Kegiatan doa bersama dan tabur bunga untuk korban kecelakaan kereta api menggugah haru di Stasiun Bekasi Timur. Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, hadir langsung memimpin penghormatan sebagai bentuk empati dan solidaritas terhadap para korban dan keluarga yang ditinggalkan.
KOTA BEKASI | Sketsa Online – Pemerintah Kota Bekasi menggelar doa bersama dan tabur bunga untuk mengenang korban kecelakaan KA Argo Bromo dan KRL Commuter Line. Kegiatan tersebut berlangsung khidmat di Stasiun Bekasi Timur pada Kamis, 30 April 2026.
Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, turut hadir dalam kegiatan tersebut bersama sejumlah pejabat daerah dan masyarakat. Suasana haru menyelimuti lokasi saat doa dipanjatkan bersama demi keselamatan serta ketenangan arwah para korban.
Prosesi tabur bunga menjadi momen penuh makna sebagai simbol penghormatan terakhir. Pemerintah daerah bersama warga menunjukkan rasa duka yang mendalam atas tragedi yang terjadi.
“Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. Semoga para korban mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan,” ujar Abdul Harris Bobihoe.
Selain mengikuti doa bersama, Wawali Bekasi juga meninjau langsung kondisi gerbong KRL yang terdampak kecelakaan. Terlihat gerbong tersebut telah ditutup terpal sebagai bagian dari proses penanganan pascakejadian.
Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan langkah penanganan berjalan optimal sekaligus sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap insiden yang terjadi di wilayahnya.
Di sisi lain, masyarakat yang hadir turut larut dalam doa dan menunjukkan solidaritas tinggi. Kebersamaan antara pemerintah dan warga mencerminkan kepedulian dalam menghadapi musibah.
Pemerintah Kota Bekasi berharap kegiatan ini dapat memberikan penguatan moral bagi keluarga korban. Selain itu, momentum ini menjadi pengingat pentingnya keselamatan dalam transportasi publik.
Pemkot Bekasi juga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung proses pemulihan pascakecelakaan serta memastikan kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
Sumber: detikNews




