Momentum Hari Ibu, Camat Sukmajaya Tegaskan Kebijakan Pro-Perempuan dan Keluarga Rentan

Depok | Sketsa Online – Momentum peringatan Hari Ibu dimanfaatkan Camat Sukmajaya, Kota Depok, Christine Desima Arthauli, untuk menegaskan keberpihakan pemerintah terhadap perempuan, khususnya perempuan kepala keluarga dan keluarga rentan, melalui kebijakan nyata yang menyentuh langsung aspek ekonomi, sosial, dan ketahanan keluarga.

Christine menegaskan bahwa perempuan sejak awal diciptakan sebagai penolong dalam kehidupan, namun dalam banyak kondisi justru harus mengambil peran lebih berat sebagai tulang punggung keluarga akibat perpisahan atau ditinggal wafat pasangan. Kondisi tersebut, menurutnya, tidak boleh menjadi alasan untuk melemahkan perempuan.

“Perempuan itu memiliki ekstra tenaga, ekstra hati, ekstra kesabaran, dan banyak kelebihan positif lainnya. Karena itu, perempuan, khususnya ibu yang menjadi single parent, harus memanfaatkan kekuatan tersebut untuk tetap membesarkan anak-anaknya dengan cara terbaik,” ujarnya pada Senin (22/12).

Ia meyakini bahwa setiap persoalan memiliki jalan keluar selama ada kemauan dan dukungan yang tepat dari lingkungan serta pemerintah.

Sebagai wujud konkret kepedulian tersebut, Camat Sukmajaya mengungkapkan bahwa sejak sekitar tiga bulan terakhir pihaknya telah mengaktifkan Program Perempuan Kepala Keluarga (PEKA) di Kecamatan Sukmajaya.

Baca juga:  Kompak Lawan Hoaks, Umar Dhani Ajak Warga Bogor Perkuat Persatuan dan Keamanan Kota

Program ini menghimpun perempuan single parent serta perempuan yang suaminya tidak lagi mampu menjadi pencari nafkah utama sehingga peran ekonomi keluarga harus ditopang oleh istri.

“Melalui PEKA, ibu-ibu kami dorong untuk tetap produktif, baik melalui usaha kecil, berjualan, maupun ekonomi kreatif lainnya yang bisa dilakukan dari rumah,” jelas Camat Sukmajaya.

Dalam pelaksanaannya, Kecamatan Sukmajaya menyediakan sudut UMKM PEKA di lingkungan kantor kecamatan. Setiap hari kerja, mulai pukul 07.00 atau 07.30 WIB hingga pukul 15.00 WIB, para anggota PEKA diberi ruang untuk memasarkan produk yang mereka produksi sendiri.

Lebih lanjut, Ia menyampaikan bahwa berdasarkan evaluasi selama dua bulan terakhir, program tersebut mendapat respons positif dari para peserta. Aktivitas pelayanan publik yang cukup ramai di kantor kecamatan membuat produk-produk PEKA memiliki peluang besar untuk terjual.

“Alhamdulillah, ibu-ibu sangat senang dan mengapresiasi program ini karena hampir setiap hari ada saja produk mereka yang laku. Ini salah satu inovasi yang kami lakukan belakangan ini untuk membantu perempuan tetap berdaya,” katanya.

Baca juga:  Ancaman Digital Mengintai Sekolah, Edi Masturo Dorong Sistem Pencegahan Terintegrasi

Selain pemberdayaan ekonomi, Camat Sukmajaya juga menekankan pentingnya perlindungan sosial yang terstruktur. Ia menjelaskan bahwa di setiap kelurahan terdapat petugas Program Keluarga Harapan (PKH) dari Kementerian Sosial yang bertugas mendata keluarga dengan keterbatasan ekonomi berdasarkan indikator desil satu hingga desil lima.

“Jika sebuah keluarga masuk dalam kategori desil satu sampai lima, maka pemerintah wajib hadir memberikan bantuan sosial, bantuan pemberdayaan ekonomi, layanan kesehatan, pendidikan, hingga bantuan sembako,” jelasnya.

Tak hanya itu, Christine juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan kondisi keluarga rentan melalui petugas PKH di kelurahan atau berkoordinasi aktif dengan RT dan RW. Informasi tersebut, kata dia, akan diteruskan secara berjenjang hingga ke tingkat kecamatan untuk ditindaklanjuti.

