Road to Soekarno Cup 2026: PDIP Depok Hidupkan Jiwa Sportivitas dan Nasionalisme Pemuda

Depok | Sketsa Online – Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat membawa perubahan besar dalam pola kehidupan generasi muda. Akses informasi kini semakin mudah dan cepat, namun di saat yang sama muncul tantangan sosial baru yang tidak bisa diabaikan. Intensitas penggunaan media sosial dan gawai yang tinggi membuat sebagian remaja perlahan mengalami penurunan interaksi sosial di lingkungan nyata.

Fenomena tersebut menjadi perhatian banyak pihak, termasuk dalam dunia pendidikan dan pembinaan kepemudaan. Di tengah derasnya arus digitalisasi, generasi muda dinilai membutuhkan lebih banyak ruang aktivitas positif yang mampu membangun karakter, memperkuat mental, sekaligus menciptakan interaksi sosial yang sehat.

Salah satu ruang pembinaan yang dinilai efektif adalah olahraga. Selain menjaga kesehatan fisik, olahraga juga memiliki fungsi edukatif karena mampu menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, kerja sama, sportivitas hingga kemampuan mengelola emosi dan tekanan.

Berangkat dari semangat itu, DPP PDI Perjuangan akan menggelar Soekarno Cup 2026 di Surabaya sebagai bagian dari momentum Bulan Bung Karno dan semangat reformasi Mei–Juni. Kompetisi tersebut tidak hanya diposisikan sebagai ajang olahraga, tetapi juga sebagai ruang pembinaan generasi muda melalui sepak bola.

Wakabid Pemuda dan Olahraga DPC PDI Perjuangan Kota Depok, Anggayuda Prabu Mesta atau yang akrab disapa Angga Prabu, mengatakan sepak bola dipilih karena menjadi olahraga yang paling dekat dengan masyarakat dan memiliki kekuatan sosial yang besar.

“Kalau melihat situasinya, kita sama-sama tahu bahwa olahraga, khususnya sepak bola, itu dari elemen paling atas sampai paling bawah mayoritas suka sepak bola,” ujar Angga, Rabu (13/5/2026).

Baca juga:  Doa Bersama dan Tabur Bunga di Bekasi, Wawali Kenang Korban Kecelakaan KA Argo Bromo dan KRL

Menurutnya, sepak bola bukan hanya soal pertandingan dan kemenangan, tetapi juga sarana pembelajaran kehidupan. Dalam sebuah tim, setiap pemain dituntut memahami pentingnya komunikasi, kepercayaan, solidaritas dan tanggung jawab bersama demi mencapai tujuan yang sama.

Nilai-nilai tersebut dinilai penting untuk ditanamkan kepada generasi muda di tengah kehidupan modern yang semakin individualistis akibat dominasi interaksi digital.

“Dengan adanya kegiatan ini kita ingin mengumpulkan semangat juang mereka. Kita tidak lagi sibuk bertarung dengan hal-hal negatif, tetapi fokus menciptakan sportivitas dan semangat kebersamaan,” katanya.

Ia menjelaskan, pembinaan dalam Soekarno Cup difokuskan kepada kelompok usia U-17. Pada fase tersebut, remaja sedang berada dalam masa pembentukan identitas diri sehingga membutuhkan lingkungan yang mampu mengarahkan energi dan potensi mereka ke aktivitas yang positif.

“Kita fokus di U-17 supaya tercipta bibit-bibit anak muda yang lebih condong ke kegiatan positif seperti olahraga dibanding hal-hal negatif,” jelasnya.

Angga menuturkan, dalam kajian pendidikan karakter, aktivitas olahraga memang kerap dijadikan metode pembelajaran sosial karena mampu melatih konsistensi, daya tahan mental, kemampuan mengambil keputusan serta sikap menghargai proses. Anak muda yang aktif dalam kegiatan olahraga juga cenderung memiliki kemampuan bersosialisasi lebih baik dan lebih siap menghadapi tekanan secara sehat.

