BGN Tanggung Biaya Korban Dugaan Keracunan MBG di Duren Sawit, Operasional Dapur Dihentikan

Jakarta | Sketsa Online Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan akan menanggung seluruh biaya pengobatan korban dalam insiden dugaan keracunan makanan pada Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Duren Sawit, Jakarta Timur. Langkah tegas juga diambil dengan menghentikan operasional dapur penyedia makanan demi menjamin keamanan pangan.

Insiden dugaan keracunan makanan terjadi dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pondok Kelapa 2, Duren Sawit, Jakarta Timur.

Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut. Ia menegaskan bahwa pihaknya bertanggung jawab penuh terhadap para korban.

Baca juga:  KPK Buka Peluang Tahanan Ajukan Tahanan Rumah, Kasus Yaqut Jadi Sorotan Publik

“Kami menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini. BGN juga akan menanggung seluruh biaya pengobatan korban di rumah sakit,” ujar Nanik saat dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu.

Sebagai bentuk respons cepat, BGN langsung menghentikan operasional dapur SPPG Pondok Kelapa. Penghentian ini dilakukan setelah ditemukan sejumlah aspek yang belum memenuhi standar keamanan pangan.

Menurut Nanik, kondisi dapur, termasuk tata letak serta Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), masih belum sesuai dengan standar yang ditetapkan. Oleh karena itu, operasional SPPG tersebut dihentikan sementara tanpa batas waktu.

Baca juga:  SPPG Panggautan 2 Buka Puasa Bersama dan Santuni Anak Yatim

Insiden ini terjadi pada Jumat (3/4), setelah sebelumnya pihak sekolah melaporkan adanya siswa yang mengalami gejala sakit perut, diare, dan mual pada Kamis (2/4) sore, usai mengonsumsi makanan dari program MBG.

Menu yang disajikan saat itu terdiri dari spaghetti bolognese, bola-bola daging, telur orak-arik tofu, sayuran campur, serta buah stroberi. Tercatat sebanyak 60 siswa terdampak dalam kejadian ini.

Baca juga:  Sentuhan Ayah di Sekolah, Investasi Mental Anak Lewat Kebijakan Sederhana

Seluruh siswa yang mengalami gejala telah mendapatkan penanganan medis. Kondisi mereka dilaporkan terus membaik.

Dugaan sementara penyebab kejadian ini berkaitan dengan kualitas makanan yang tidak lagi segar saat dikonsumsi. Faktor jeda waktu antara proses memasak dan distribusi makanan dinilai berpotensi menurunkan kualitas serta keamanan pangan.

BGN menegaskan akan memperketat pengawasan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Evaluasi menyeluruh juga dilakukan untuk memastikan standar keamanan pangan terpenuhi dan kejadian serupa tidak terulang.

Latest

Newsletter

Don't miss

Kasus Dugaan Asusila di Klub Voli Depok, Tanggung Jawab Pengelola Fasilitas Disorot

Depok | Sketsa Online - Kasus dugaan tindak asusila yang melibatkan anak di bawah umur (ABU) di sebuah klub bola voli di kawasan Sawangan,...

Soroti Maraknya Kekerasan Anak, Hj. Qonita Luthfiyah Tekankan Gerakan Bersama Lindungi Generasi Depok

Depok | Sketsa Online - Ketua BK DPRD Kota Depok sekaligus Anggota Komisi A DPRD Kota Depok, Dr. Hj. Qonita Luthfiyah, S.E., M.M., menyoroti...

Duka Bekasi Timur, Hj. Yuni Indriany Dorong Kebijakan Riil sebagai Perisai Perempuan Pejuang Keluarga

Depok | Sketsa Online - Tragedi di Bekasi Timur yang merenggut korban jiwa, dengan mayoritas korban merupakan perempuan pekerja, menyisakan duka mendalam. Peristiwa ini...