Depok | Sketsa Online – Anggota DPRD Kota Depok dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), H. Ade Ibrahim, memberikan apresiasi tinggi terhadap komitmen Wali Kota Depok dalam memperkuat pendidikan keagamaan melalui pengembangan madrasah negeri. Kebijakan tersebut bukan sekadar pembangunan infrastruktur, melainkan bagian dari strategi jangka panjang untuk menjadikan madrasah di Kota Depok sebagai percontohan di tingkat nasional.
Apresiasi itu disampaikan Ade Ibrahim menanggapi penyerahan hibah lahan dan gedung Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Kota Depok yang dilakukan langsung oleh Wali Kota Depok kepada Kepala Kantor Kementerian Agama.
Ia menilai langkah tersebut sebagai wujud nyata keberpihakan pemerintah daerah terhadap pendidikan keagamaan yang selama ini menjadi salah satu pilar pembentukan karakter generasi muda.
“Penyerahan hibah lahan dan gedung MTsN ini menjadi bukti bahwa Wali Kota Depok tidak hanya memberikan perhatian, tetapi juga mengambil langkah konkret dalam memperkuat madrasah di Kota Depok,” ujar Ade Ibrahim usai acara pada Rabu (21/1/26).
Ia menjelaskan, meskipun gedung MTsN yang baru diserahkan tersebut belum sepenuhnya dilengkapi sarana dan prasarana pendukung, pemerintah kota telah menyiapkan skema penguatan lanjutan. Salah satunya melalui dukungan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) Bank BJB yang akan dialokasikan untuk pengadaan mebel, perlengkapan ruang belajar, serta fasilitas penunjang lainnya agar kegiatan belajar mengajar dapat berjalan optimal.
“Ini menunjukkan bahwa penguatan madrasah dilakukan secara bertahap dan terencana, tidak berhenti pada penyerahan aset semata,” katanya.
Ade Ibrahim juga menyoroti kehadiran jajaran Kementerian Agama, baik dari tingkat pusat, provinsi, hingga daerah, dalam proses serah terima aset tersebut. Menurutnya, keterlibatan lintas tingkatan ini mencerminkan keseriusan Kementerian Agama dalam mendukung pengembangan madrasah negeri di Kota Depok.
“Kehadiran Kementerian Agama dari pusat sampai daerah menandakan adanya komitmen bersama. Ini juga menjadi sinyal bahwa madrasah di Depok mendapat perhatian khusus sebagai bagian dari penguatan pendidikan keagamaan nasional,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Ade Ibrahim mengungkapkan bahwa penguatan madrasah negeri di Depok tidak berhenti pada jenjang MTsN. Pemerintah Kota Depok, kata dia, juga berencana menyerahkan aset lahan seluas sekitar 5.000 meter persegi di kawasan Jatijajar untuk pembangunan Madrasah Aliyah Negeri (MAN). Dengan rencana tersebut, Depok akan memiliki jenjang madrasah negeri yang lengkap, mulai dari Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN), MTsN, hingga MAN.
“Jika MIN, MTsN, dan MAN sudah lengkap, maka sistem pendidikan madrasah di Depok akan terbangun secara utuh dan berkesinambungan,” jelasnya.
Selain itu, Kementerian Agama juga tengah merancang pembangunan sekolah terpadu satu atap yang mencakup MIN, MTsN, dan MAN di kawasan Kampus UI 3, Jalan Raya Bogor. Sekolah terpadu tersebut direncanakan menjadi madrasah unggulan yang mengintegrasikan pendidikan keagamaan, akademik, serta penguatan karakter, sehingga dapat menjadi model pendidikan madrasah bagi daerah lain.
Ade Ibrahim menilai, keberadaan sekolah terpadu tersebut akan menjadi lompatan besar bagi kualitas madrasah di Depok. Ia optimistis, jika dikelola dengan baik, madrasah di Depok tidak hanya mampu bersaing di tingkat regional, tetapi juga di tingkat nasional.
Ia juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai bagian tak terpisahkan dari penguatan madrasah. Menurutnya, guru dan tenaga pendidik harus terus didorong agar semakin kreatif, inovatif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman, tanpa meninggalkan nilai-nilai keagamaan yang menjadi ciri khas madrasah.
“Penguatan sarana harus diimbangi dengan penguatan kualitas guru. Madrasah harus menjadi tempat lahirnya generasi yang unggul secara intelektual, kuat secara spiritual, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” tegasnya.
Menutup pernyataannya, Ade Ibrahim menyampaikan keyakinannya bahwa dengan sinergi antara Pemerintah Kota Depok, Kementerian Agama, lembaga pendidikan, serta partisipasi masyarakat, madrasah di Depok akan berkembang menjadi pusat pendidikan keagamaan yang berdaya saing tinggi. Ia berharap Depok dapat menjadi barometer sekaligus percontohan pengembangan madrasah nasional di masa mendatang. (el’s)




