Depok | Sketsa Online – Sebanyak 22 komunitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mengikuti forum silaturahmi lintas komunitas di Cafe Interaksi, Depok pada Selasa (17/2/26).
Pertemuan tersebut menjadi momentum awal konsolidasi pelaku usaha untuk memperkuat sinergi, memperluas jaringan, serta membangun kolaborasi ekonomi berbasis komunitas.
Ketua Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI) Kota Depok, Hj. Rosmawary Ismail, yang akrab disapa Bunda Ocha, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan mempertemukan berbagai komunitas yang selama ini aktif bergerak di bidang masing-masing, namun belum memiliki ruang temu bersama. Ia menilai potensi komunitas sangat besar dan perlu disatukan agar menghasilkan dampak nyata bagi perkembangan usaha anggota.
“Kita ingin di Kota Depok ini bisa bersilaturahmi sesama komunitas, karena semangatnya luar biasa. Informasinya, hampir semua komunitas itu bergerak, bukan hanya sekadar nama,” ujarnya.
Ia menjelaskan forum tersebut lahir dari inisiatif spontan sejumlah penggerak komunitas tanpa persiapan panjang maupun panitia khusus. Menurutnya, konsep sederhana justru membuat suasana pertemuan lebih terbuka dan akrab sehingga peserta dapat langsung berdialog, bertukar pengalaman, dan menjajaki peluang kerja sama.
“Acara ini memang tidak ada panitia khusus. Ini murni inisiatif bersama karena kita ingin komunitas bisa saling kenal,” katanya.
Dalam pertemuan itu, perwakilan komunitas diperkenalkan satu per satu agar peserta mengenal wajah, bidang usaha, serta aktivitas masing-masing organisasi. Langkah tersebut dinilai penting sebagai dasar membangun jejaring yang solid sebelum merancang program kolaboratif yang lebih luas.
Ia menegaskan bahwa tujuan utama pertemuan bukan sekadar silaturahmi, melainkan membangun kerja sama nyata.
“Harapannya dengan kita berkumpul hari ini, kita bisa punya program bersama yang dijalankan bareng-bareng,” tuturnya.
Tak hanya itu, Ia juga mengungkapkan sejumlah komunitas sebelumnya telah bekerja sama dalam kegiatan penjualan bersama di ruang publik. Pengalaman tersebut menunjukkan kolaborasi mampu meningkatkan peluang usaha sekaligus memperluas pasar.
“Kita sudah pernah jualan bersama di beberapa tempat. Ke depan kita ingin membuat bazar mandiri yang melibatkan banyak komunitas sekaligus,” ucapnya.
Meski undangan kegiatan sebagian baru disampaikan sehari sebelumnya, antusiasme peserta tetap tinggi. Banyak komunitas hadir karena melihat forum tersebut sebagai peluang memperkuat relasi, memperluas jaringan pemasaran, serta membuka ruang sinergi program lintas organisasi.
Lebih lanjut, Ia menekankan bahwa komunitas merupakan wadah penting bagi pelaku usaha untuk saling memberi dukungan dan motivasi. Karena itu, ia membuka kesempatan bagi siapa pun yang ingin menyumbangkan ide demi pengembangan kegiatan bersama.
“Kalau ada ide supaya ke depan lebih baik, silakan disampaikan. Ini acara dari kita untuk kita, jadi semua boleh berkontribusi,” ungkapnya.
Pertemuan ditutup dengan diskusi terbuka dan ramah tamah yang menandai komitmen bersama untuk melanjutkan kolaborasi. Para peserta sepakat menjadikan forum lintas komunitas tersebut sebagai langkah awal memperkuat jaringan, menyusun agenda bersama, dan membangun ekosistem sinergi UMKM yang berkelanjutan.
“Ini baru awal. Dari forum sederhana ini, kita ingin melahirkan gerakan bersama yang membawa UMKM Depok menuju masa depan yang lebih kuat dan berdaya saing,” tutupnya. (el’s)




