Serentak Berdiri ! Indonesia Raya Menggema, Imigrasi Depok Bekukan Aktivitas Demi Merah Putih

Depok | Sketsa Online – Lagu kebangsaan Indonesia Raya menggema di Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Depok, membuat seluruh aktivitas pelayanan dibekukan sejenak.

Pegawai hingga pemohon layanan serentak berdiri dan ikut bernyanyi dengan sikap khidmat sebagai bentuk penghormatan terhadap lagu kebangsaan sekaligus peneguhan semangat nasionalisme di ruang pelayanan publik.

Kegiatan tersebut berlangsung tepat pukul 10.00 WIB. Aktivitas pelayanan administrasi keimigrasian yang sebelumnya berjalan normal seketika terhenti. Petugas loket meninggalkan kursi pelayanan, sementara para pemohon yang tengah mengantre maupun mengisi dokumen berdiri di tempat masing-masing untuk menyanyikan lagu kebangsaan secara bersama-sama.

Suasana kebersamaan dan persatuan tampak di seluruh area kantor, mulai dari ruang pelayanan utama hingga ruang tunggu pemohon. Melalui sistem pengeras suara, petugas menyampaikan instruksi agar seluruh pihak menghentikan aktivitas, berdiri tegap, dan menyanyikan Indonesia Raya dengan tertib sebagai wujud penghormatan terhadap simbol negara.

Baca juga:  Pemkot Bogor Terapkan WFH Setiap Jumat Mulai 10 April 2026, Fokus Efisiensi Anggaran dan Energi

Pemutaran lagu Indonesia Raya ini merupakan agenda rutin Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Depok dalam rangka menanamkan nilai-nilai kebangsaan di lingkungan kerja sekaligus ruang pelayanan publik. Kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa pelayanan kepada masyarakat harus berjalan seiring dengan penguatan karakter aparatur negara yang berjiwa nasionalis.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Depok, Irvan Triansyah, menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki makna penting dalam membangun semangat kebangsaan.

Baca juga:  Imigrasi Depok Tetapkan Target Strategis 2026, Perkuat Keamanan dan Pelayanan

“Melalui kegiatan berdiri dan menyanyikan Indonesia Raya, kami ingin menumbuhkan rasa cinta tanah air serta memperkuat kesadaran kebangsaan, baik bagi pegawai maupun masyarakat yang sedang menerima layanan,” ujarnya pada Kamis (18/12).

Menurut Irvan, penghentian aktivitas pelayanan sejenak bukanlah bentuk pengabaian tugas, melainkan bagian dari upaya menanamkan nilai-nilai luhur bangsa di ruang publik.

“Pelayanan publik yang profesional harus dibarengi dengan sikap hormat terhadap simbol negara serta pembentukan karakter aparatur yang berintegritas dan berjiwa kebangsaan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ia juga menambahkan bahwa pelibatan pemohon layanan dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk edukasi kebangsaan yang dilakukan secara langsung dan sederhana. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya menerima layanan administratif, tetapi juga merasakan atmosfer nasionalisme dalam aktivitas sehari-hari.

Baca juga:  Spektakuler! H. Hamzah Jadikan Lebaran Depok 2026 Etalase Budaya Betawi & Nusantara

Sejumlah pemohon layanan mengaku mengapresiasi kegiatan tersebut. Mereka menilai kegiatan ini memberikan kesan positif sekaligus menjadi pengingat pentingnya menghormati lagu kebangsaan di tengah kesibukan aktivitas.

Melalui konsistensi pelaksanaan kegiatan ini, Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Depok menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pelayanan publik yang tidak hanya cepat dan profesional, tetapi juga berlandaskan nilai-nilai kebangsaan.

Imigrasi Depok berharap semangat nasionalisme dan cinta tanah air terus terjaga demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia serta penghormatan terhadap Merah Putih. (el’s)

Latest

Belajar Melepas untuk Memberi: Hikmah Kurban ala Dandim 0508/Depok

Depok | Sketsa Online - Hari Raya Idul Adha...

Sembelih Ego Lewat Kurban, Iwan Setiawan Sebut Idul Adha Momentum Muhasabah di Era Modern

Depok | Sketsa Online – Hari Raya Idul Adha...

Hidupkan Spirit Pengorbanan Nabi Ibrahim, White House Premier Bagikan 4.000 Paket Daging Kurban

Depok | Sketsa Online - Momentum Idul Adha tidak...

Newsletter

Don't miss

Belajar Melepas untuk Memberi: Hikmah Kurban ala Dandim 0508/Depok

Depok | Sketsa Online - Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah dimaknai Kodim 0508/Depok bukan sekadar momentum penyembelihan hewan kurban, tetapi juga sebagai sarana...

Sembelih Ego Lewat Kurban, Iwan Setiawan Sebut Idul Adha Momentum Muhasabah di Era Modern

Depok | Sketsa Online – Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah tidak hanya dimaknai sebagai ibadah penyembelihan hewan kurban semata, tetapi juga menjadi momentum...

Wujudkan Esensi Khoirunnas Anfa’uhum Linnas, DPC Gerindra Depok Hidupkan Spirit Pengorbanan dan Kemanusiaan

Depok | Sketsa Online - Di tengah kehidupan modern yang semakin individualistis, DPC Partai Gerindra Kota Depok memanfaatkan momentum Idul Adha 1447 Hijriah untuk...