Depok | Sketsa Online – Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah tidak hanya menjadi momentum kemenangan spiritual setelah sebulan menjalani ibadah Ramadan, tetapi juga menjadi ruang perenungan mendalam tentang arti kepedulian dan kemanusiaan. Hal inilah yang disampaikan Ketua BK DPRD Depok dari Fraksi PPP, Hj. Qonita Lutfiyah dalam pesan refleksi Lebarannya kepada masyarakat.
Dengan penuh ketulusan, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan Idulfitri sebagai titik kembali kepada fitrah. Fitrah yang bersih, penuh empati, serta memiliki kepedulian terhadap sesama.
“Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 H. Taqabbalallahu minna wa minkum, mohon maaf lahir dan batin. Di hari yang fitri ini, mari kita bersihkan hati dari segala prasangka, kita buka pintu maaf selebar-lebarnya, dan kita hidupkan kembali rasa empati dalam kehidupan kita,” ujar Hj. Qonita Lutfiyah pada Selasa (17/3/26).
Menurutnya, kemenangan di Hari Raya tidak semata diukur dari kemeriahan perayaan, tetapi dari keberhasilan setiap individu dalam memperbaiki diri dan menghadirkan manfaat bagi orang lain.
“Idulfitri adalah tentang kembali menjadi manusia yang lebih baik, yang tidak hanya memikirkan diri sendiri, tetapi juga mampu hadir bagi sesama. Kebaikan sekecil apa pun akan sangat berarti bagi mereka yang membutuhkan,” tuturnya.
Tak hanya itu, Ia juga mengingatkan bahwa di balik suasana bahagia Lebaran, masih banyak masyarakat yang merayakannya dalam keterbatasan. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh pihak untuk tidak menutup mata dan menjadikan Idulfitri sebagai momentum berbagi serta saling menguatkan.
“Di tengah kebahagiaan ini, jangan sampai kita lupa bahwa masih ada saudara-saudara kita yang sedang berjuang. Jangan biarkan mereka merasa sendiri. Jika belum mampu membantu banyak, setidaknya kita hadir dengan kepedulian dan perhatian,” ucapnya dengan penuh empati.
Lebih lanjut, sebagai wakil rakyat, Hj. Qonita Lutfiyah menegaskan bahwa nilai-nilai yang telah ditempa selama Ramadan harus terus dijaga dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam sikap kepemimpinan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.
“Menyalakan pelita nurani bukan hanya tanggung jawab pribadi, tetapi juga tanggung jawab sebagai pemimpin. Kepemimpinan harus hadir dengan hati, mendengar dengan tulus, dan bekerja nyata untuk masyarakat,” tegasnya.
Di akhir pesannya, ia mengajak masyarakat untuk menjadikan Idulfitri 1447 H sebagai awal baru dalam memperkuat persaudaraan, menjaga persatuan, serta membangun kehidupan yang lebih harmonis dan berkeadilan.
“Semoga Idulfitri ini membawa kedamaian, mempererat kebersamaan, dan menguatkan langkah kita untuk terus berbuat baik. Mari kita jaga cahaya nurani ini agar tetap menyala dalam setiap langkah kehidupan kita,” tutupnya.
Refleksi yang disampaikan Hj. Qonita Lutfiyah menjadi pengingat bahwa esensi Idulfitri bukan terletak pada kemewahan, melainkan pada keikhlasan hati dalam memaafkan, kepedulian dalam berbagi, serta komitmen untuk terus menghadirkan kebaikan bagi sesama. (el’s)




