Depok | Sketsa Online – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kota Depok tidak hanya berlangsung meriah, tetapi juga menghadirkan ruang pembelajaran sosial yang bermakna bagi masyarakat.
Hal ini terlihat dari tingginya partisipasi warga dalam kegiatan jalan santai bertajuk “Depok Maju” yang digelar di kawasan Balai Sarmili, Sukmajaya, Minggu (26/4/2026).
Sejak pagi hari, ribuan warga dari berbagai wilayah dan latar belakang berkumpul, berjalan bersama dalam suasana yang penuh kebersamaan. Kegiatan ini menjadi lebih dari sekadar olahraga massal, melainkan sarana membangun interaksi sosial, memperkuat kohesi, serta menumbuhkan kembali nilai-nilai gotong royong di tengah kehidupan perkotaan.
Berdasarkan catatan panitia, jumlah peserta mencapai lebih dari 10 ribu orang. Angka ini mencerminkan tingginya kesadaran masyarakat untuk terlibat aktif dalam ruang publik, sekaligus menunjukkan bahwa partisipasi warga merupakan elemen kunci dalam membangun kota yang inklusif dan berkelanjutan.
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat (Fraksi Gerindra), H. Pradi Supriatna, S.Kom., M.M.S.I., menilai fenomena ini sebagai indikator tumbuhnya modal sosial yang kuat di tengah masyarakat.
“Ini luar biasa. Minggu lalu di Curug juga ramai, dan hari ini di Sukmajaya bahkan lebih dari 10 ribu warga ikut serta. Padahal di Balai Kota juga ada kegiatan serupa di waktu yang sama,” ujarnya.
Menurut Pradi, partisipasi masyarakat dalam momentum HUT bukan hanya mencerminkan euforia perayaan, tetapi juga menjadi sinyal positif bahwa warga memiliki rasa memiliki (sense of belonging) terhadap kotanya.
“Antusiasme ini adalah kado cinta warga untuk Depok. Ini menunjukkan bahwa masyarakat tidak hanya hadir sebagai penonton pembangunan, tetapi sebagai bagian aktif yang ikut menentukan arah masa depan kota,” ungkapnya.
Tak hanya itu, Ia juga menekankan bahwa pembangunan kota modern perlu ditopang oleh dua pilar utama, yakni infrastruktur yang memadai dan kekuatan sosial yang solid. Kegiatan seperti jalan santai menjadi instrumen sederhana namun strategis untuk memperkuat hubungan antarwarga dan membangun kepercayaan sosial.
“Momentum seperti ini harus dijaga. Kebersamaan yang terbangun perlu dikembangkan menjadi energi kolektif untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan, seperti pengelolaan lingkungan, peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, hingga penguatan ekonomi berbasis komunitas,” tambahnya.
Lebih lanjut, Pradi menilai bahwa ruang-ruang publik yang partisipatif seperti ini juga berperan penting dalam menciptakan kota yang ramah bagi semua kalangan. Keterlibatan anak-anak, pemuda, hingga lansia menunjukkan bahwa inklusivitas dapat terwujud melalui aktivitas sederhana yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat.
Peringatan HUT ke-27 Depok tahun ini menjadi pengingat bahwa kemajuan kota tidak hanya diukur dari pertumbuhan fisik, tetapi juga dari kualitas hubungan sosial dan tingkat partisipasi warganya. Ketika masyarakat terlibat secara aktif, maka pembangunan akan lebih responsif, adaptif, dan berkelanjutan.
“Momentum ini mengingatkan bahwa kemajuan kota sejatinya lahir dari rasa memiliki warganya. Ketika kebersamaan terjaga, maka arah pembangunan akan lebih kuat, manusiawi, dan berkelanjutan. Dari langkah sederhana tersirat pesan besar bahwa kebersamaan adalah fondasi utama untuk membangun Depok yang lebih maju dan berkeadilan,” tutupnya. (el’s)




