Dedie A. Rachim mendorong generasi muda untuk melahirkan ide kreatif dan inovatif dalam ajang Genovate 2026. Langkah ini menjadi bagian dari visi besar Kota Bogor sebagai Kota Sains Kreatif yang maju dan berkelanjutan hingga 2045.
Kota BOGOR | Sketsa Online – Semangat inovasi dan kreativitas mahasiswa menjadi sorotan utama dalam Seminar Bisnis dan Business Innovation Competition Genovate 2026 yang digelar oleh Universitas Terbuka Bogor melalui UKM Kewirausahaan di Gedung DPRD Kota Bogor, Minggu (5/4/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam menghadapi tantangan global, khususnya terkait energi dan keberlanjutan.
Ia menyoroti dinamika geopolitik global yang berdampak langsung terhadap pasokan minyak dan gas di dalam negeri. Menurutnya, ketergantungan terhadap energi fosil harus segera diatasi melalui inovasi baru.
Dedie mengungkapkan bahwa dirinya mendapat informasi langsung dari Eddy Soeparno terkait urgensi pengembangan energi baru terbarukan sebagai solusi masa depan.
“Dibutuhkan terobosan agar energi terbarukan bisa menjadi alternatif dari ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak dan gas,” ujarnya.
Melihat kondisi tersebut, Dedie berharap mahasiswa mampu menangkap peluang dengan menghadirkan ide-ide inovatif, khususnya di bidang energi ramah lingkungan.
Ia mencontohkan berbagai inovasi yang dapat dikembangkan, seperti charging station berbasis tenaga surya, hidro, maupun angin. Menurutnya, hal tersebut bukanlah sesuatu yang mustahil jika didorong oleh kreativitas dan keberanian berinovasi.
Dedie juga menyinggung perkembangan negara maju yang telah lebih dulu fokus pada teknologi masa depan seperti robotika, microchip, dan berbagai inovasi yang memudahkan kehidupan manusia.
“Mereka sudah berbicara untuk 10 hingga 30 tahun ke depan. Kita juga harus mulai dari sekarang,” tegasnya.
Melalui ajang Genovate 2026, ia berharap lahir inovasi dari Bogor yang tidak hanya berhenti sebagai ide, tetapi mampu diproduksi secara massal dan dimanfaatkan secara luas di dalam negeri.
Tak hanya soal teknologi, Dedie juga mengingatkan pentingnya kepedulian terhadap lingkungan. Ia menilai kondisi saat ini telah memasuki fase climate disaster, bukan sekadar climate change.
Sementara itu, Direktur Universitas Terbuka Bogor, Enang Rusyana, menekankan pentingnya kolaborasi antara mahasiswa, kampus, dan pemerintah untuk mencapai hasil yang maksimal.
Ia mengungkapkan bahwa dukungan Pemerintah Kota Bogor terhadap pendidikan sudah berlangsung sejak lama, termasuk melalui program beasiswa sejak tahun 1991.
“Sinergi ini harus terus diperkuat agar mahasiswa mampu menghasilkan inovasi yang berdampak nyata,” ujarnya.
Enang juga mengapresiasi semangat para mahasiswa yang mengikuti kegiatan tersebut. Di saat sebagian generasi muda menikmati waktu libur, para peserta justru memilih untuk mengembangkan diri melalui kompetisi inovasi.
Ia berharap Genovate 2026 menjadi awal lahirnya berbagai ide kreatif yang dapat dikembangkan menjadi produk nyata serta mampu bersaing di tingkat nasional.




