Depok | Sketsa Online – Gelombang kepedulian mengalir deras dari Rutan Kelas I Depok untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana di Sumatera.
Melalui gerakan donasi yang melibatkan jajaran pegawai serta warga binaan pemasyarakatan (WBP), aksi kemanusiaan ini menunjukkan bahwa nilai solidaritas dapat tumbuh di mana saja, termasuk di balik tembok rutan.
Inisiatif donasi ini bermula dari apel pegawai yang dipimpin oleh Kasi Pelayanan Tahanan, Thowvik Nur Rohman .

Dalam arahannya, ia menekankan bahwa empati, gotong royong, dan kepedulian sosial harus terus menjadi budaya di lingkungan pemasyarakatan. Nilai-nilai tersebut, menurutnya, tidak hanya penting bagi pegawai, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembinaan bagi para WBP.
“Empati itu bukan sekadar rasa, tetapi tindakan. Hari ini kita buktikan bahwa Rutan Depok hadir untuk sesama, tanpa melihat batas wilayah maupun kondisi,” ujarnya pada Sabtu (6/12).
Ia menegaskan bahwa keterlibatan aktif seluruh unsur merupakan kunci dalam meringankan beban masyarakat yang tengah menghadapi situasi sulit.
Semangat tersebut langsung mendapat respons positif. Penggalangan donasi dilakukan melalui kotak resmi yang ditempatkan di area rutan. Proses pendataan, pengumpulan, hingga penghitungan donasi berjalan transparan dengan pengawasan petugas.
Sejumlah WBP turut membantu dalam proses tersebut, mulai dari pengumpulan hingga pengemasan barang-barang kebutuhan dasar yang ikut disumbangkan. Keterlibatan mereka menjadi bagian dari pembinaan karakter yang menekankan tanggung jawab dan kesadaran sosial.
Bantuan yang terkumpul kemudian diserahkan kepada pihak berwenang untuk disalurkan langsung ke wilayah terdampak bencana di Sumatera. Rutan Depok berharap kontribusi tersebut dapat membantu memenuhi sebagian kebutuhan mendesak masyarakat serta menjadi simbol dukungan moral dari jajaran pemasyarakatan.
Kepala Rutan Depok, Agus Imam Taufik mengapresiasi partisipasi seluruh pihak dalam aksi solidaritas tersebut.
“Kami ingin membangun rutan yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat pembinaan, tetapi juga pusat nilai-nilai kemanusiaan. Bantuan ini mungkin tidak besar, tetapi kami berharap dapat memberikan kekuatan bagi saudara-saudara kita di Sumatera,” ungkapnya.
Aksi kemanusiaan ini menjadi bukti bahwa kepedulian dapat tumbuh di mana saja, bahkan di lingkungan yang penuh keterbatasan seperti rutan.
Melalui gerakan donasi ini, Rutan Depok menegaskan komitmennya untuk terus membangun budaya empati dan solidaritas di antara pegawai maupun warga binaan.
Harapannya, bantuan yang disalurkan tidak hanya meringankan kebutuhan para korban, tetapi juga menjadi penguat bahwa masyarakat Sumatera tidak melalui masa sulit itu sendirian.
“Ke depan, Rutan Depok berupaya menjadikan kegiatan sosial semacam ini sebagai bagian berkelanjutan dari pembinaan dan pelayanan, agar nilai kemanusiaan selalu hidup dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat luas,” tutup Karutan Depok. (el’s)




