Depok | Sketsa Online – Bendahara DPC Partai Gerindra Kota Depok sekaligus Anggota Komisi A DPRD Kota Depok, H. Edi Masturo, memberikan respons terkait polemik pernyataan Presiden RI Prabowo Subianto mengenai “orang desa tidak memakai dolar” yang ramai diperbincangkan di ruang publik dan media sosial.
Menurut Edi Masturo, pernyataan Presiden Prabowo harus dipahami secara menyeluruh dalam konteks pembangunan ekonomi nasional yang berpihak kepada rakyat kecil, bukan dimaknai secara sempit ataupun dipotong sebagian sehingga menimbulkan persepsi yang berbeda.
Ia menilai, Presiden Prabowo sedang mengingatkan pentingnya membangun fondasi ekonomi nasional yang kuat dari dalam negeri, terutama melalui penguatan sektor pertanian, UMKM, ketahanan pangan, industri nasional, dan ekonomi berbasis kerakyatan.
“Yang diperjuangkan Presiden itu rakyat kecil. Jadi jangan melihat hanya dari potongan kalimat yang viral, tetapi pahami pesan besar yang ingin disampaikan kepada masyarakat,” ujar Edi Masturo, Kamis (21/5/2026).
Edi menjelaskan, situasi ekonomi dunia saat ini sedang menghadapi tantangan yang kompleks. Ketidakpastian geopolitik, perang dagang, fluktuasi nilai tukar mata uang, hingga kenaikan harga energi global menjadi faktor yang dapat memengaruhi stabilitas ekonomi banyak negara, termasuk Indonesia.
Karena itu, Presiden Prabowo ingin Indonesia memiliki kekuatan ekonomi yang lebih mandiri dan tidak terlalu bergantung terhadap tekanan eksternal.
“Kalau ekonomi kita hanya bergantung pada kondisi global, tentu akan rentan. Tetapi kalau sektor riil di dalam negeri kuat, produksi nasional berjalan, pangan aman, UMKM tumbuh, maka Indonesia akan lebih tahan menghadapi gejolak dunia,” katanya.
Ia menambahkan bahwa masyarakat desa memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional. Desa bukan hanya dipandang sebagai wilayah administratif, tetapi sebagai pusat produksi pangan, pertanian, peternakan, hingga penggerak ekonomi lokal yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat.
Dalam pandangannya, pesan Presiden Prabowo sebenarnya ingin menekankan bahwa pembangunan nasional harus dimulai dari kebutuhan dasar rakyat, seperti kestabilan harga pangan, ketersediaan lapangan pekerjaan, kemudahan akses usaha, dan meningkatnya kesejahteraan masyarakat kecil.
“Presiden sedang berbicara soal ekonomi yang nyata dirasakan rakyat. Ketika petani bisa menanam dengan baik, pedagang kecil bisa berdagang dengan tenang, nelayan bisa melaut, dan UMKM berkembang, itu artinya ekonomi nasional sedang bergerak,” jelasnya.
Sebagai anggota Komisi A DPRD Kota Depok, Edi juga menilai pembangunan ekonomi modern tidak cukup hanya bertumpu pada sektor finansial dan pertumbuhan angka statistik semata. Menurutnya, pembangunan harus memiliki dampak langsung terhadap kualitas hidup masyarakat.
Ia mengatakan, konsep ekonomi kerakyatan yang disampaikan Presiden Prabowo sejalan dengan semangat membangun pemerataan pembangunan, memperkuat daya beli masyarakat, dan menciptakan ketahanan ekonomi nasional dari bawah.
“Bangsa yang kuat bukan hanya bangsa yang memiliki pertumbuhan ekonomi tinggi, tetapi bangsa yang rakyatnya kuat, produktif, dan mampu memenuhi kebutuhan dasarnya secara mandiri,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Edi juga mengingatkan pentingnya literasi digital di tengah perkembangan media sosial yang sangat cepat. Ia menilai masyarakat perlu lebih bijak dalam menyaring informasi agar tidak mudah terpengaruh oleh potongan narasi yang dapat memicu kesalahpahaman.
“Di era digital sekarang, satu potongan video atau kalimat bisa langsung viral tanpa konteks utuh. Karena itu masyarakat harus cerdas dan objektif dalam memahami informasi,” tuturnya.
Ia menegaskan bahwa kritik dalam demokrasi merupakan hal yang wajar, namun substansi kebijakan dan tujuan pembangunan nasional tetap harus menjadi fokus utama dalam melihat setiap pernyataan pemimpin negara.
“Kalau kita melihat secara utuh, Presiden Prabowo sedang mengajak bangsa ini untuk memperkuat kemandirian ekonomi nasional dan memastikan rakyat kecil menjadi prioritas pembangunan,” katanya.
Menutup pernyataannya, sebagai kader Partai Gerindra, Edi Masturo menyampaikan dukungan penuh terhadap langkah dan kebijakan Presiden Prabowo dalam membangun ekonomi Indonesia yang lebih mandiri, produktif, dan berkeadilan sosial.
“Semangat Pak Prabowo. Kami di daerah siap mendukung program-program Presiden demi kesejahteraan rakyat, penguatan ekonomi nasional, dan masa depan Indonesia yang lebih kuat,” tutupnya. (el’s)