Data yang dihimpun mencakup berbagai kondisi sosial, mulai dari balita, anak dan remaja, ibu hamil, perempuan kepala keluarga, penyandang disabilitas, hingga keluarga dengan risiko sosial lainnya.

Kemudian, Christine menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Depok di bawah kepemimpinan Wali Kota Supian Suri telah menunjukkan perhatian serius terhadap kelompok rentan melalui berbagai program yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Baca juga:  Dinsos Depok Mantapkan Pemutakhiran DTSEN, Tingkatkan IPM dan Kesejahteraan Warga

“Ini bukan soal keretaan, tetapi kerentanan. Keluarga rentan, anak rentan, ibu hamil yang rentan, semua memiliki risiko sosial yang harus diperhatikan negara,” tegas Camat Sukmajaya.

Menurutnya, keberhasilan kebijakan sangat bergantung pada kolaborasi antara masyarakat, aparat kelurahan, kecamatan, hingga dinas dan instansi terkait.

Seluruh data dan kebutuhan masyarakat juga menjadi bahan penting bagi perencanaan pembangunan daerah agar program pemerintah tidak terputus dan benar-benar tepat sasaran.

Ia menambahkan bahwa pemberdayaan perempuan kepala keluarga juga berada di bawah naungan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3P2KB) yang memiliki program khusus untuk ibu-ibu PEKA.

Menutup pernyataannya, Christine menegaskan komitmen Kecamatan Sukmajaya untuk mengawal dan memastikan kesinambungan seluruh program pemerintah kota hingga ke tingkat paling bawah.

“Untuk para ibu yang sungguh-sungguh berniat membesarkan anak-anaknya walaupun seorang diri, jangan lemah. Tetap kuat. Jalan itu selalu ada jika ada kemauan. Bergabunglah dengan komunitas yang sehat dan membangun, gali potensi diri, dan yakinlah bahwa pemerintah kota akan memberikan perhatian terbaik,” tutupnya. (el’s)

Latest

Rudy Susmanto Percepat 6.500 Rumah Layak Huni, Pemerintah Pusat Turun Tangan

BOGOR | Sketsa Online – Upaya Pemerintah Kabupaten Bogor...

Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Natal, Camat Natal Bacakan Pidato Ketua BPIP

Mandailing Natal, | Sketsa Online.com - Peringatan Hari Lahir...

Belajar Melepas untuk Memberi: Hikmah Kurban ala Dandim 0508/Depok

Depok | Sketsa Online - Hari Raya Idul Adha...

Sembelih Ego Lewat Kurban, Iwan Setiawan Sebut Idul Adha Momentum Muhasabah di Era Modern

Depok | Sketsa Online – Hari Raya Idul Adha...

Newsletter

Don't miss

Rudy Susmanto Percepat 6.500 Rumah Layak Huni, Pemerintah Pusat Turun Tangan

BOGOR | Sketsa Online – Upaya Pemerintah Kabupaten Bogor...

Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Natal, Camat Natal Bacakan Pidato Ketua BPIP

Mandailing Natal, | Sketsa Online.com - Peringatan Hari Lahir...

Belajar Melepas untuk Memberi: Hikmah Kurban ala Dandim 0508/Depok

Depok | Sketsa Online - Hari Raya Idul Adha...

Sembelih Ego Lewat Kurban, Iwan Setiawan Sebut Idul Adha Momentum Muhasabah di Era Modern

Depok | Sketsa Online – Hari Raya Idul Adha...

Rudy Susmanto Percepat 6.500 Rumah Layak Huni, Pemerintah Pusat Turun Tangan

BOGOR | Sketsa Online – Upaya Pemerintah Kabupaten Bogor dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penyediaan hunian yang layak terus menunjukkan perkembangan positif. Komitmen...

Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Natal, Camat Natal Bacakan Pidato Ketua BPIP

Mandailing Natal, | Sketsa Online.com - Peringatan Hari Lahir Pancasila perdana dilaksanakan di Lapangan Merdeka Natal pada Senin (1/6/2026). Bertindak selaku Inspektur Upacara (Irup) Camat...

Belajar Melepas untuk Memberi: Hikmah Kurban ala Dandim 0508/Depok

Depok | Sketsa Online - Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah dimaknai Kodim 0508/Depok bukan sekadar momentum penyembelihan hewan kurban, tetapi juga sebagai sarana...