Depok | Sketsa Online – Kepala Kantor Pertanahan Kota Depok, Budi Jaya, menegaskan pentingnya soliditas organisasi dan integritas kerja seluruh pegawai untuk mencapai target 6.000 sertipikat dalam Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) tahun 2026 di Depok.
Hal tersebut disampaikan Budi Jaya saat memimpin kegiatan Bincang Pagi bersama jajaran pejabat struktural dan pegawai di lingkungan Kantor Pertanahan Kota Depok, pada Selasa (3/3/2026).
Kegiatan rutin tersebut menjadi forum internal untuk memperkuat komitmen, membangun soliditas, serta menyamakan visi dalam menghadapi tantangan pelayanan pertanahan.
Budi Jaya menyampaikan bahwa mutasi dan penempatan pegawai merupakan dinamika yang wajar dalam sebuah organisasi.
Menurutnya, hal tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran sekaligus penguatan kapasitas sumber daya manusia, khususnya bagi pegawai baru yang bergabung melalui skema Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
“Mutasi adalah hal yang lumrah. Yang terpenting adalah bagaimana kita mampu beradaptasi dengan cepat dan menunjukkan kinerja terbaik di tempat tugas yang baru,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ia juga mengingatkan bahwa masyarakat Kota Depok memiliki karakter yang heterogen, baik dari sisi agama, adat istiadat, maupun latar belakang sosial. Keberagaman tersebut, harus dipahami sebagai kekayaan budaya yang memperkuat semangat pelayanan publik.
“Depok adalah wilayah yang heterogen. Keberagaman ini harus kita maknai sebagai keindahan budaya Nusantara yang wajib kita hargai,” katanya.
Budi Jaya turut mengajak seluruh pegawai untuk segera beradaptasi dengan lingkungan kerja baru dan meninggalkan pola kerja yang kurang produktif dari satuan kerja sebelumnya. Ia menekankan pentingnya membawa nilai-nilai positif serta menunjukkan etos kerja profesional sebagai bentuk rasa syukur atas amanah yang diberikan.
Selain itu, ia menegaskan pentingnya membangun budaya kerja tanpa sekat di lingkungan kantor. Seluruh pegawai, mulai dari pimpinan hingga staf, diminta untuk saling mengenal, berdiskusi, serta memahami peran masing-masing sebagai satu kesatuan tim.
“Tidak boleh ada pengelompokan. Kita semua adalah satu keluarga besar Kantor Pertanahan Kota Depok. Koordinasi yang kuat akan mempercepat pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Budi Jaya juga menyoroti target Program PTSL tahun 2026 sebanyak 6.000 sertipikat di Kota Depok. Target tersebut dinilai sebagai tantangan besar yang membutuhkan kerja kolektif, disiplin, dan integritas seluruh jajaran.
Ia berharap kehadiran pegawai baru dapat membawa energi serta perspektif segar dalam pelaksanaan program tersebut, sehingga semakin meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan pertanahan.
“Masyarakat Depok dikenal kritis. Karena itu kita harus terus memperluas wawasan dan menjaga integritas. Jaga kualitas pekerjaan dimulai dari awalnya,” tandasnya.
Melalui kegiatan Bincang Pagi ini, Kantor Pertanahan Kota Depok berharap forum tersebut tidak sekadar menjadi agenda rutin, tetapi juga menjadi ruang refleksi dan penguatan komitmen bersama untuk mewujudkan pelayanan pertanahan yang profesional, transparan, dan akuntabel bagi masyarakat. (el’s)




