Depok | Sketsa Online – Pemerintah Kota Depok mulai merealisasikan penataan infrastruktur telekomunikasi dengan menurunkan kabel udara ke bawah tanah di sepanjang Jalan Raya Tapos. Program ini menjadi langkah awal Pemkot Depok dalam mewujudkan kawasan perkotaan yang lebih rapi, aman, dan estetis melalui konsep kawasan bebas kabel udara.
Penataan jaringan utilitas tersebut dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Depok melalui Bidang Bina Konstruksi bekerja sama dengan PT Telkom Indonesia dan Asosiasi Penyelenggara Jasa Telekomunikasi (APJATEL).
Jalan Raya Tapos dipilih sebagai lokasi awal pelaksanaan karena merupakan salah satu koridor utama di wilayah timur Kota Depok yang setiap hari dilalui masyarakat untuk aktivitas ekonomi maupun transportasi. Penataan kabel di kawasan ini diharapkan memberikan dampak visual yang signifikan sekaligus menjadi model penataan utilitas modern untuk wilayah lain di Kota Depok.
Kepala Dinas PUPR Kota Depok, Yodi Joko Bintoro, mengatakan pekerjaan penurunan kabel udara atau undergrounding mulai dilaksanakan pekan ini sebagai bagian dari komitmen pemerintah dalam membangun tata kota yang lebih modern dan tertata.
“Dalam minggu ini, Bidang Bina Konstruksi Dinas PUPR bersama operator telekomunikasi, yakni Telkom dan APJATEL, akan mulai melaksanakan penurunan kabel udara,” ujar Yodi, Senin (18/5/2026).
Menurutnya, tahap awal pengerjaan difokuskan di sepanjang Jalan Raya Tapos, dimulai dari depan Kantor Kecamatan Tapos hingga kawasan Jembatan Karaba. Proses pengerjaan dilakukan secara bertahap guna meminimalisir dampak terhadap lalu lintas maupun aktivitas warga sekitar.
“Penurunan kabel ini dilakukan secara bertahap. Lokasinya dimulai dari depan Kecamatan Tapos sampai Jembatan Karaba. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati dan memaklumi apabila ada sedikit gangguan selama proses pengerjaan berlangsung,” jelasnya.
Lebih lanjut, Yodi menuturkan, keberadaan kabel udara yang menumpuk di sejumlah ruas jalan selama ini menjadi perhatian pemerintah daerah karena dinilai mengurangi estetika kawasan perkotaan.
Selain menimbulkan kesan semrawut, kabel yang menggantung di udara juga berpotensi membahayakan keselamatan apabila terjadi kerusakan jaringan atau kabel menjuntai ke badan jalan.
Karena itu, Pemerintah Kota Depok mulai mendorong penataan jaringan utilitas secara bertahap dengan memindahkan kabel telekomunikasi ke bawah tanah. Program undergrounding tersebut diharapkan mampu menciptakan wajah kota yang lebih bersih, tertib, dan nyaman dipandang masyarakat.
“Tujuan utamanya adalah memperindah estetika kota. Target besar kami dari Pemkot Depok adalah seluruh kabel udara nantinya berada di bawah tanah. Ini adalah langkah awal yang akan kami lakukan secara konsisten di berbagai titik strategis,” tegas Yodi.
Menutup pernyataannya, Yodi menegaskan program ini juga menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Depok dalam mendukung pembangunan kawasan urban yang lebih tertata dan berdaya saing. Pemerintah berharap penataan utilitas bawah tanah dapat menciptakan lingkungan jalan yang lebih aman dan nyaman sekaligus memperkuat citra Depok sebagai kota pelayanan yang terus berbenah.
“Ke depan, Pemerintah Kota Depok berencana melanjutkan program serupa secara bertahap di sejumlah ruas jalan strategis lainnya sebagai bagian dari transformasi wajah kota menuju kawasan urban yang lebih modern, tertata, dan nyaman bagi masyarakat,” tutup Yodi. (el’s)




