Depok | Sketsa Online – Suasana haru, hangat, dan penuh doa menyelimuti keberangkatan Ketua DPC PPP Kota Depok, H. Mazhab HM bersama sang istri, Hj. Ulfah Wulandari menuju Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji.
Di tengah lantunan doa keluarga, kerabat, dan warga sekitar, tersimpan rasa syukur mendalam dari masyarakat yang selama ini mengenal pasangan tersebut sebagai sosok sederhana, religius, serta memiliki kepedulian tinggi terhadap sesama.
Bagi warga di lingkungan sekitar, H. Mazhab dan Hj. Ulfah Wulandari bukan hanya dikenal aktif dalam kegiatan sosial dan keagamaan, tetapi juga sebagai figur yang konsisten menanamkan nilai kemanusiaan melalui tindakan nyata.
Kepedulian terhadap anak yatim, perhatian kepada masyarakat kecil, hingga kebiasaan menjaga silaturahmi menjadi bagian dari jejak kebaikan yang terus dikenang warga.
Salah satu warga yang akrab disapa Mak Oco mengatakan, kepedulian sosial yang dilakukan H. Mazhab dan istrinya bukanlah hal yang dilakukan sesaat, melainkan telah menjadi bagian dari perjalanan hidup keduanya selama bertahun-tahun.
“Beliau sudah sekitar 15 tahun menyantuni anak yatim bersama Ibu Hj. Ulfah Wulandari. Sampai sekarang kegiatan itu terus berjalan. Ada sekitar 75 anak yatim dari lingkungan sekitar yang rutin mendapatkan perhatian dan santunan,” ujar Mak Oco.
Menurutnya, bantuan yang diberikan tidak hanya dimaknai sebagai santunan materi semata, tetapi juga bentuk kasih sayang dan perhatian agar anak-anak yatim tetap memiliki semangat menjalani kehidupan dan meraih masa depan yang lebih baik.
“Beliau selalu bilang bahwa hidup harus bermanfaat untuk orang lain. Anak-anak yatim harus dijaga dan dirangkul, karena mereka juga membutuhkan perhatian, kasih sayang, dan semangat untuk masa depan,” katanya.
Mak Oco mengaku selama mengenal H. Mazhab, dirinya banyak belajar tentang arti keikhlasan dalam membantu sesama. Di tengah kesibukan dan aktivitasnya, Mazhab disebut tetap meluangkan waktu untuk masyarakat, mendengarkan keluhan warga, hingga membantu orang-orang yang membutuhkan tanpa membeda-bedakan latar belakang.
Sikap rendah hati itu pula yang membuat warga merasa dekat dengan sosok H. Mazhab dan Hj. Ulfah Wulandari. Keduanya dikenal tidak menjaga jarak dengan masyarakat dan tetap aktif hadir dalam kegiatan lingkungan maupun keagamaan.
“Beliau berdua sangat sederhana. Kalau bertemu warga selalu menyapa, mendengarkan cerita masyarakat, bahkan sering memberikan nasihat yang menenangkan. Itu yang membuat banyak orang hormat dan sayang kepada beliau,” tutur Mak Oco.
Menjelang keberangkatan menuju Tanah Suci, suasana emosional terasa di lingkungan sekitar kediaman H. Mazhab. Sejumlah warga datang untuk bersalaman, meminta doa, sekaligus mengantar keberangkatan pasangan tersebut dengan penuh harapan dan rasa syukur.
Bagi warga, perjalanan ibadah haji yang dijalani H. Mazhab dan Hj. Ulfah Wulandari bukan hanya perjalanan spiritual pribadi, tetapi juga menjadi kebahagiaan bersama. Banyak yang menilai kesempatan menjadi tamu Allah SWT merupakan anugerah besar bagi mereka yang selama ini istiqamah menebar manfaat dan kepedulian kepada sesama.
“Ibadah haji adalah panggilan Allah SWT. Kami ikut bahagia dan bersyukur karena H. Mazhab dan Ibu Hj. Ulfah Wulandari mendapat kesempatan untuk menyempurnakan rukun Islam. Semoga Allah memberikan kesehatan, kelancaran, perlindungan, dan menjadikan beliau berdua haji yang mabrur,” ucap Mak Oco penuh haru.
Ia juga berharap segala amal baik dan kepedulian sosial yang selama ini dilakukan H. Mazhab dan Hj. Ulfah Wulandari menjadi amal jariyah yang terus mengalir serta membawa keberkahan bagi keluarga maupun masyarakat sekitar.
“Pak H. Mazhab dan istri orang baik. Semoga seluruh kebaikan beliau dibalas Allah SWT dengan keberkahan, kesehatan, umur panjang, dan kemuliaan. Kami semua mendoakan agar beliau kembali ke tanah air dalam keadaan sehat serta membawa keberkahan untuk lingkungan dan masyarakat,” katanya.
Keberangkatan H. Mazhab dan Hj. Ulfah Wulandari menuju Tanah Suci menjadi pengingat bahwa nilai kepedulian, ketulusan, dan silaturahmi tetap memiliki tempat penting di tengah kehidupan masyarakat modern.
Jejak kebaikan yang mereka tinggalkan tidak hanya dirasakan melalui bantuan materi, tetapi juga melalui kehangatan, perhatian, dan keteladanan yang terus hidup di hati warga sekitar. (el’s)




