Panas! Pengurus Resmi Tak Dilibatkan, Ada Apa di Balik Kontroversi Rapimcab PPP Depok?

Depok | Sketsa Online – Polemik internal mencuat di tubuh Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Depok. Sejumlah pengurus harian cabang (PH) hingga Pimpinan Anak Cabang (PAC) mempertanyakan pelaksanaan Rapat Pimpinan Cabang (Rapimcab) DPC PPP Kota Depok yang digelar pada Rabu (15/4/2026).

Sorotan muncul setelah sebagian besar pengurus resmi mengaku tidak pernah menerima informasi maupun undangan terkait kegiatan tersebut, meskipun Rapimcab telah berlangsung. Kondisi ini memicu tanda tanya terkait mekanisme pelaksanaan serta keterlibatan struktur kepengurusan yang sah dalam forum tersebut.

Sekretaris DPC PPP Kota Depok, Mamun Pratama, mengaku heran sekaligus terkejut saat mengetahui adanya agenda Rapimcab. Ia menyebut informasi mengenai kegiatan itu justru diperolehnya bukan melalui jalur resmi organisasi.

“Secara aturan organisasi, idealnya setiap kegiatan yang mengatasnamakan partai harus diberitahukan dan dikoordinasikan terlebih dahulu kepada pengurus harian cabang. Namun faktanya, saya sama sekali tidak dilibatkan dalam Rapimcab hari ini,” ujarnya.

Baca juga:  WISATAWAN MALAYSIA TERPUKAU KELEZATAN KULINER DI NIA KITCHEN CAFE AND RESTO PANYABUNGAN: "RASA SEDAP, PELAYANAN MESRA

Mamun menegaskan dirinya masih menjabat secara sah sebagai Sekretaris DPC PPP Kota Depok hingga November 2026 sesuai Surat Keputusan (SK) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP.

Hal senada disampaikan Wakil Ketua DPC PPP Kota Depok bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK), Rihadi BS. Ia mengaku tidak pernah menerima informasi maupun undangan terkait pelaksanaan Rapimcab tersebut.

“Saya sebagai Wakil Ketua bidang OKK tidak pernah diberitahu atau diundang dalam kegiatan ini,” tegasnya.

Tak hanya itu, pernyataan serupa juga disampaikan Wakil Ketua DPC PPP Kota Depok bidang pemenangan daerah pemilihan (dapil), Awaludin Rintik, yang mengaku tidak dilibatkan dalam agenda tersebut.

Baca juga:  Minoritas dalam Kuantitas, Mayoritas dalam Kualitas: PMC dan Bolone SS Ukir Jejak Emas di Hati Anak Yatim

Di tingkat PAC, persoalan ini turut memicu pertanyaan mengenai keabsahan peserta yang hadir dalam Rapimcab. Ketua PAC PPP Kecamatan Cimanggis, Suhendi, mempertanyakan pihak-pihak yang mengikuti forum tersebut.

“Kalau kami sebagai Ketua PAC yang sah tidak diundang, lalu siapa yang hadir dalam Rapimcab tersebut?” ujarnya.

Ia menegaskan, sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PPP, peserta Rapimcab terdiri dari pengurus harian cabang serta ketua dan sekretaris PAC.

Lebih lanjut, Ketua PAC PPP Kecamatan Tapos, Nuraeni, juga mengaku tidak menerima informasi maupun undangan. Ia mempertanyakan transparansi pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Aneh, kami tidak pernah mendapat informasi. Kalau memang ada perubahan kepengurusan, sampai hari ini tidak ada satu pun surat pemberhentian yang kami terima,” ungkapnya.

Baca juga:  Menuju Zero Waste! DLHK Depok Tancap Gas Bangun TPS Modern, Target Rampung Akhir 2026

Sementara itu, Ketua PAC PPP Kecamatan Bojongsari, Rosidih, menyatakan keberatan atas pelaksanaan Rapimcab tersebut dan menilai kegiatan itu tidak melibatkan pengurus yang memiliki legitimasi.

“Sebagai Ketua PAC PPP yang sah sesuai SK DPW PPP Jawa Barat hingga Februari 2027, saya sangat menyayangkan Rapimcab yang tidak melibatkan pengurus resmi,” tegasnya.

Para pengurus berharap seluruh pihak dapat duduk bersama untuk menjernihkan persoalan dan kembali berpegang pada mekanisme organisasi yang berlaku. Mereka juga menekankan pentingnya menjaga soliditas internal demi keberlangsungan dan kekuatan partai ke depan.

Dengan semangat kebersamaan, diharapkan polemik ini dapat diselesaikan secara bijak sehingga tujuan besar membesarkan PPP di Kota Depok tetap terjaga dan berjalan seiring demi kepentingan kader serta masyarakat luas. (el’s)

Latest

Kartini di Tengah Realita: Kepala DP3AP2KB Depok Ungkap Tantangan Perempuan Modern

Depok | Sketsa Online - Semangat perjuangan R.A. Kartini...

Polemik Dua Matahari di PPP Depok: Saling Klaim Legitimasi SK Memanas Jelang Muscab 2026

Depok | Sketsa Online - Sekretaris DPC PPP Kota...

Bupati Bogor Rudy Susmanto Perkuat Koordinasi PSU untuk Penataan Wilayah Berkelanjutan di Kabupaten Bogor

CIBINONG, Bogor | Sketsa Online – Bupati Bogor Rudy...

Luar Biasa! Lebih dari 3.800 Jemaah Haji Bogor Sudah Jalani Pemeriksaan Kesehatan

CIBINONG, Bogor | Sketsa Online — Capaian pemeriksaan kesehatan...

Newsletter

Don't miss

Kartini di Tengah Realita: Kepala DP3AP2KB Depok Ungkap Tantangan Perempuan Modern

Depok | Sketsa Online - Semangat perjuangan R.A. Kartini...

Polemik Dua Matahari di PPP Depok: Saling Klaim Legitimasi SK Memanas Jelang Muscab 2026

Depok | Sketsa Online - Sekretaris DPC PPP Kota...

Bupati Bogor Rudy Susmanto Perkuat Koordinasi PSU untuk Penataan Wilayah Berkelanjutan di Kabupaten Bogor

CIBINONG, Bogor | Sketsa Online – Bupati Bogor Rudy...

Luar Biasa! Lebih dari 3.800 Jemaah Haji Bogor Sudah Jalani Pemeriksaan Kesehatan

CIBINONG, Bogor | Sketsa Online — Capaian pemeriksaan kesehatan...

Banjir Tenjo Bogor Tertangani, Warga Desa Ciomas Mulai Kembali ke Rumah

Banjir yang melanda Desa Ciomas, Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor,...

Kartini di Tengah Realita: Kepala DP3AP2KB Depok Ungkap Tantangan Perempuan Modern

Depok | Sketsa Online - Semangat perjuangan R.A. Kartini dinilai tetap relevan di tengah perkembangan zaman. Meski perempuan Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, kesetaraan...

Polemik Dua Matahari di PPP Depok: Saling Klaim Legitimasi SK Memanas Jelang Muscab 2026

Depok | Sketsa Online - Sekretaris DPC PPP Kota Depok, Mamun Pratama, secara terbuka menyampaikan sikap terkait polemik internal partai melalui konferensi pers yang...

Bupati Bogor Rudy Susmanto Perkuat Koordinasi PSU untuk Penataan Wilayah Berkelanjutan di Kabupaten Bogor

CIBINONG, Bogor | Sketsa Online – Bupati Bogor Rudy Susmanto memperkuat koordinasi pengelolaan Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum (PSU) sebagai langkah strategis untuk mendukung...