasitas di Depok jauh lebih besar, prinsip ramah lingkungan dan bebas bau tetap menjadi prioritas.

“Skalanya 1.200 ton per hari, diolah langsung di TPA tanpa efek samping dan tanpa bau juga ramah lingkungan,” tegasnya.

Menutup pernyataannya, Ia berharap penerapan teknologi pengolahan sampah berteknologi tinggi ini dapat menjadi solusi nyata dan berkelanjutan dalam menangani persoalan sampah di Kota Depok, sekaligus menjawab kondisi darurat sampah yang selama ini menjadi perhatian publik. (el’s)

 

Latest

Belajar Melepas untuk Memberi: Hikmah Kurban ala Dandim 0508/Depok

Depok | Sketsa Online - Hari Raya Idul Adha...

Sembelih Ego Lewat Kurban, Iwan Setiawan Sebut Idul Adha Momentum Muhasabah di Era Modern

Depok | Sketsa Online – Hari Raya Idul Adha...

Hidupkan Spirit Pengorbanan Nabi Ibrahim, White House Premier Bagikan 4.000 Paket Daging Kurban

Depok | Sketsa Online - Momentum Idul Adha tidak...

Newsletter

Don't miss

Belajar Melepas untuk Memberi: Hikmah Kurban ala Dandim 0508/Depok

Depok | Sketsa Online - Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah dimaknai Kodim 0508/Depok bukan sekadar momentum penyembelihan hewan kurban, tetapi juga sebagai sarana...

Sembelih Ego Lewat Kurban, Iwan Setiawan Sebut Idul Adha Momentum Muhasabah di Era Modern

Depok | Sketsa Online – Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah tidak hanya dimaknai sebagai ibadah penyembelihan hewan kurban semata, tetapi juga menjadi momentum...

Wujudkan Esensi Khoirunnas Anfa’uhum Linnas, DPC Gerindra Depok Hidupkan Spirit Pengorbanan dan Kemanusiaan

Depok | Sketsa Online - Di tengah kehidupan modern yang semakin individualistis, DPC Partai Gerindra Kota Depok memanfaatkan momentum Idul Adha 1447 Hijriah untuk...