Depok | Sketsa Online – Ketua Umum IKABENTO, Hamzah, menyampaikan apresiasi terhadap terobosan yang digagas Cing Ikah dalam mendorong lahirnya brand oleh-oleh khas Depok.
Ia menilai gagasan tersebut sebagai langkah visioner yang mampu memperkuat identitas produk lokal sekaligus membuka ruang lebih besar bagi UMKM berkembang.
Menurut Hamzah, Depok membutuhkan identitas kuliner dan kerajinan yang mudah dikenali serta dapat menjadi kebanggaan warga. Kehadiran brand oleh-oleh, katanya, merupakan pintu strategis untuk memperkenalkan potensi UMKM secara lebih terstruktur.

“Terobosan dari Cing Ikah ini luar biasa. Ini bukan hanya ide, tetapi kebutuhan nyata agar Depok punya produk kebanggaan yang bisa dibawa pulang siapa pun,” ujarnya usai acara IKABENTO FAIR di Pesona Square, Depok, pada Sabtu (15/11).
Hamzah menegaskan bahwa IKABENTO siap mengambil peran aktif dalam menggerakkan komunitas dan UMKM binaan untuk memperkuat gagasan tersebut. Ia menyebut IKABENTO memiliki modal sosial besar dari jejaring alumni lintas angkatan yang selama ini aktif dalam pemberdayaan masyarakat.
“Kami di IKABENTO siap menjadi bagian dari penggerak. Identitas baru berupa brand oleh-oleh Depok akan menjadi ruang bagi UMKM naik kelas. Kolaborasi ini akan kami dukung penuh,” katanya.
Lebih lanjut, Hamzah menilai bahwa pembentukan brand khas bukan hanya soal kemasan dan tampilan, tetapi juga menyangkut standar kualitas, ciri khas, dan karakter kota. Sinergi antara pemikiran strategis Cing Ikah, peran komunitas, pemerintah, dan pelaku usaha diyakininya dapat mempercepat realisasi brand oleh-oleh Depok.
“Jika brand ikonik lahir dari gerakan warganya sendiri, itu akan menjadi kebanggaan luar biasa bagi Kota Depok,” ujarnya.
Di lokasi yang sama, Ketua Panitia IKABENTO FAIR, Abdul Azis, menyampaikan rasa syukur atas tingginya antusiasme alumni. Acara tahun ini mempertemukan alumni dari angkatan 1983 hingga 2024, dengan sekitar 40 angkatan yang hadir.
“Alhamdulillah, hari ini kami sangat senang sebagai panitia. Alumni dari tahun 1983 hingga yang terbaru 2024 berkumpul dalam satu wadah. Kami ingin melibatkan sebanyak mungkin alumni, terutama angkatan 1983 sampai 2014, agar mereka mendapatkan manfaat dari kegiatan ini,” ucapnya.
Ia menjelaskan bahwa seluruh kegiatan disusun berdasarkan data dan analisis kebutuhan alumni serta UMKM binaan. Panitia juga membuka ruang bagi usulan baru dari para alumni demi memperluas manfaat kegiatan.
“Setiap langkah kami dasarkan pada data. Kalau alumni punya rencana atau ide baru, tentu bisa dipertimbangkan. Semua kemungkinan terbuka selama memberi manfaat,” tambahnya.
Dengan semangat kolaborasi yang terus tumbuh, Hamzah optimistis IKABENTO dapat menjadi lokomotif lahirnya brand oleh-oleh Depok yang berdaya saing tinggi. Ia menegaskan bahwa gerakan ini bukan sekadar kegiatan alumni, tetapi fondasi menuju ekosistem UMKM yang lebih terstruktur, modern, dan mandiri.
“Kami ingin IKABENTO menjadi bagian dari sejarah baru Depok sebuah kota yang mampu melahirkan ikon ekonomi kreatif dari warganya sendiri. Ini langkah awal, dan ke depan kita ingin brand ini berdiri kuat, menembus pasar nasional, bahkan global,” tutup Hamzah. (el’s)




