Naik Kelas ke Bursa! Komisi B DPRD Depok Dorong PDAM IPO, Kinerja Dipuji, Strategi Pendapatan Dibeberkan

Depok | Sketsa Online – Komisi B DPRD Kota Depok mendorong Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Depok untuk naik kelas dengan melangkah ke pasar modal melalui skema Initial Public Offering (IPO).

Dorongan tersebut disampaikan dalam kunjungan kerja sebagai bagian dari pengawasan berkala DPRD terhadap Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), sekaligus bentuk apresiasi atas kinerja PDAM yang dinilai terus menunjukkan tren positif.

Ketua Komisi B DPRD Kota Depok, H. Hamzah, menyampaikan bahwa PDAM merupakan perusahaan daerah kebanggaan yang memiliki peran strategis dalam penyediaan layanan dasar air bersih bagi masyarakat. Oleh karena itu, pengawasan berkala dinilai penting guna memastikan kinerja perusahaan berjalan optimal dan berkelanjutan.

“Kunjungan kerja Komisi B ke PDAM Depok ini merupakan bagian dari pengawasan berkala. Kami mengapresiasi kinerja PDAM, termasuk peningkatan jumlah sambungan langganan yang berdampak langsung pada kenaikan pendapatan serta optimalisasi pelayanan kepada pelanggan,” ujar H. Hamzah, pada Rabu (14/1/2026).

Baca juga:  Dukung Pendidikan! Cerdas Cermat Warnai IKABENTO Fair, Alumni dan Pelajar Berkolaborasi

Dalam kesempatan tersebut, Komisi B DPRD Kota Depok secara tegas menyatakan dukungan terhadap rencana PDAM Depok untuk melantai di bursa. Langkah IPO dinilai dapat menjadi momentum transformasi menuju BUMD yang lebih profesional, transparan, dan berdaya saing, tanpa mengabaikan fungsi pelayanan publik.

“Kami mendukung PDAM Depok untuk Go Public atau IPO, tentu dengan sejumlah catatan strategis agar perusahaan benar-benar siap dan layak melangkah ke pasar modal,” tegasnya.

Ia menjelaskan, dari sisi hukum dan kelembagaan, PDAM perlu memastikan transformasi badan hukum menjadi Perseroda atau PT sesuai ketentuan Undang-Undang BUMD dan regulasi pasar modal. Pemisahan peran antara pemerintah daerah sebagai regulator dan PDAM sebagai operator juga harus diperjelas.

Selain itu, kepastian aset menjadi hal krusial, mulai dari sertifikasi hingga revaluasi aset jaringan, tanah, dan instalasi guna memperkuat posisi keuangan serta meningkatkan transparansi.

Baca juga:  Bangkitkan Koperasi Depok, Wakil Wali Kota Serukan Revitalisasi Total dan Regenerasi Anak Muda

Pada aspek tata kelola, Komisi B menekankan pentingnya penerapan Good Corporate Governance (GCG) secara konsisten, penguatan peran dewan komisaris independen dan komite audit, serta rekrutmen manajemen profesional berbasis indikator kinerja utama. Audit internal yang kuat dan audit eksternal yang kredibel juga menjadi prasyarat menuju IPO.

Dari sisi keuangan, PDAM didorong menerapkan kebijakan tarif berkelanjutan secara bertahap dengan tetap melindungi masyarakat berpenghasilan rendah. Penurunan tingkat Non-Revenue Water (NRW) hingga di bawah 25 persen menjadi target yang harus dicapai, seiring dengan perbaikan arus kas dan diversifikasi sumber pendapatan.

“Pengembangan pendapatan non-air seperti air curah, sambungan baru massal, serta inovasi layanan lainnya juga perlu diperkuat agar struktur keuangan semakin sehat,” ujarnya.

Kesiapan operasional turut menjadi perhatian, terutama melalui investasi pada digitalisasi sistem, seperti SCADA, smart meter, sistem penagihan, serta layanan pelanggan berbasis Customer Relationship Management (CRM) guna meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan.

Baca juga:  Puji Terobosan Cing Ikah, Hamzah Tegaskan IKABENTO Siap Jadi Iconic Brand Oleh-Oleh Depok

Dalam konteks IPO, penyusunan equity story yang kuat juga dinilai penting, mencakup rencana ekspansi layanan, peningkatan kapasitas produksi, sinergi antar-BUMD air, serta komitmen terhadap aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG).

Lebih lanjut, H. Hamzah menegaskan bahwa rencana IPO harus tetap memperhatikan risiko sosial dan politik, khususnya terkait kebijakan tarif air. Komunikasi publik yang transparan serta perlindungan terhadap layanan dasar air bersih harus menjadi prioritas utama.

“Ke depan, kami berharap PDAM Depok tidak hanya kuat secara keuangan, tetapi juga menjadi model BUMD modern yang transparan, profesional, dan berorientasi pada keberlanjutan. IPO harus menjadi jalan untuk memperluas akses air bersih, meningkatkan kualitas layanan, serta mendorong kemandirian fiskal daerah. Dengan tata kelola yang baik, PDAM Depok bisa naik kelas, berdaya saing nasional, dan tetap berpihak pada kepentingan publik,” tutupnya. (el’s)

Latest

Belajar Melepas untuk Memberi: Hikmah Kurban ala Dandim 0508/Depok

Depok | Sketsa Online - Hari Raya Idul Adha...

Sembelih Ego Lewat Kurban, Iwan Setiawan Sebut Idul Adha Momentum Muhasabah di Era Modern

Depok | Sketsa Online – Hari Raya Idul Adha...

Hidupkan Spirit Pengorbanan Nabi Ibrahim, White House Premier Bagikan 4.000 Paket Daging Kurban

Depok | Sketsa Online - Momentum Idul Adha tidak...

Newsletter

Don't miss

Belajar Melepas untuk Memberi: Hikmah Kurban ala Dandim 0508/Depok

Depok | Sketsa Online - Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah dimaknai Kodim 0508/Depok bukan sekadar momentum penyembelihan hewan kurban, tetapi juga sebagai sarana...

Sembelih Ego Lewat Kurban, Iwan Setiawan Sebut Idul Adha Momentum Muhasabah di Era Modern

Depok | Sketsa Online – Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah tidak hanya dimaknai sebagai ibadah penyembelihan hewan kurban semata, tetapi juga menjadi momentum...

Wujudkan Esensi Khoirunnas Anfa’uhum Linnas, DPC Gerindra Depok Hidupkan Spirit Pengorbanan dan Kemanusiaan

Depok | Sketsa Online - Di tengah kehidupan modern yang semakin individualistis, DPC Partai Gerindra Kota Depok memanfaatkan momentum Idul Adha 1447 Hijriah untuk...