Depok | Sketsa Online – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Depok, Siti Barkah Hasanah, yang akrab disapa Cing Ikah, menegaskan komitmennya menjadikan produk lokal sebagai identitas daerah melalui Gerakan Kamis Produk Lokal.
Gerakan tersebut mendorong penggunaan produk hasil karya warga Depok secara rutin setiap hari Kamis oleh aparatur pemerintah, BUMN, hingga sektor swasta. Hal ini disampaikan Cing Ikah dalam Rapat Kerja Dekranasda Kota Depok Tahun 2026 yang digelar di Aula Gedung Bank BJB, Selasa (26/1/2026).
Rapat kerja tersebut dihadiri perwakilan Pemerintah Kota Depok, organisasi perangkat daerah (OPD), perbankan, BUMN, serta seluruh pengurus Dekranasda Kota Depok.
Dalam sambutannya, Cing Ikah menekankan bahwa pemerintah daerah harus menjadi garda terdepan dalam mendukung dan menggunakan produk lokal. Kecintaan terhadap produk daerah tidak cukup sebatas imbauan, tetapi perlu diwujudkan melalui kebiasaan nyata dalam keseharian.
“Sebagai pemerintah Kota Depok, tugas kita adalah mendukung dan mengingatkan. Kita harus mencintai produk yang ada di Kota Depok. Kalau memungkinkan, suatu hari nanti setiap hari Kamis seluruh ASN, BUMN, dan perusahaan di Kota Depok menggunakan hasil karya warga Depok, mulai dari pakaian, tas, hingga produk kreatif lainnya,” ujar Cing Ikah.
Tak hanya itu, Ia juga mencontohkan sejumlah daerah lain yang telah berhasil membangun identitas lokal melalui penggunaan produk khas secara rutin di lingkungan pemerintahan. Langkah serupa dinilai dapat diterapkan di Depok agar produk lokal tidak hanya dikenal, tetapi juga digunakan secara luas.
Cing Ikah mengungkapkan bahwa hingga saat ini Dekranasda Kota Depok telah melakukan kurasi terhadap hampir 296 industri kecil menengah (IKM) dari berbagai sektor, khususnya fesyen dan kerajinan. Data tersebut dipetakan berdasarkan tingkat perkembangan usaha, mulai dari pemula hingga mapan, sebagai dasar penyusunan program pembinaan ke depan.
“Kita sudah punya data IKM. Tantangannya sekarang adalah bagaimana produk-produk ini benar-benar dibeli dan digunakan. Naik kelas itu bukan hanya soal merek, tetapi juga jaringan dan pasar,” tegasnya.
Gerakan Kamis Produk Lokal disebut menjadi salah satu instrumen penting untuk membuka pasar yang jelas dan berkelanjutan bagi pelaku IKM. Dengan adanya kepastian permintaan, pelaku usaha diharapkan semakin termotivasi meningkatkan kualitas, desain, dan kapasitas produksi.
Selain itu, Cing Ikah juga memaparkan progres rencana penataan dan pembangunan Gedung Dekranasda Kota Depok yang berlokasi di kawasan belakang Perpustakaan Kota Depok. Gedung tersebut direncanakan dikembangkan menjadi bangunan dua lantai dan ditargetkan rampung pada akhir 2026.
“Insyaallah Gedung Dekranasda akan kita rapikan dan dikembangkan menjadi dua lantai. Lantai atas nantinya untuk display dan pameran produk, sementara lantai lainnya digunakan untuk menerima tamu dan aktivitas promosi,” jelasnya.
Lebih lanjut, Ia menegaskan bahwa Gedung Dekranasda berfungsi sebagai pusat aktivitas ekonomi kreatif, sarana promosi produk lokal, serta ruang pertemuan bagi pelaku usaha, mitra, dan tamu dari luar daerah.
Keberadaan Gedung Dekranasda diharapkan menjadi pelengkap Gerakan Kamis Produk Lokal. Jika gerakan Kamis membangun kebiasaan dan permintaan, maka Gedung Dekranasda menjadi ruang representatif untuk menampilkan kualitas serta keragaman produk unggulan Kota Depok.
“Produk lokal harus punya tempat. Gedung Dekranasda ini nanti menjadi rumah bagi karya warga Depok dan ruang bagi anak-anak muda untuk berkembang,” ujarnya.
Melalui Rapat Kerja Dekranasda Tahun 2026 ini, Cing Ikah berharap seluruh pihak, khususnya Pemerintah Kota Depok, dapat mendukung penuh implementasi Gerakan Kamis Produk Lokal serta percepatan penataan Gedung Dekranasda.
Langkah tersebut diyakini mampu memperkuat identitas daerah sekaligus memberikan dampak ekonomi nyata bagi pelaku usaha dan masyarakat Kota Depok. (el’s)




