Depok | Sketsa Online – Suasana haru dan khidmat menyelimuti prosesi pernikahan Muhammad Fikri Abdillah, putra Mamun Pratama selaku Sekretaris DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Depok, dengan Dereina Mayrinda Mangangantung. Akad nikah tersebut digelar di Sawangan Baru, Depok, pada Jumat (10/4/2026).
Momen sakral ini tidak hanya menjadi penyatuan dua insan dalam ikatan suci, tetapi juga sarat dengan pesan keimanan sebagai bekal mengarungi kehidupan rumah tangga.
Dalam kesempatan itu, Ketua BK DPRD sekaligus Anggota DPRD dari Fraksi PPP Kota Depok, Hj. Dr. Qonita Lutfiyah, S.E., M.M., menyampaikan wejangan spiritual yang menegaskan bahwa pernikahan merupakan bagian dari menjalankan sunnah Rasulullah SAW, sekaligus gerbang menuju kehidupan yang lebih baik, baik di dunia maupun akhirat.

Ia mengingatkan bahwa rumah tangga hendaknya dibangun sebagai surga bagi pasangan tempat kembali yang menghadirkan ketenangan, cinta, dan keberkahan.
Menurutnya, fondasi utama dalam mewujudkan keluarga sakinah, mawadah, dan warahmah adalah kesadaran bahwa tidak ada manusia yang sempurna. Oleh karena itu, suami dan istri dituntut untuk saling melengkapi, memahami, serta menguatkan satu sama lain dalam setiap kondisi.
Hj.Qonita menuturkan bahwa dinamika dalam rumah tangga merupakan hal yang wajar. Namun, keharmonisan akan tetap terjaga apabila masing-masing mampu melihat kebaikan pasangannya, terutama saat menghadapi perbedaan maupun konflik.
“Ketika suami membuat istri tidak berkenan, ingatlah kelebihannya. Begitu pula saat istri melakukan hal yang kurang menyenangkan, suami harus mengingat kebaikan istrinya. Dari situlah tumbuh sikap saling menerima dan saling ridha,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa sikap saling ridha dan keikhlasan menjadi kunci keberkahan dalam rumah tangga. Tanpa keduanya, hubungan akan mudah goyah oleh persoalan kecil. Karena itu, komunikasi yang baik, kesabaran, serta kemampuan menahan ego menjadi hal penting yang harus terus dijaga.
Ia pun mengajak kedua mempelai untuk menjadikan nilai-nilai agama sebagai pedoman utama dalam menjalani kehidupan berumah tangga. Dengan berpegang pada ajaran Al-Qur’an dan sunnah, setiap langkah diyakini akan lebih terarah dan bernilai ibadah.
“Pernikahan ini adalah ibadah terpanjang. Niatkan semuanya karena Allah SWT, agar setiap proses yang dijalani membawa keberkahan,” tambahnya.
Pada momen penuh makna tersebut, Hj. Qonita juga memanjatkan doa agar kedua mempelai senantiasa diberikan kesehatan, kebahagiaan, serta keberkahan dalam membangun rumah tangga. Keduanya diharapkan dikaruniai keturunan yang saleh dan salehah, yang kelak menjadi penyejuk hati serta memberi manfaat bagi agama, nusa, dan bangsa.
Pernikahan Muhammad Fikri Abdillah dan Dereina Mayrinda Mangangantung pun menjadi awal perjalanan panjang dalam mengarungi bahtera rumah tangga.
“Dengan landasan iman, kesabaran, serta sikap saling menguatkan, keduanya diharapkan mampu mewujudkan keluarga yang kokoh, harmonis, dan meraih kebahagiaan hingga menuju jannah bersama,” tutup Hj. Qonita (el’s)




