Depok | Sketsa Online – Baru menjabat sebagai Ketua Umum BPC Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Depok, Ardian Fajar Prastyawan langsung menunjukkan langkah konkret dengan mendorong masuknya investasi baru di Kota Depok.
Melalui kolaborasi antara BPC HIPMI Depok, BPC HIPMI Tangerang, dan Perumnas, investasi senilai Rp7,6 miliar digelontorkan untuk pembangunan fasilitas olahraga padel sekaligus pengembangan sektor UMKM di kawasan Apartemen Mahata Margonda.
Ardian menegaskan, kolaborasi lintas daerah antara HIPMI Depok dan HIPMI Tangerang bersama BUMN tersebut merupakan langkah strategis dalam memperkuat ekosistem bisnis sekaligus mendorong aktivitas ekonomi baru di kawasan Margonda.
“Sinergi babarengan antara BPC HIPMI Depok–Tangerang dan BUMN di Apartemen Mahata Margonda ini sangat strategis. Selain menghadirkan fasilitas olahraga yang sedang tren seperti padel, kolaborasi ini juga membuka peluang usaha baru bagi UMKM,” ujar Ardian, pada Minggu (8/3/2026).
Tak hanya itu, Ia menjelaskan, total nilai investasi yang digerakkan dalam proyek tersebut mencapai sekitar Rp7,6 miliar. Rinciannya, pembangunan fasilitas olahraga padel menelan investasi sekitar Rp7 miliar, sedangkan pengembangan sektor kuliner melalui UMKM kafe L’Nuca Molas Coffee and Eatery mencapai sekitar Rp600 juta.
Menurut Ardian, investasi tersebut berasal dari investor yang merupakan anggota BPC HIPMI Tangerang yang kemudian berkolaborasi dengan BPC HIPMI Depok dalam pengelolaan serta pengembangan bisnis di kawasan tersebut. Kerja sama ini sekaligus menjadi contoh nyata sinergi antaranggota HIPMI lintas daerah dalam mendorong investasi dan membuka peluang usaha baru.
Ardian menuturkan, proyek ini tidak hanya menghadirkan fasilitas olahraga modern yang saat ini tengah digandrungi masyarakat perkotaan, tetapi juga menjadi pintu masuk bagi pengembangan sektor kuliner dan UMKM di kawasan hunian strategis di Depok.
Ia mengungkapkan bahwa soft opening L’Nuca Molas Coffee and Eatery menjadi salah satu langkah awal dalam menghidupkan aktivitas ekonomi di area tersebut, sekaligus memberikan ruang bagi pelaku usaha muda untuk ikut berpartisipasi dalam pengembangan bisnis.
“Kami melihat potensi ekonomi di kawasan ini sangat besar. Kehadiran sarana olahraga padel dan kafe ini tentu akan menciptakan lapangan kerja dan peluang usaha baru bagi masyarakat,” katanya.
Selain itu, Ardian juga menyebutkan bahwa masih banyak kios UMKM di kawasan Apartemen Mahata Margonda yang belum terisi dan siap dikembangkan, terutama untuk sektor makanan dan minuman (F&B). Hal tersebut membuka peluang besar bagi pelaku usaha muda untuk mengembangkan bisnisnya.
“Potensi penyerapan tenaga kerja juga cukup tinggi, bisa lebih dari 50 orang. Hal ini karena kios-kios UMKM, khususnya di sektor F&B, masih banyak yang bisa dikembangkan bersama,” jelasnya.
Lebih lanjut, Ardian menegaskan bahwa BPC HIPMI Depok tidak hanya fokus pada investasi, tetapi juga pada penguatan ekosistem kewirausahaan di Kota Depok melalui berbagai program pendampingan bagi para pelaku UMKM.
Program tersebut antara lain meliputi literasi keuangan, kurasi produk, hingga pendampingan usaha agar para pelaku UMKM mampu meningkatkan kualitas bisnis dan berkembang secara berkelanjutan.
“BPC HIPMI Depok akan gencar melakukan literasi keuangan, pendampingan UMKM, serta kurasi usaha agar kegiatan ekonomi di Depok terus tumbuh dan semakin kuat,” tegas Ardian.
Menutup pernyataannya, Ia berharap kolaborasi antara Himpunan Pengusaha Muda Indonesia dan BUMN seperti Perumnas dapat terus diperluas dalam berbagai proyek pengembangan ekonomi ke depan.
“Sinergi antara pengusaha muda dan BUMN tidak hanya mendorong masuknya investasi baru, tetapi juga membangun ekosistem bisnis yang sehat, membuka peluang usaha bagi UMKM, serta memperkuat jaringan pengusaha muda di berbagai daerah, khususnya di Kota Depok,” tutupnya. (el’s)




