Depok | Sketsa Online – Wali Kota Depok, Supian Suri, menegaskan komitmen Pemerintah Kota Depok dalam membangun Kecamatan Tapos tidak hanya sebagai etalase kota di wilayah perbatasan, tetapi juga sebagai kawasan dengan sumber daya manusia (SDM) yang unggul.
Hal itu disampaikannya saat menghadiri kegiatan Tarawih Keliling (Tarling) bersama warga di Masjid Ar-Rohman Cimpaeun, Jalan Raya Cimpaeun, Kecamatan Tapos, Kota Depok pada Selasa (3/3/26).
Dalam kegiatan yang juga menjadi ajang dialog dengan masyarakat itu, Supian mendengarkan langsung berbagai aspirasi warga, mulai dari persoalan infrastruktur jalan, kebersihan lingkungan, pendidikan hingga peluang lapangan kerja.
Ia menilai Tapos memiliki posisi strategis karena berbatasan langsung dengan Kabupaten Bogor. Oleh karena itu, kawasan tersebut perlu ditata agar memiliki wajah kota yang lebih rapi dan nyaman.
“Saya ingin ketika orang masuk ke Tapos suasananya sudah terasa seperti kota, bukan lagi seperti desa,” ujarnya.
Sebagai bagian dari penataan kawasan, Pemerintah Kota Depok juga berencana merapikan dan memperbaiki jalan utama di wilayah Tapos sepanjang sekitar delapan kilometer. Jalan-jalan yang rusak atau berlubang akan diperbaiki secara bertahap agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat.
“Kita ingin jalan di Tapos lebih rapi, bagus, dan tidak bolong-bolong. Ruang-ruang di sekitar jalan yang masih bisa dimaksimalkan juga akan kita tata,” kata Supian.
Selain infrastruktur, ia juga menyoroti pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Pemerintah Kota Depok telah membentuk Tim Maung Asri yang bertugas memantau kondisi lingkungan serta menindak persoalan kebersihan, termasuk pembuangan sampah liar.
Pemkot Depok juga tengah menjalin kerja sama dengan pihak swasta dalam pengolahan sampah dengan target mampu menangani sekitar 1.000 ton sampah per hari guna mengurangi beban penumpukan sampah di kota tersebut.
Di bidang pendidikan, Supian menegaskan bahwa pendidikan merupakan modal utama bagi generasi muda. Ia menekankan agar tidak ada anak di Tapos yang putus sekolah.
“Modal utama untuk anak-anak kita adalah pendidikan. Jangan sampai ada warga Tapos yang putus sekolah,” tegasnya.
Untuk mendukung hal tersebut, Pemerintah Kota Depok juga mendorong program wajib belajar 13 tahun yang dimulai sejak pendidikan usia dini seperti PAUD, TK, atau RA sebelum melanjutkan ke jenjang sekolah dasar.
Lebih lanjut, pemerintah juga menyiapkan program RSSG (Rintisan Sekolah Swasta Gratis) sebagai salah satu upaya memperluas akses pendidikan bagi masyarakat, khususnya bagi keluarga yang membutuhkan.
Sementara untuk membuka peluang kerja bagi generasi muda, Pemkot Depok menyiapkan sejumlah program, salah satunya program magang bagi lulusan SMK ke Jepang. Selain itu, pemerintah juga bekerja sama dengan sektor perhotelan yang menyediakan sekitar 100 kuota magang bagi anak-anak muda.
Supian berharap berbagai program tersebut dapat menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mendorong kemajuan wilayah Tapos. Ia juga menekankan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi membutuhkan dukungan aktif dari masyarakat.
“Program pemerintah tidak akan berjalan maksimal tanpa dukungan warga. Karena itu kita harus bersama-sama membangun Depok agar lebih maju, bersih, dan memiliki SDM yang unggul,” tutupnya. (el’s)




