Depok | Sketsa Online – Komitmen membangun ketahanan air berkelanjutan ditegaskan Ketua Komisi B DPRD Kota Depok, H. Hamzah, melalui keterlibatannya dalam kegiatan susur Sungai Ciliwung yang digelar dalam rangka peringatan Hari Air Sedunia 2026, pada Senin (30/3/2026).
Melalui momentum tersebut, H. Hamzah menekankan pentingnya kolaborasi antara DPRD dan PT Tirta Asasta dalam menjaga kelestarian sungai, sekaligus memperkuat ketahanan air sebagai fondasi kebutuhan dasar masyarakat di masa depan.
Kegiatan susur Sungai Ciliwung ini melibatkan lebih dari 200 peserta dengan sekitar 45 perahu. Setiap perahu diisi empat hingga lima orang yang menyusuri aliran sungai sejauh kurang lebih 5 kilometer sambil mengangkat sampah.
Aksi ini tidak hanya menjadi gerakan bersih lingkungan, tetapi juga sarana membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga sungai sebagai sumber kehidupan.
H. Hamzah menilai kegiatan tersebut sebagai langkah nyata yang harus terus diperluas dan tidak berhenti pada momentum peringatan semata. Menurutnya, perubahan cara pandang terhadap sungai menjadi kunci utama dalam menjaga keberlanjutan sumber daya air.
“Sungai adalah urat nadi kehidupan kota. Jika kita ingin memastikan ketersediaan air di masa depan, maka menjaga sungai hari ini adalah keharusan,” ujarnya.

Ia menegaskan, Sungai Ciliwung selama ini menjadi salah satu sumber air baku utama bagi kebutuhan masyarakat Kota Depok. Namun, ketergantungan pada satu sumber dinilai berisiko di tengah meningkatnya kebutuhan air dan tekanan lingkungan. Karena itu, diperlukan langkah strategis untuk mengembangkan sumber air alternatif dari sungai-sungai lain di wilayah tersebut.
“Kita harus mulai memikirkan diversifikasi sumber air. Tidak hanya bergantung pada Ciliwung, tetapi juga memetakan dan mengoptimalkan potensi sungai lain secara berkelanjutan,” tegasnya.
Sebagai bentuk komitmen konkret, H. Hamzah menyampaikan bahwa DPRD Kota Depok siap memberikan dukungan penuh terhadap penguatan sektor air, khususnya kepada PT Tirta Asasta sebagai pengelola layanan air bersih. Dukungan tersebut akan diwujudkan melalui penguatan kebijakan serta alokasi anggaran jangka menengah.
“Dalam lima tahun ke depan, kami mendorong dukungan anggaran hingga Rp400 miliar untuk memperkuat kapasitas PT Tirta Asasta, baik dalam pengembangan infrastruktur, peningkatan layanan, maupun eksplorasi sumber air baru,” ungkapnya.
Menurutnya, investasi tersebut merupakan langkah strategis untuk memastikan keberlanjutan pasokan air bersih di tengah pertumbuhan penduduk yang terus meningkat. Selain itu, penguatan sektor air juga harus diiringi dengan sistem pengelolaan yang ramah lingkungan agar kualitas sumber air tetap terjaga.
H. Hamzah juga menekankan pentingnya konsistensi dalam menjalankan regulasi daerah terkait pengelolaan lingkungan, termasuk pengendalian sampah dan pencemaran sungai. Ia menilai, keberhasilan menjaga sungai sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah, legislatif, dan masyarakat.
“Regulasi sudah ada, tinggal bagaimana kita jalankan secara konsisten. Kesadaran dan keterlibatan masyarakat menjadi faktor utama dalam menjaga kebersihan sungai,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa persoalan air tidak bisa dipisahkan dari kondisi lingkungan secara keseluruhan. Kerusakan ekosistem dan pencemaran akan berdampak langsung terhadap kualitas serta ketersediaan air bersih.
Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan momentum Hari Air Sedunia sebagai titik balik dalam memperkuat kepedulian terhadap lingkungan, khususnya sungai sebagai sumber kehidupan.
“Kegiatan seperti ini harus terus dilanjutkan dan diperluas. Ini bukan hanya tentang hari ini, tetapi tentang masa depan generasi kita,” katanya.
Kegiatan susur sungai ini berlangsung dari titik awal di Kampung Serab, GDC hingga berakhir di kawasan SMP Negeri 34 Depok. H. Hamzah berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan aman serta menjadikan pengalaman tersebut sebagai dorongan untuk terus menjaga lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.
Menutup pernyataannya, ia menegaskan bahwa komitmen menjaga air harus menjadi gerakan bersama yang berkelanjutan.
“Menjaga air adalah menjaga masa depan. Ini adalah tanggung jawab bersama yang harus terus kita rawat dan perjuangkan,” tutupnya. (el’s)




