Jangan Bodohi Publik! UHC Bukan Soal Anggaran, Tapi Soal Tanggung Jawab

Depok | Sketsa Online – Polemik Universal Health Coverage (UHC) seharusnya tidak direduksi menjadi perdebatan dangkal soal ada atau tidaknya anggaran. Penyederhanaan isu semacam ini bukan hanya keliru, tetapi juga berpotensi menyesatkan publik dan menimbulkan kecemasan yang tidak perlu, seolah akses layanan kesehatan tengah ditutup oleh negara.

Padahal, UHC pada dasarnya merupakan instrumen perlindungan sosial. Kebijakan ini bukan semata urusan anggaran dalam APBD, melainkan wujud tanggung jawab negara untuk menjamin hak kesehatan warga secara adil, tepat sasaran, dan berkelanjutan.

Anggota Komisi D DPRD Kota Depok, Turiman, S.E., menilai framing UHC sebagai persoalan fiskal semata merupakan narasi yang berbahaya. Menurutnya, narasi tersebut membangun kesan seolah pemerintah daerah menghentikan layanan kesehatan, padahal fakta di lapangan menunjukkan pelayanan tetap berjalan dan dapat diakses masyarakat.

“Kritik itu sah dalam demokrasi. Tapi ketika kritik dibangun di atas penyederhanaan yang menyesatkan, publik justru digiring pada kesimpulan yang keliru. Jangan bodohi publik,” tegas Turiman.

Baca juga:  Amanah Jabatan dalam Teladan Rasulullah SAW, Hikmah Isra Mi’raj ala Mazhab 

Ia menjelaskan bahwa UHC sejatinya menyangkut tata kelola kebijakan negara. Pemerintah dituntut merancang sistem jaminan kesehatan yang benar-benar melindungi kelompok paling rentan, tanpa mengorbankan keberlanjutan layanan kesehatan dalam jangka panjang.

“UHC bukan soal mau atau tidak mau, bukan pula soal berani atau tidak berani anggaran. Ini soal bagaimana negara bertanggung jawab mengelola kebijakan publik secara adil, terukur, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Turiman meluruskan anggapan bahwa penyesuaian skema jaminan kesehatan daerah dapat dimaknai sebagai penghapusan layanan. Ia menegaskan, tidak ada penutupan akses layanan kesehatan. Puskesmas dan rumah sakit tetap melayani masyarakat, termasuk penanganan kasus medis gawat darurat yang secara hukum tidak boleh ditolak.

Berdasarkan hasil pemantauan dan laporan yang diterima Komisi D DPRD Kota Depok, layanan kesehatan dasar di puskesmas dan rumah sakit daerah tetap berjalan normal. Penyesuaian yang dilakukan pemerintah daerah, kata Turiman, hanya menyangkut mekanisme administratif dan verifikasi agar program jaminan kesehatan benar-benar tepat sasaran.

Baca juga:  Ini Penjelasan PPK 3.3 PJN Wil III Tentang Jembatan Aek Batahan

“Di lapangan, layanan tetap berjalan. Yang disesuaikan adalah mekanismenya, supaya kebijakan tidak sembarangan, tetapi juga tidak menutup akses bagi warga yang membutuhkan,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa verifikasi administratif bukan dimaksudkan untuk menyingkirkan warga miskin. Justru sebaliknya, verifikasi menjadi instrumen akuntabilitas agar bantuan negara benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak.

“Verifikasi itu bukan untuk menyingkirkan warga miskin, melainkan untuk memastikan negara hadir secara tepat dan bertanggung jawab,” katanya.

Lebih lanjut, Turiman menepis anggapan bahwa persoalan UHC semata-mata bersumber dari keterbatasan anggaran daerah. Dalam struktur APBD, sektor kesehatan tetap menjadi prioritas strategis. Namun demikian, pengelolaan anggaran harus dilakukan secara bertanggung jawab dan berorientasi jangka panjang.

