Harus Diakui, Banyak Perubahan Nyata! Siswanto Apresiasi Kinerja Tahun Perdana Supian–Chandra

Depok | Sketsa Online – Evaluasi satu tahun kepemimpinan Supian–Chandra menuai apresiasi dari kalangan legislatif. Ketua Fraksi PKB di DPRD Kota Depok, Siswanto, menilai berbagai perubahan nyata mulai terlihat sejak pasangan kepala daerah tersebut menjalankan roda pemerintahan.

Ia menegaskan, sejak awal dilantik, keduanya langsung bergerak cepat menangani persoalan yang selama ini menjadi keluhan masyarakat. Menurutnya, langkah responsif itu menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam membenahi tata kelola kota.

“Setelah dilantik setahun yang lalu, Pak Supian dan Pak Chandra langsung tancap gas. Banyak persoalan yang berhasil diurai,” ujarnya saat dimintai tanggapan terkait evaluasi kinerja tahun pertama pemerintahan, pada Minggu (22/2/2026).

Salah satu sektor yang menjadi sorotan adalah penanganan banjir. Ia menjelaskan, pada masa awal pemerintahan, sejumlah wilayah masih kerap terdampak genangan akibat kondisi drainase yang rusak serta belum terintegrasi dengan baik. Kondisi tersebut dinilai menuntut respons cepat dari pemerintah daerah.

Ia mengaku masih mengingat jelas ketika kedua pimpinan daerah itu turun langsung meninjau lokasi banjir di lapangan. Tidak sekadar melakukan peninjauan, keduanya disebut segera merumuskan kebijakan teknis sebagai solusi jangka pendek maupun jangka panjang.

Baca juga:  Apresiasi Komitmen Wali Kota Depok, Yadi Suryadi Siap Laksanakan Dana RW secara Akuntabel

“Masih segar dalam ingatan saya, Pak Supian dan Pak Chandra sampai harus turun ke sejumlah titik banjir. Bukan hanya turun, tapi juga langsung mengeluarkan kebijakan sebagai solusinya,” tuturnya.

Selain persoalan banjir, kemacetan lalu lintas juga menjadi perhatian. Ia menilai pemerintah kota mulai menunjukkan upaya nyata mengurai kepadatan kendaraan, salah satunya melalui rencana pelebaran ruas jalan di kawasan Sawangan. Meski saat ini masih dalam tahap pembebasan lahan, langkah tersebut dianggap sebagai sinyal keseriusan pemerintah dalam menata infrastruktur transportasi.

Kebijakan itu dinilai penting karena kawasan tersebut selama ini dikenal sebagai salah satu titik kemacetan yang kerap dikeluhkan warga, terutama pada jam sibuk. Dengan adanya rencana penataan jalan, ia berharap arus kendaraan dapat lebih lancar sehingga aktivitas masyarakat tidak lagi terganggu.

Di bidang pendidikan, ia menyoroti program Rintisan Sekolah Swasta Gratis (RSSG) yang dinilai sebagai terobosan strategis untuk mengatasi keterbatasan daya tampung sekolah negeri tingkat SMP,  persoalan klasik yang selalu muncul setiap tahun ajaran baru.

Baca juga:  Puji Kemenag dan Wali Kota Depok, Ade Ibrahim Tegaskan Madrasah Pilar Utama Moral Bangsa

“Ide melahirkan program ini cukup brilian. Betapa tidak, masyarakat yang selalu berebut bangku SMPN untuk putra-putrinya akhirnya mendapat solusi melalui RSSG,” katanya.

Ia menambahkan, kehadiran program tersebut bukan hanya memberikan alternatif pendidikan, tetapi juga membuka akses yang lebih merata bagi masyarakat yang sebelumnya kesulitan memperoleh kursi di sekolah negeri.

Pada sektor sosial, ia turut menyoroti kebijakan penghapusan program santunan kematian. Menurutnya, keputusan itu tepat karena program tersebut dianggap tidak memberikan dampak signifikan bagi masyarakat secara luas. Anggaran yang sebelumnya dialokasikan untuk program itu, katanya, dapat dialihkan ke kebijakan lain yang lebih tepat sasaran dan memberi manfaat lebih besar.

