Depok | Sketsa Online – Wakil Wali Kota Depok, Chandra Rahmansyah, menegaskan bahwa pendidikan dan keadilan sosial menjadi prioritas utama pembangunan kota.
Hal itu disampaikannya saat menghadiri kegiatan Coffee & Chill yang digelar Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Depok, di Kantor DPC PKB Kota Depok, pada Jumat (30/1/26).
Dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan, Chandra menekankan komitmen pemerintah agar tidak ada warga yang tertinggal dalam mengakses layanan dasar.
Acara yang diinisiasi Ketua DPC PKB Kota Depok, Gus Faizin, tersebut dihadiri anggota dewan, pengurus partai, tokoh masyarakat, serta kader PKB. Chandra mengapresiasi kegiatan itu karena dinilai mampu mempererat persaudaraan sekaligus membuka ruang dialog antara kader dan masyarakat.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Gus Faizin dan seluruh jajaran yang telah menggagas acara luar biasa ini. Kegiatan seperti ini penting untuk memperkuat solidaritas dan kebersamaan,” ujar Chandra.
Tak hanya itu, Ia mengaku suasana kebersamaan tersebut mengingatkannya pada masa kampanye, ketika ruang-ruang pertemuan sederhana menjadi tempat bertukar gagasan sekaligus memperkuat semangat perjuangan.
“Saya adalah kader PKB yang hari ini diberi amanah sebagai Wakil Wali Kota Depok. PKB bukan partai kaleng-kaleng. Partai ini pernah melahirkan Presiden Republik Indonesia dan terus relevan dalam memperjuangkan kepentingan rakyat,” katanya.
Chandra juga menyoroti dedikasi Gus Faizin yang dikenalnya sebagai aktivis konsisten dalam menyuarakan kebenaran dan keadilan. Menurutnya, PKB merupakan partai terbuka yang berlandaskan nilai-nilai keislaman universal dan membawa manfaat bagi seluruh umat manusia.
“Kita ingin PKB menjadi rumah besar bagi semua, sekaligus garda terdepan dalam memperjuangkan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Chandra memaparkan visi Pemerintah Kota Depok bersama Wali Kota untuk menghadirkan kota maju yang ditopang sumber daya manusia unggul.
“Tidak boleh ada anak di Kota Depok yang tidak bisa kuliah karena tidak punya biaya. Tidak boleh ada yang putus sekolah hanya karena persoalan ekonomi,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ia menambahkan, kota yang maju adalah kota dengan masyarakat berpendidikan dan berkualitas. Karena itu, akses pendidikan harus tetap terbuka bagi seluruh warga. Pemerintah, lanjutnya, juga harus memastikan kemudahan layanan kesehatan serta pemenuhan kebutuhan dasar sebagai bagian dari keadilan sosial.
“Kita tidak ingin ada masyarakat yang kesulitan mendapatkan layanan kesehatan atau akses dasar lainnya. Pemerintah harus hadir memastikan pelayanan berjalan sebaik-baiknya,” katanya.
Chandra mendorong kader PKB menjadi ujung tombak dalam membantu pemerintah memastikan pelayanan publik menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
“Kader PKB harus menjadi penggerak di tengah masyarakat, memastikan tidak ada warga yang tertinggal agar cita-cita menghadirkan Depok yang berkeadilan sosial benar-benar terwujud,” tuturnya.
Menutup pernyataannya, ia menyampaikan salam dari Wali Kota Depok, Supian Suri serta mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persatuan dan semangat gotong royong dalam membangun kota.
Melalui kegiatan Coffee & Chill, Chandra berharap hubungan antara kader, pemerintah, dan masyarakat semakin erat, sekaligus memperkuat optimisme menuju Depok yang lebih maju, inklusif, dan ramah bagi semua. (el’s)