Baca juga:  Momentum Isra Mi’raj di Sukatani, Rudiman Ajak Warga Jaga Salat dan Cari Rezeki Halal

“Kebijakan kesehatan tidak bisa hanya diukur dari besar kecilnya anggaran, tetapi dari seberapa kuat sistem itu dibangun dan seberapa lama sistem tersebut mampu melindungi warganya,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan media dan tokoh publik agar lebih berhati-hati menggunakan diksi sensasional tanpa konteks kebijakan yang utuh. Judul provokatif, menurutnya, berisiko menciptakan kepanikan semu dan menggerus kepercayaan publik terhadap layanan negara yang pada kenyataannya tetap berjalan.

DPRD Kota Depok, lanjut Turiman, tetap membuka ruang dialog, evaluasi, dan penyempurnaan kebijakan UHC. Namun kritik yang disampaikan harus berpijak pada data, fakta, dan pemahaman kebijakan yang utuh, bukan asumsi atau retorika yang menyederhanakan persoalan kompleks menjadi sekadar isu anggaran.

“Prinsipnya jelas tidak ada warga yang ditinggalkan, dan tidak ada satu pun kebijakan publik yang dijalankan tanpa tanggung jawab negara,” tutupnya. (el’s)

Latest

Dedie Rachim Buka Diseminasi FCP di Kota Bogor, ASN Diingatkan Hindari Gaya Hidup Berlebihan

Kota Bogor | Sketsa Online – Wali Kota Bogor,...

Forkopimda Kota Bogor Jalan Sehat Keliling Kebun Raya, Perkuat Sinergi Jelang May Day 2026

Kebersamaan dan sinergi antarinstansi di Kota Bogor kembali diperkuat....

Kabupaten Bogor Juara 1 Kartini Challenge 2026, Bukti Perempuan Bogor Makin Berdaya dan Inspiratif

JAKARTA | Sketsa Online — Kabupaten Bogor kembali mencatatkan...

Newsletter

Don't miss

Dedie Rachim Buka Diseminasi FCP di Kota Bogor, ASN Diingatkan Hindari Gaya Hidup Berlebihan

Kota Bogor | Sketsa Online – Wali Kota Bogor,...

Forkopimda Kota Bogor Jalan Sehat Keliling Kebun Raya, Perkuat Sinergi Jelang May Day 2026

Kebersamaan dan sinergi antarinstansi di Kota Bogor kembali diperkuat....

Kabupaten Bogor Juara 1 Kartini Challenge 2026, Bukti Perempuan Bogor Makin Berdaya dan Inspiratif

JAKARTA | Sketsa Online — Kabupaten Bogor kembali mencatatkan...

Diskominfo Kabupaten Bogor Perkuat Literasi Pelajar Lewat Program OB Van Teman FM Goes To School di SMPN 1 Leuwiliang

LEUWILIANG, Bogor | Sketsa Online – Pemerintah Kabupaten Bogor...

Dedie Rachim Buka Diseminasi FCP di Kota Bogor, ASN Diingatkan Hindari Gaya Hidup Berlebihan

Kota Bogor | Sketsa Online – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menegaskan pentingnya menjaga integritas dan pola hidup sederhana bagi Aparatur Sipil Negara...

TP PKK Kota Bogor Bagikan Bingkisan ke Siswa SDN Perwira di Hari Kartini 2026, Dorong Program Minyak Jelantah Jesika

Kota Bogor | Sketsa Online – Dalam momentum peringatan Hari Kartini 2026, Tim Penggerak PKK Kota Bogor menyalurkan bingkisan kepada siswa SDN Perwira sebagai...

Forkopimda Kota Bogor Jalan Sehat Keliling Kebun Raya, Perkuat Sinergi Jelang May Day 2026

Kebersamaan dan sinergi antarinstansi di Kota Bogor kembali diperkuat. Unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Bogor kompak menggelar jalan sehat mengelilingi Kebun Raya...