Sementara di sektor lingkungan, pengaktifan kembali Car Free Day (CFD) di kawasan protokol dinilai sebagai langkah positif. Program tersebut dianggap memiliki manfaat ganda, yakni menekan emisi kendaraan sekaligus menyediakan ruang publik sehat bagi warga untuk berolahraga dan bersosialisasi.

“Selain mengurangi polusi udara, CFD juga menjadi sarana interaksi masyarakat dan menjaga kebugaran,” ujarnya.

Baca juga:  Tembus 570 Pohon! Mazhab Tegaskan Gerakan Hijau PPP Depok Rehat Jelang Ramadan

Tak hanya itu, perhatian pemerintah terhadap sektor keagamaan juga mendapat apresiasi. Ia menilai kebijakan pemberian insentif bagi guru ngaji penting untuk menjaga keberlangsungan pendidikan keagamaan di tengah masyarakat serta menunjukkan kepedulian pemerintah terhadap pembinaan generasi muda dari sisi moral dan spiritual.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa berdasarkan data kementerian terkait, masih terdapat sekitar 20 persen lulusan sekolah dasar di daerah tersebut yang belum mampu membaca Al-Qur’an. Kondisi itu, katanya, menjadi alasan penting perlunya dukungan terhadap para pengajar pendidikan agama nonformal.

“Buat saya ini sungguh miris,” ucapnya.

Dengan berbagai langkah yang telah dilakukan selama satu tahun terakhir, ia menilai kinerja pemerintahan saat ini menunjukkan arah yang positif. Ia juga mengakui kemungkinan masih ada program lain yang belum ia sebutkan, namun secara umum hasil kerja yang ada dinilai telah menunjukkan progres nyata.

“Harus diakui jika setahun kepemimpinan Supian–Chandra sudah banyak yang diperbuat. Berbagai upaya yang saya sebutkan tadi mungkin masih ada lagi, namun saya tidak bisa mengingat semuanya,” tutupnya. (el’s)

Latest

DPO Kasus Asusila Ditangkap di Rumah Saudara, Tim Tabur Kejari Buru Amankan Ode Usman di Namlea

Kabupaten Buru | Sketsa Online - Pelarian buronan kasus...

Peringatan Hardiknas 2026, Camat Natal Bacakan Pidato Mendikdasmen RI

Mandailing Natal, | Sketsa Online.com - Peringatan Hari Pendidikan...

Soroti Pengelolaan RSSG Depok, Mulyadi Pranowo: Jaga Mutu di Tengah Efisiensi Anggaran

Depok | Sketsa Online - Momentum Hari Pendidikan Nasional...

Newsletter

Don't miss

DPO Kasus Asusila Ditangkap di Rumah Saudara, Tim Tabur Kejari Buru Amankan Ode Usman di Namlea

Kabupaten Buru | Sketsa Online - Pelarian buronan kasus...

Peringatan Hardiknas 2026, Camat Natal Bacakan Pidato Mendikdasmen RI

Mandailing Natal, | Sketsa Online.com - Peringatan Hari Pendidikan...

Soroti Pengelolaan RSSG Depok, Mulyadi Pranowo: Jaga Mutu di Tengah Efisiensi Anggaran

Depok | Sketsa Online - Momentum Hari Pendidikan Nasional...

DPO Kasus Asusila Ditangkap di Rumah Saudara, Tim Tabur Kejari Buru Amankan Ode Usman di Namlea

Kabupaten Buru | Sketsa Online - Pelarian buronan kasus asusila akhirnya berakhir. Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Negeri (Kejari) Buru berhasil mengamankan terpidana Ode...

Peringatan Hardiknas 2026, Camat Natal Bacakan Pidato Mendikdasmen RI

Mandailing Natal, | Sketsa Online.com - Peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2026 di Kecamatan Natal digelar di Lapangan Merdeka Natal pada Sabtu (2/5/2026). Dalam kesempatan...

Soroti Pengelolaan RSSG Depok, Mulyadi Pranowo: Jaga Mutu di Tengah Efisiensi Anggaran

Depok | Sketsa Online - Momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 menjadi pengingat bahwa pembangunan pendidikan tidak cukup berhenti pada perluasan akses, tetapi harus...