Natal Pewarni Jadi Panggung Toleransi, Camat Sukmajaya Tegaskan Depok Bukan Kota Intoleran

Depok | Sketsa Online – Perayaan Natal Keluarga Besar Pewarni (Persatuan Wartawan Kristen Kota Depok) yang digelar di Balai Rakyat Depok 2 Timur, pada Selasa (16/12), menjadi lebih dari sekadar perayaan keagamaan. Kegiatan ini menjelma sebagai ruang perjumpaan lintas iman yang sarat pesan persatuan, toleransi, dan kepedulian sosial di tengah keberagaman masyarakat Kota Depok.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Camat Sukmajaya, Christine Desima Arthauli menegaskan bahwa stigma Kota Depok sebagai daerah intoleran tidak sejalan dengan realitas yang terjadi di lapangan. Ia menilai, kebersamaan yang terbangun dalam perayaan Natal Pewarni menjadi bukti konkret bahwa toleransi dan solidaritas terus hidup dan tumbuh di Kota Depok.

Dalam sambutannya, Christine menekankan pentingnya peran keluarga sebagai fondasi utama dalam membangun nilai kemanusiaan dan cinta kasih. Ia menyampaikan bahwa keluarga merupakan ciptaan pertama Tuhan dalam proses penciptaan, sehingga nilai-nilai yang tumbuh dari keluarga akan menentukan arah kehidupan sosial dan kebangsaan.

Baca juga:  Di Momentum HAB ke- 80, Kemenag Madina Salurkan Bantuan Terdampak Bencana

“Yang dibentuk oleh Tuhan pertama kali dalam penciptaan adalah keluarga. Dari sanalah sumber pertama cinta kasih. Tidak ada keluarga yang kokoh dan kuat tanpa adanya cinta kasih,” ujar Christine.

Ia menjelaskan bahwa penerapan nilai cinta kasih dalam keluarga akan melahirkan masyarakat yang harmonis dan bangsa yang kuat. Nilai tersebut, kata dia, menjadi semakin relevan di tengah berbagai bencana dan tantangan kemanusiaan yang tengah melanda sejumlah wilayah di Indonesia.

“Ketika kita mengaplikasikan cinta kasih di dalam keluarga, kita bisa menjadi sebuah bangsa yang besar dan kuat. Karena itu, umat Kristiani, termasuk wartawan Kristen di Kota Depok, harus hadir sebagai garam dan terang di tengah masyarakat,” katanya.

Selain itu, Christine juga mengapresiasi kepedulian sosial Pewarni Kota Depok yang memanfaatkan momentum Natal untuk menggalang dana kemanusiaan. Dana yang terkumpul melalui persembahan kasih tersebut akan disalurkan kepada saudara-saudara yang terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Baca juga:  Puji Kemenag dan Wali Kota Depok, Ade Ibrahim Tegaskan Madrasah Pilar Utama Moral Bangsa

Menurutnya, nilai sebuah bantuan tidak diukur dari besar kecilnya nominal, melainkan dari ketulusan dan kepedulian yang menyertainya.

“Sedikit atau banyaknya nominal yang terkumpul, saya percaya itu tetap menjadi berkat bagi saudara-saudara kita. Seperti garam, tidak boleh terlalu banyak dan tidak boleh terlalu sedikit. Kalau berlebihan rasanya pahit, tetapi tanpa garam semuanya hambar,” tuturnya.

Suasana toleransi semakin terasa dengan hadirnya tamu undangan lintas agama, termasuk dari kalangan Muslim. Christine mengaku terharu melihat kebersamaan tersebut, yang menurutnya mencerminkan wajah asli Kota Depok sebagai kota yang majemuk dan rukun.

“Saya sangat terharu karena tamu yang hadir juga dari teman-teman Muslim. Di bawah naungan solidaritas wartawan, kebersamaan ini membuktikan bahwa Kota Depok bukan kota yang intoleran,” ucapnya.

Baca juga:  BAZNAS Mandailing Natal Salurkan Bantuan Beasiswa Berprestasi di STAIN Madina

Ia pun secara tegas menanggapi pandangan negatif yang masih kerap dilekatkan kepada Kota Depok.

“Kalau masih ada yang berpendapat bahwa Depok itu intoleran, silakan datang ke Depok dan temui saya langsung sebagai Camat Sukmajaya,” tegas Christine.

Perayaan Natal Pewarni Kota Depok berlangsung dalam suasana khidmat, hangat, dan penuh kekeluargaan. Lebih dari sekadar perayaan iman, kegiatan ini menjadi ruang membangun dialog, mempererat persaudaraan lintas agama, serta memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Ke depan, semangat toleransi dan solidaritas yang tercermin dalam Natal Pewarni diharapkan tidak berhenti pada satu momentum seremonial.

Nilai cinta kasih, kebersamaan, dan kepedulian sosial perlu terus dirawat sebagai fondasi dalam membangun Kota Depok yang inklusif, humanis, dan berkeadaban, sekaligus menjadikan keberagaman sebagai kekuatan untuk menatap masa depan yang lebih harmonis dan berkeadilan bagi seluruh warganya. (el’s)

Latest

Rudy Susmanto Percepat 6.500 Rumah Layak Huni, Pemerintah Pusat Turun Tangan

BOGOR | Sketsa Online – Upaya Pemerintah Kabupaten Bogor...

Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Natal, Camat Natal Bacakan Pidato Ketua BPIP

Mandailing Natal, | Sketsa Online.com - Peringatan Hari Lahir...

Belajar Melepas untuk Memberi: Hikmah Kurban ala Dandim 0508/Depok

Depok | Sketsa Online - Hari Raya Idul Adha...

Sembelih Ego Lewat Kurban, Iwan Setiawan Sebut Idul Adha Momentum Muhasabah di Era Modern

Depok | Sketsa Online – Hari Raya Idul Adha...

Newsletter

Don't miss

Rudy Susmanto Percepat 6.500 Rumah Layak Huni, Pemerintah Pusat Turun Tangan

BOGOR | Sketsa Online – Upaya Pemerintah Kabupaten Bogor...

Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Natal, Camat Natal Bacakan Pidato Ketua BPIP

Mandailing Natal, | Sketsa Online.com - Peringatan Hari Lahir...

Belajar Melepas untuk Memberi: Hikmah Kurban ala Dandim 0508/Depok

Depok | Sketsa Online - Hari Raya Idul Adha...

Sembelih Ego Lewat Kurban, Iwan Setiawan Sebut Idul Adha Momentum Muhasabah di Era Modern

Depok | Sketsa Online – Hari Raya Idul Adha...

Rudy Susmanto Percepat 6.500 Rumah Layak Huni, Pemerintah Pusat Turun Tangan

BOGOR | Sketsa Online – Upaya Pemerintah Kabupaten Bogor dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penyediaan hunian yang layak terus menunjukkan perkembangan positif. Komitmen...

Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Natal, Camat Natal Bacakan Pidato Ketua BPIP

Mandailing Natal, | Sketsa Online.com - Peringatan Hari Lahir Pancasila perdana dilaksanakan di Lapangan Merdeka Natal pada Senin (1/6/2026). Bertindak selaku Inspektur Upacara (Irup) Camat...

Belajar Melepas untuk Memberi: Hikmah Kurban ala Dandim 0508/Depok

Depok | Sketsa Online - Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah dimaknai Kodim 0508/Depok bukan sekadar momentum penyembelihan hewan kurban, tetapi juga sebagai sarana...