Depok | Sketsa Online – Ketua DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Depok, Mazhab H.M., memanfaatkan masa sidang reses pertama sebagai ruang aksi yang edukatif dan solutif melalui gerakan penghijauan berbasis masyarakat.
Dalam kegiatan yang digelar di Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, Minggu (3/5/2026), ia menyalurkan sebanyak 100 pohon produktif kepada perwakilan 10 Rukun Warga (RW).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari kelanjutan program penanaman 1.000 pohon sejak Januari 2026 yang dicanangkan PPP pada peringatan Hari Lahir ke-53. Hingga sebelum Ramadan, tercatat sebanyak 570 pohon telah ditanam di berbagai titik di Kota Depok, mulai dari lingkungan permukiman warga hingga fasilitas umum, sebagai upaya konkret memperluas ruang hijau dan meningkatkan kualitas lingkungan.
Mazhab mengungkapkan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada penanaman pohon, tetapi juga bertujuan membangun kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem di tengah laju pembangunan perkotaan.
“Reses seharusnya tidak hanya menjadi forum serap aspirasi, tetapi juga momentum menghadirkan solusi konkret di tengah masyarakat. Salah satunya melalui gerakan penghijauan yang memberi manfaat jangka panjang,” ujar Mazhab.
Ia menjelaskan, pemilihan pohon produktif yang umumnya menghasilkan buah dilakukan dengan pertimbangan strategis. Selain berfungsi sebagai penghijauan, pohon tersebut diharapkan dapat menunjang ketahanan pangan rumah tangga sekaligus membuka peluang ekonomi bagi warga.
“Pohon produktif ini bukan hanya ditanam, tetapi harus dirawat hingga memberikan hasil. Buahnya bisa dikonsumsi sendiri, bahkan jika dikelola dengan baik bisa menjadi tambahan penghasilan bagi keluarga,” katanya.
Tak hanya itu, Mazhab juga menyoroti pentingnya keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga keberlanjutan program tersebut. Ia mendorong setiap RW tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga berperan sebagai penggerak dalam mengembangkan budaya menanam dan merawat lingkungan di wilayahnya masing-masing.
Menurutnya, pembangunan kota yang berkelanjutan tidak dapat hanya mengandalkan infrastruktur fisik, tetapi juga harus diimbangi dengan peningkatan kualitas lingkungan hidup dan kesadaran ekologis masyarakat.
“Ini adalah investasi jangka panjang. Ketika masyarakat menanam hari ini, mereka sedang menyiapkan masa depan yang lebih hijau, lebih sehat, dan lebih mandiri secara ekonomi,” ucapnya.
Lebih lanjut, Mazhab mengaitkan gerakan penghijauan tersebut dengan nilai-nilai keislaman yang menekankan pentingnya menjaga alam sebagai bagian dari amanah yang harus dipelihara. Ia mengajak masyarakat untuk memandang aktivitas menanam pohon sebagai bagian dari ibadah sosial yang memiliki nilai keberkahan.
“Menjaga lingkungan adalah bagian dari tanggung jawab moral dan spiritual kita. Apa yang kita tanam hari ini bukan hanya bermanfaat secara duniawi, tetapi juga bernilai ibadah,” tuturnya.
Dengan pendekatan tersebut, ia berharap gerakan penghijauan tidak berhenti sebagai program sesaat, melainkan berkembang menjadi kebiasaan dan budaya kolektif masyarakat.
“Hijau itu indah, hijau itu islami, hijau itu PPP,” tegasnya.
Melalui kegiatan reses yang dikemas dalam aksi nyata ini, PPP Depok berupaya membangun paradigma baru bahwa agenda politik tidak hanya berkutat pada penyerapan aspirasi, tetapi juga dapat menjadi motor penggerak perubahan sosial yang berdampak langsung pada lingkungan, kesejahteraan, dan ketahanan masyarakat di masa depan.
“Perubahan besar selalu dimulai dari langkah sederhana. Menanam pohon hari ini adalah cara kita merawat harapan bahwa anak cucu kita kelak masih bisa menikmati lingkungan yang sehat, udara yang bersih, dan kehidupan yang lebih seimbang,” tutupnya. (el’s)




