Depok | Sketsa Online – Lagu kebangsaan Indonesia Raya menggema di Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Depok, membuat seluruh aktivitas pelayanan dibekukan sejenak.
Pegawai hingga pemohon layanan serentak berdiri dan ikut bernyanyi dengan sikap khidmat sebagai bentuk penghormatan terhadap lagu kebangsaan sekaligus peneguhan semangat nasionalisme di ruang pelayanan publik.
Kegiatan tersebut berlangsung tepat pukul 10.00 WIB. Aktivitas pelayanan administrasi keimigrasian yang sebelumnya berjalan normal seketika terhenti. Petugas loket meninggalkan kursi pelayanan, sementara para pemohon yang tengah mengantre maupun mengisi dokumen berdiri di tempat masing-masing untuk menyanyikan lagu kebangsaan secara bersama-sama.
Suasana kebersamaan dan persatuan tampak di seluruh area kantor, mulai dari ruang pelayanan utama hingga ruang tunggu pemohon. Melalui sistem pengeras suara, petugas menyampaikan instruksi agar seluruh pihak menghentikan aktivitas, berdiri tegap, dan menyanyikan Indonesia Raya dengan tertib sebagai wujud penghormatan terhadap simbol negara.
Pemutaran lagu Indonesia Raya ini merupakan agenda rutin Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Depok dalam rangka menanamkan nilai-nilai kebangsaan di lingkungan kerja sekaligus ruang pelayanan publik. Kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa pelayanan kepada masyarakat harus berjalan seiring dengan penguatan karakter aparatur negara yang berjiwa nasionalis.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Depok, Irvan Triansyah, menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki makna penting dalam membangun semangat kebangsaan.
“Melalui kegiatan berdiri dan menyanyikan Indonesia Raya, kami ingin menumbuhkan rasa cinta tanah air serta memperkuat kesadaran kebangsaan, baik bagi pegawai maupun masyarakat yang sedang menerima layanan,” ujarnya pada Kamis (18/12).
Menurut Irvan, penghentian aktivitas pelayanan sejenak bukanlah bentuk pengabaian tugas, melainkan bagian dari upaya menanamkan nilai-nilai luhur bangsa di ruang publik.
“Pelayanan publik yang profesional harus dibarengi dengan sikap hormat terhadap simbol negara serta pembentukan karakter aparatur yang berintegritas dan berjiwa kebangsaan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Ia juga menambahkan bahwa pelibatan pemohon layanan dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk edukasi kebangsaan yang dilakukan secara langsung dan sederhana. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya menerima layanan administratif, tetapi juga merasakan atmosfer nasionalisme dalam aktivitas sehari-hari.
Sejumlah pemohon layanan mengaku mengapresiasi kegiatan tersebut. Mereka menilai kegiatan ini memberikan kesan positif sekaligus menjadi pengingat pentingnya menghormati lagu kebangsaan di tengah kesibukan aktivitas.
Melalui konsistensi pelaksanaan kegiatan ini, Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Depok menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pelayanan publik yang tidak hanya cepat dan profesional, tetapi juga berlandaskan nilai-nilai kebangsaan.
Imigrasi Depok berharap semangat nasionalisme dan cinta tanah air terus terjaga demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia serta penghormatan terhadap Merah Putih. (el’s)




