Depok | Sketsa Online – Relawan Demokrasi Perjuangan (Repdem) memasuki usia ke-21 pada 3 Desember 2025. DPC PDI Perjuangan Kota Depok menandai momen ini sebagai fase penting perjalanan organisasi yang berdiri sejak 3 Desember 2004 dan konsisten mengawal demokrasi kerakyatan.
Wakil Ketua DPRD Kota Depok sekaligus Bendahara DPC PDI Perjuangan Kota Depok, Hj. Yuni Indriany, menyampaikan bahwa hari jadi Repdem adalah momentum untuk memperkuat arah gerakan dan meneguhkan kembali komitmen perjuangan.
“Repdem telah menunjukkan keteguhan sikap dan semangat juang yang konsisten. Di usia ke-21 ini, kami berharap semakin banyak energi baru yang tercipta untuk memperkuat pengabdian kepada masyarakat,” ujar Yuni pada Rabu (03/12).
Sebagai pimpinan DPRD Kota Depok, Yuni melihat peran Repdem sebagai kekuatan strategis yang menjembatani aspirasi rakyat dengan kerja politik partai.
Menurutnya, Repdem telah terlibat aktif dalam berbagai kegiatan sosial, advokasi masyarakat, hingga penguatan kaderisasi di akar rumput.
“Setiap langkah Repdem adalah wujud cinta tanah air yang harus terus dirawat. Semangat ini tidak boleh padam dan harus semakin berakar di tengah masyarakat,” tambahnya.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Depok, Hendrik Tangke Allo, serta Sekretaris DPC, Ikravany Hilman, turut menyampaikan apresiasi melalui kanal resmi partai.
Mereka menegaskan pentingnya menjaga soliditas gerakan Repdem sebagai bagian integral perjuangan PDI Perjuangan di Kota Depok.
Peringatan HUT ke-21 tahun ini diharapkan menjadi pemicu bagi Repdem untuk lebih progresif dalam menjawab tantangan zaman, terutama dalam memperluas peran sosial dan politik di tengah masyarakat.
Menutup pernyataannya, Yuni menegaskan bahwa Repdem harus menjadi ruang lahirnya inovasi dan pemikiran maju.
“Kita tidak boleh berhenti hanya pada semangat. Di usia ke-21 ini, Repdem harus melompat lebih jauh melahirkan inovasi, memperluas jejaring, dan menghadirkan solusi nyata bagi warga. Jika kita terus bergerak dengan pikiran maju dan hati yang tulus, maka Repdem akan menjadi kekuatan perubahan yang tidak bisa dihentikan,” tutupnya. (el’s)




