Depok | Sketsa Online – Pemerintah Kota Depok menyatakan dukungan penuh terhadap upaya menjadikan Lebaran Depok sebagai agenda tahunan resmi melalui regulasi daerah. Hal ini disampaikan Wakil Wali Kota Depok, Chandra Rahmansyah, yang menegaskan bahwa semangat Depok Rumah Kita menjadi landasan dalam membangun kota yang inklusif dan berkarakter.
Dalam sambutannya, Chandra menyampaikan bahwa tema tersebut bukan sekadar slogan, melainkan komitmen bersama untuk menghadirkan kota yang terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Sebagaimana tema kita hari ini, Depok Rumah Kita, ini adalah tema yang penuh makna. Komitmen kami adalah membangun kota yang inklusif, kota untuk bersama, kota untuk kita semua,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, legislatif, dan masyarakat dalam membangun Depok ke arah yang lebih maju, tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur budaya.
“Kita sama-sama berkolaborasi membangun Depok menjadi kota yang maju, menyongsong Jawa Barat yang istimewa dan Indonesia Emas, dengan catatan tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur yang kita miliki,” katanya.
Lebih lanjut, Chandra mengapresiasi langkah DPRD, khususnya Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda), yang mendorong agar Lebaran Depok diperdakan dan menjadi agenda rutin tahunan. Menurutnya, langkah tersebut penting sebagai bentuk pengakuan dan pelestarian identitas budaya lokal.
“Kami sangat mendukung. Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendorong agar Lebaran Depok ini menjadi legasi, jejak sejarah bahwa Depok punya budaya,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti keberagaman latar belakang masyarakat Depok sebagai kekuatan utama dalam membangun kebersamaan.
“Kita mungkin berasal dari berbagai daerah, ada yang dari Sumatera Barat, Sulawesi, Betawi, dan lainnya tetapi hari ini kita semua adalah orang Depok. Momentum ini harus kita gunakan untuk memperkuat solidaritas dan kebersamaan,” jelasnya.
Chandra menilai, pelestarian budaya memiliki peran strategis dalam pembangunan jangka panjang, terutama sebagai sarana edukasi bagi generasi muda.
“Pelestarian budaya dan tradisi yang baik harus terus kita jaga dan kita turunkan kepada anak cucu kita, generasi masa depan,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan refleksi atas satu tahun lebih masa kepemimpinannya bersama Wali Kota Depok, sekaligus menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat.
“Kami menyampaikan permohonan maaf apabila masih ada kekurangan dan harapan yang belum terealisasi. Namun kami tetap berkomitmen untuk sebaik-baiknya melayani masyarakat,” katanya.
Chandra menegaskan bahwa tujuan utama pembangunan adalah menghadirkan kebahagiaan bagi seluruh warga.
“Kami ingin mewujudkan Depok menjadi kota yang membahagiakan untuk seluruh penduduknya,” tambahnya.
Menutup keterangannya, ia menyampaikan apresiasi kepada panitia penyelenggara dan komunitas yang berperan aktif dalam menjaga budaya, termasuk KOOD (Kumpulan Orang-Orang Depok). Peran komunitas sangat penting dalam memastikan nilai-nilai budaya tetap hidup dan menjadi identitas kuat masyarakat.
“Dengan dukungan dari berbagai pihak, Pemerintah Kota Depok optimistis Lebaran Depok tidak hanya menjadi perayaan tahunan, tetapi juga simbol persatuan, sarana edukasi budaya, serta fondasi dalam membangun kota yang inklusif, berkarakter, dan berdaya saing,” tutupnya. (el’s)




