Depok | Sketsa Online – Dalam upaya menjaga keamanan lingkungan sekaligus membina karakter generasi muda, Lurah Jatijajar R. Herdandi Suherman mengajak seluruh warga untuk menghidupkan kembali budaya Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling).
Melalui ronda malam dan sinergi antarwarga, pemerintah kelurahan berupaya menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan berdaya sosial tinggi.
Langkah ini sekaligus merupakan bentuk tindak lanjut dari Surat Edaran (SE) Wali Kota Depok Supian Suri Nomor B/300/638/Bakesbangpol/2025 tentang Peningkatan Upaya Pencegahan Gangguan Keamanan, Ketertiban Umum, dan Ketenteraman Masyarakat kepada Seluruh Masyarakat Kota Depok.
Dalam SE tersebut, Wali Kota mengimbau agar setiap kelurahan mengaktifkan kembali Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) untuk menjaga wilayah tetap aman, damai, kondusif, dan penuh kerukunan.
Herdandi menyampaikan bahwa kegiatan Siskamling di wilayah Jatijajar hingga kini masih berjalan berkat dukungan masyarakat dan keberadaan Kelompok Sadar Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Pokdar Kamtibmas). Ia menilai, kolaborasi antara warga dan pihak kepolisian menjadi kunci utama terciptanya rasa aman di lingkungan.
“Alhamdulillah, untuk wilayah Jatijajar, Pokdar kita masih aktif. Ronda malam masih berjalan, dan warga tetap menjaga keamanan bersama. Kami juga sudah menghimbau kepada setiap RW agar menggalakkan kembali kegiatan ronda di lingkungannya,” ujar Herdandi di kantornya pada Jumat (7/11).
Namun, ia mengakui masih terdapat kendala berupa hilangnya beberapa pos ronda di sejumlah titik. Untuk sementara, warga diarahkan memanfaatkan fasilitas umum seperti kantor RW atau Posyandu sebagai tempat berkumpul para petugas ronda. Pihak kelurahan juga berkoordinasi untuk mengupayakan sarana dan prasarana tambahan agar kegiatan tersebut dapat berjalan lebih optimal.
Selain menjaga keamanan lingkungan, Siskamling juga diharapkan berperan dalam mencegah kenakalan remaja dan membangun moral generasi muda. Herdandi menekankan pentingnya pengawasan bersama, baik oleh perangkat RT/RW, kader PKK, maupun Posyandu, agar anak-anak dan remaja tidak berkeliaran hingga larut malam.
“Kami mengikuti himbauan jam malam pelajar, sampai pukul sembilan atau sepuluh malam. Kalau masih ada remaja yang nongkrong hingga larut, kader dan petugas ronda kami minta ikut menegur dengan cara yang baik,” tuturnya.
Lebih lanjut, Ia menambahkan, secara umum kondisi keamanan di Jatijajar tergolong aman dan kondusif. Meski demikian, titik-titik tertentu seperti area terminal tetap mendapat perhatian khusus karena aktivitas kendaraan pada malam hari. Pihak kelurahan pun terus berkoordinasi dengan aparat kepolisian dan masyarakat untuk memastikan keamanan tetap terjaga.
Menutup keterangannya, Lurah Jatijajar mengimbau agar warga tidak hanya aktif menjaga lingkungan sendiri, tetapi juga menumbuhkan rasa peduli sosial dan tanggung jawab bersama.
“Kalau masih di wilayah kita, tentu kita ingatkan bersama. Tapi kalau sudah di luar lingkungan, itu sudah tanggung jawab aparat. Yang penting kita mulai dari wilayah masing-masing,” tutupnya. (el’s)




