KPK Rilis Panduan Teknis Pendidikan Antikorupsi di Kampus, Tekan Formalitas dan Samakan Standar

JAKARTA | Sketsa Online Upaya mencegah pendidikan antikorupsi sekadar menjadi formalitas di perguruan tinggi terus diperkuat. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi meluncurkan buku panduan teknis sisipan Pendidikan Antikorupsi (PAK) untuk jenjang pendidikan tinggi sebagai acuan nasional bagi para dosen.

Peluncuran panduan ini menjadi langkah strategis KPK dalam memastikan nilai-nilai integritas tidak hanya hadir di dokumen kurikulum, tetapi benar-benar diterapkan dalam proses pembelajaran di kampus.

Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK, Wawan Wardiana, menegaskan bahwa panduan tersebut dirancang untuk mengatasi kesenjangan kualitas pengajaran antikorupsi di perguruan tinggi.

“Panduan ini diharapkan mampu memperkecil disparitas kualitas pengajaran antikorupsi di perguruan tinggi, sehingga nilai integritas dapat tersampaikan secara lebih efektif dan kontekstual kepada mahasiswa,” ujar Wawan dalam webinar diseminasi buku panduan di Jakarta, Rabu (11/3).

Baca juga:  MQK Bogor 2026 Dipuji Santri, Jadi Ajang Aktualisasi Ilmu Kitab Kuning dan Cetak Generasi Ulama

Variasi Implementasi Jadi Sorotan

KPK mencatat sekitar 80 persen perguruan tinggi di Indonesia telah mengintegrasikan pendidikan antikorupsi. Namun, implementasinya dinilai masih belum seragam.

Di lapangan, terdapat berbagai model penerapan, mulai dari kampus yang memasukkan nilai antikorupsi di seluruh semester, menjadikannya mata kuliah khusus, hingga yang hanya membahasnya secara singkat dalam satu sesi perkuliahan.

Menurut Wawan, kondisi ini menunjukkan semangat yang baik, tetapi tetap membutuhkan standar minimum yang jelas.

“Harus ada standar agar ketika kita menyebut 80 persen sudah mengimplementasikan, itu memiliki ukuran yang sama,” tegasnya.

Didukung Regulasi Pemerintah

Penerapan PAK di perguruan tinggi sebenarnya telah memiliki dasar hukum yang kuat melalui Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 33 Tahun 2019.

Baca juga:  Hardiknas 2026 di Kota Bogor: 1.000 Pelajar Tampilkan Kreativitas dan Luncurkan Senam Seribu Kata Positif

Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemdikti Saintek, Beny Bandanadjaja, menjelaskan bahwa pendidikan antikorupsi bersifat wajib bagi seluruh mahasiswa di Indonesia.

“Bentuknya bisa berupa mata kuliah khusus atau disisipkan dalam mata kuliah lain seperti Pancasila dan lainnya yang relevan,” jelas Beny.

Tantangan Kapasitas Dosen

Meski regulasi sudah jelas, tantangan utama masih terletak pada kesiapan tenaga pengajar. Hal ini terutama dirasakan di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI).

Direktur PTKI Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Prof. Sahiron, mengungkapkan bahwa keterbatasan dosen dengan kompetensi khusus menjadi kendala utama dalam menjadikan PAK sebagai mata kuliah mandiri.

“Ke depan, kami akan mendorong penguatan melalui program Training of Trainers (ToT),” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pendidikan antikorupsi dapat diterapkan melalui berbagai pendekatan, termasuk mata kuliah mandiri, insersi dalam mata kuliah lain, kegiatan non-akademik, hingga pembiasaan nilai integritas dalam kehidupan kampus sehari-hari.

Baca juga:  Menuju Indonesia Emas 2045, Rudy Susmanto Soroti Pentingnya Pendidikan Antikorupsi

Strategi KPK ke Depan

Saat ini tercatat sebanyak 1.963 perguruan tinggi telah menyelenggarakan PAK sebagai mata kuliah mandiri. Dengan hadirnya panduan terbaru ini, KPK menargetkan penyamaan kualitas terutama bagi kampus yang menggunakan metode insersi.

Ke depan, KPK akan menjalankan lima strategi utama, yaitu:

  • Advokasi kebijakan
  • Penguatan kapasitas pengajar melalui ToT
  • Pengembangan bahan ajar
  • Pendampingan implementasi
  • Monitoring dan evaluasi

Melalui langkah tersebut, KPK ingin memastikan pendidikan antikorupsi tidak berhenti sebagai formalitas administratif, melainkan menjadi fondasi pembentukan karakter mahasiswa.

“Pendidikan harus menjadi ruang untuk membentuk generasi berintegritas,” pungkas Wawan.

Latest

Rudy Susmanto Percepat 6.500 Rumah Layak Huni, Pemerintah Pusat Turun Tangan

BOGOR | Sketsa Online – Upaya Pemerintah Kabupaten Bogor...

Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Natal, Camat Natal Bacakan Pidato Ketua BPIP

Mandailing Natal, | Sketsa Online.com - Peringatan Hari Lahir...

Belajar Melepas untuk Memberi: Hikmah Kurban ala Dandim 0508/Depok

Depok | Sketsa Online - Hari Raya Idul Adha...

Sembelih Ego Lewat Kurban, Iwan Setiawan Sebut Idul Adha Momentum Muhasabah di Era Modern

Depok | Sketsa Online – Hari Raya Idul Adha...

Newsletter

Don't miss

Rudy Susmanto Percepat 6.500 Rumah Layak Huni, Pemerintah Pusat Turun Tangan

BOGOR | Sketsa Online – Upaya Pemerintah Kabupaten Bogor...

Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Natal, Camat Natal Bacakan Pidato Ketua BPIP

Mandailing Natal, | Sketsa Online.com - Peringatan Hari Lahir...

Belajar Melepas untuk Memberi: Hikmah Kurban ala Dandim 0508/Depok

Depok | Sketsa Online - Hari Raya Idul Adha...

Sembelih Ego Lewat Kurban, Iwan Setiawan Sebut Idul Adha Momentum Muhasabah di Era Modern

Depok | Sketsa Online – Hari Raya Idul Adha...

Rudy Susmanto Percepat 6.500 Rumah Layak Huni, Pemerintah Pusat Turun Tangan

BOGOR | Sketsa Online – Upaya Pemerintah Kabupaten Bogor dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penyediaan hunian yang layak terus menunjukkan perkembangan positif. Komitmen...

Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Natal, Camat Natal Bacakan Pidato Ketua BPIP

Mandailing Natal, | Sketsa Online.com - Peringatan Hari Lahir Pancasila perdana dilaksanakan di Lapangan Merdeka Natal pada Senin (1/6/2026). Bertindak selaku Inspektur Upacara (Irup) Camat...

Belajar Melepas untuk Memberi: Hikmah Kurban ala Dandim 0508/Depok

Depok | Sketsa Online - Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah dimaknai Kodim 0508/Depok bukan sekadar momentum penyembelihan hewan kurban, tetapi juga sebagai sarana...