Depok | Sketsa Online – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Depok melakukan kunjungan ke Kantor Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Depok, pada Selasa (17/12). Kunjungan tersebut menyoroti pentingnya akurasi data kepengurusan partai politik yang terintegrasi dalam Sistem Informasi Partai Politik (Sipol).
Ketua KPU Kota Depok, Willi Sumarlin, mengatakan kunjungan ini merupakan bagian dari program pemutakhiran data partai politik berkelanjutan pascapemilu. Menurutnya, perubahan struktur kepengurusan kerap terjadi setelah pemilu, baik di tingkat pusat maupun daerah.
“Kegiatan ini adalah agenda KPU Kota Depok untuk menyambangi partai politik dalam rangka pemutakhiran data berkelanjutan. Pascapemilu, biasanya terdapat perubahan kepengurusan akibat musyawarah nasional, kongres, maupun rotasi di tingkat daerah,” ujar Willi.
Ia menjelaskan, PSI Kota Depok telah menyampaikan adanya sejumlah perubahan, mulai dari struktur kepengurusan, logo partai, hingga perpindahan alamat kantor sekretariat. Oleh karena itu, KPU perlu memastikan seluruh perubahan tersebut tercatat secara resmi.
“Hari ini kami melakukan pemutakhiran data dengan berkunjung langsung ke Kantor DPD PSI Kota Depok. Sebelumnya kantor berada di kawasan Grand Depok City dan kini pindah ke Cinere. Perubahan ini harus dikoordinasikan hingga ke DPP agar dapat diperbarui di Sipol,” jelasnya.
Willi menegaskan, akurasi data dalam Sipol menjadi penting agar masyarakat memperoleh informasi yang benar dan terkini mengenai kondisi partai politik, khususnya menjelang tahapan pemilu mendatang.
“Kami ingin memastikan masyarakat mengetahui bahwa kepengurusan partai politik, khususnya PSI di Kota Depok, telah mengalami perubahan dan sudah terbarui di sistem informasi partai politik,” katanya.
Ia menambahkan, kunjungan ke DPD PSI merupakan kunjungan kelima KPU Kota Depok ke partai politik peserta pemilu. Ke depan, pemutakhiran data akan dilakukan secara berkala setiap semester.
“Pemutakhiran data partai politik akan dilakukan dua kali dalam setahun, yakni pada bulan Juni dan Desember. Langkah ini penting untuk menjaga validitas data hingga Pemilu 2029,” tutur Willi.
Sementara itu, Ketua DPD PSI Kota Depok, Binton Johnson Nadapdap, menyambut positif kunjungan KPU dan menilai langkah tersebut sebagai bentuk sinergi antara penyelenggara pemilu dan partai politik.
“Kami sangat mengapresiasi kunjungan KPU Kota Depok. Ini bukan sekadar silaturahmi, tetapi juga bentuk tanggung jawab bersama antara partai politik dan KPU dalam menjaga keakuratan data,” ujar Binton.
Ia mengatakan, PSI Kota Depok telah menyampaikan seluruh perubahan internal partai kepada KPU, termasuk kelengkapan administrasi kepengurusan dan pembaruan informasi lainnya.
“Koordinasi seperti ini sangat penting agar tidak ada data yang tertinggal. Apa yang menjadi perubahan di internal partai sudah kami sampaikan secara terbuka kepada KPU,” katanya.
Binton juga menilai hubungan yang harmonis antara partai politik dan KPU menjadi kunci dalam menjaga kualitas demokrasi. Menurutnya, keterbukaan informasi akan berdampak langsung pada meningkatnya kepercayaan publik.
“Keharmonisan antara partai politik dan penyelenggara pemilu sangat diperlukan, bukan hanya sebagai formalitas, tetapi sebagai upaya bersama menjaga demokrasi yang sehat,” ujarnya.
Selain itu, PSI Kota Depok menaruh perhatian besar pada peningkatan literasi politik dan partisipasi pemilih, khususnya dari kalangan generasi muda.
“Kami terus mendorong anak-anak muda agar tidak takut berpolitik. Pendidikan politik harus dibangun sejak dini agar kesadaran memilih semakin meningkat, karena satu suara sangat berharga bagi demokrasi,” ucap Binton.
Dengan struktur kepengurusan yang telah terisi di seluruh kecamatan di Kota Depok, PSI optimistis dapat berkontribusi aktif dalam proses demokrasi serta mendorong partisipasi masyarakat pada pemilu mendatang. (el’s)




