Depok | Sketsa Online — Silaturahmi politik yang mempertemukan jajaran Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Gerindra di Kota Depok menjadi penanda menguatnya konsolidasi pasca-Pilkada. Pertemuan yang berlangsung di kediaman Pradi Supriatna, kawasan Beji, Kota Depok, pada Jumat (27/3/2026) ini digelar dalam suasana hangat Idulfitri.
Lebih dari sekadar ajang temu, silaturahmi ini menjadi forum penegasan arah politik bersama: memperkuat harmoni, membangun sinergi, serta menempatkan kepentingan publik di atas dinamika kontestasi.
Ketua DPD PKS Kota Depok, Heridianto, S.K.M., menegaskan bahwa silaturahmi tersebut merupakan bagian dari agenda strategis untuk memperkokoh fondasi kebersamaan dalam pembangunan daerah.
“Kita ingin Depok menjadi kota yang lebih kuat. Karena itu, harmoni dan sinergi harus terus dibangun agar pembangunan berjalan optimal dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas sambutan tokoh Gerindra, Pradi Supriatna, yang dinilai sarat pesan kebangsaan dan mencerminkan kedewasaan politik.
“Kami mengucapkan terima kasih atas sambutan hangat dan nasihat yang diberikan. Ini menjadi energi positif bagi kami untuk memperkuat kebersamaan,” katanya.
Heridianto turut menyoroti kehadiran Ketua DPRD Kota Depok, Ade Supriatna, sebagai simbol kuatnya kolaborasi lintas elemen politik dan kelembagaan.
“Penerimaan dari Ketua DPRD sangat luar biasa. Ini menunjukkan bahwa ruang kolaborasi di Depok terbuka luas,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Depok dari Fraksi PKS, Ade Supriatna, menegaskan bahwa momentum Idulfitri harus dimaknai sebagai ruang rekonsiliasi politik yang substantif.
“Sekat-sekat politik tidak boleh membuat kita bermusuhan. Setelah kontestasi, kita kembali sebagai satu keluarga besar Depok. Baik buruknya kota ini bergantung pada kita semua,” tegasnya.
Ade menekankan bahwa dalam sistem pemerintahan daerah tidak dikenal istilah oposisi, sebagaimana merujuk pada Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.
“Eksekutif dan legislatif adalah satu kesatuan unsur penyelenggara pemerintahan. Perbedaan boleh ada, tetapi tujuan kita tetap satu, yaitu melayani masyarakat,” ujarnya.
Ia mengungkapkan bahwa sikap tersebut telah disampaikan sejak awal pasca-Pilkada dalam berbagai forum resmi DPRD.
“Sejak awal saya tegaskan tidak ada oposisi. Jika masih ada perbedaan, itu residu politik yang harus segera diakhiri,” katanya.
Ade juga mengingatkan seluruh elemen, termasuk partai politik, relawan, dan aparatur sipil negara (ASN), agar tidak terjebak dalam polarisasi politik.
“ASN harus netral dan tidak terlibat dalam dinamika politik. Semua harus kembali fokus pada pelayanan publik,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa esensi politik adalah menjalankan amanah masyarakat.
“Masyarakat ingin kehidupan yang lebih mudah, lebih sejahtera, dan pelayanan publik semakin baik. Politik selesai saat kepala daerah terpilih,” tandasnya.
Anggota DPRD Kota Depok dari PKS, Ade Firmansyah, menyebut silaturahmi ini sebagai langkah konkret memperkuat komunikasi politik antara PKS dan Gerindra, dari pusat hingga daerah.
“Komunikasi yang baik menjadi kunci agar kebijakan berjalan efektif dan tidak mengalami hambatan di lapangan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa seluruh energi politik saat ini harus difokuskan pada pembangunan.
“Kontestasi telah selesai. Kini saatnya kita memastikan setiap kebijakan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.
Menurutnya, dinamika politik harus dijalankan dengan kedewasaan dan menjunjung tinggi sportivitas.
“Dalam politik seperti pertandingan. Setelah selesai, kita harus bersalaman dan bekerja sama demi kepentingan bersama,” jelasnya.
Ketua Komisi A DPRD Kota Depok, Khairulloh, turut mengapresiasi silaturahmi tersebut sebagai wujud nyata politik kebersamaan.
“Kita sedang berlomba dalam kebaikan. Silaturahmi ini harus terus diperluas agar sinergi semakin kuat,” ujarnya.
Ia menegaskan komitmennya untuk mendukung jalannya pemerintahan daerah.
“Kami siap bersinergi demi terwujudnya Depok yang lebih maju,” tambahnya.
Sebagai tuan rumah, Anggota DPRD Jawa Barat sekaligus Ketua DPC Partai Gerindra Depok, Pradi Supriatna, menilai silaturahmi politik sebagai fondasi penting dalam membangun komunikasi yang sehat dan produktif.
“Melalui silaturahmi, kita bisa saling mendengar, memberi masukan, dan menyatukan langkah untuk kepentingan masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, masyarakat membutuhkan kebijakan yang cepat, tepat, dan mudah dipahami.
“Dengan komunikasi yang baik, kita bisa bergerak lebih cepat dan memastikan program pembangunan berjalan efektif,” katanya.
Pradi optimistis soliditas antara PKS dan Gerindra akan memperkuat pembangunan di Kota Depok.
“Jika semua sudah satu komando, pembangunan akan berjalan lebih cepat, lebih kuat, dan hasilnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” pungkasnya.
Silaturahmi ini menegaskan bahwa konsolidasi politik antara PKS dan Gerindra di Kota Depok kian solid dan matang. Dengan semangat tanpa oposisi, satu komando, dan kebersamaan, seluruh elemen diharapkan mampu menjaga stabilitas pemerintahan serta menghadirkan kebijakan yang berpihak pada kepentingan masyarakat secara berkelanjutan. (el’s)