Selain itu, olahraga juga dapat menjadi media pencegahan terhadap berbagai perilaku negatif di kalangan remaja. Ketika anak muda memiliki ruang aktivitas yang sehat, mereka akan lebih mudah membangun lingkungan pertemanan yang positif dan produktif.

Angga menilai kondisi tersebut menjadi semakin penting di tengah meningkatnya ketergantungan generasi muda terhadap media sosial dan gawai.

Baca juga:  HAB ke- 80 Kemenag Mengabdi, Kemenag Madina Dorong ASN Adaptif dan Berdampak

“Perkembangan digital sebenarnya bagus kalau digunakan dengan baik. Tapi faktanya sekarang banyak media sosial yang disalahgunakan,” ujarnya.

Ia mengatakan, sebagian anak muda saat ini mulai merasa kehidupan di luar dunia maya tidak lagi menarik karena minimnya ruang interaksi sosial dan kegiatan kreatif yang mampu mewadahi minat mereka.

Karena itu, selain sepak bola, pihaknya juga berencana menghadirkan berbagai kegiatan lain seperti futsal, voli, Banteng Run, lomba band hingga stand up comedy sebagai ruang ekspresi sekaligus pengembangan kreativitas generasi muda.

“Kita ingin anak muda paham bahwa kehidupan di luar media sosial ternyata seru juga. Ada ruang untuk bertemu, berdiskusi, berkompetisi, dan menyalurkan kreativitas,” katanya.

Di bawah kepemimpinan Hj. Yuni Indriany, S.E., M.Si., PDI Perjuangan Kota Depok ingin menghadirkan ruang yang lebih dekat dengan generasi muda melalui kegiatan yang positif, kreatif dan membangun kebersamaan. Menurutnya, partai politik juga dapat mengambil peran sosial dalam mendukung pengembangan minat, bakat dan kreativitas anak muda.

“Melalui kegiatan seperti ini, kita ingin membangun mindset melek politik di kalangan generasi muda. Bahwa politik juga bisa hadir lewat ruang pembinaan, kreativitas, olahraga, dan kegiatan positif yang memberi kesempatan anak-anak muda untuk berkembang,” ujarnya.

Sebagai informasi, saat ini tahapan seleksi tingkat Jawa Barat tengah berlangsung. Kota Depok mengirimkan 15 peserta untuk mengikuti seleksi regional Bogor Raya yang akan digelar di Stadion Patriot Bekasi. Nantinya, peserta terbaik akan kembali diseleksi bersama perwakilan dari 27 kabupaten dan kota di Jawa Barat untuk membentuk Tim Banteng Jawa Barat yang akan tampil di Surabaya.

Baca juga:  Momentum Hari Ibu, Camat Sukmajaya Tegaskan Kebijakan Pro-Perempuan dan Keluarga Rentan

Seluruh proses seleksi dilakukan secara profesional dengan melibatkan pelatih berlisensi resmi PSSI dan tenaga berpengalaman di bidang sepak bola.

“Pelatihnya sudah punya lisensi dan pengalaman. Jadi pembinaannya serius dan profesional,” tegasnya.

Lebih lanjut, Angga menegaskan Soekarno Cup juga menjadi sarana membangun pemahaman baru tentang makna perjuangan di era modern. Jika dahulu perjuangan identik dengan melawan penjajah, maka saat ini semangat perjuangan dapat diwujudkan melalui prestasi, kontribusi sosial, inovasi serta upaya membawa nama baik daerah dan bangsa.

“Nilai kepahlawanan dan semangat juang Bung Karno ingin kita bangun ke anak-anak muda. Bahwa berjuang hari ini bisa diwujudkan dengan membawa nama baik kota dan provinsinya melalui prestasi,” tuturnya.

Pemilihan Surabaya sebagai lokasi pelaksanaan Soekarno Cup 2026 juga dinilai memiliki makna simbolis. Selain memiliki infrastruktur olahraga yang memadai, Surabaya dikenal sebagai kota dengan sejarah perjuangan bangsa yang kuat dan merepresentasikan semangat keberanian, persatuan serta nasionalisme.

Menutup pernyataannya, Angga berharap Soekarno Cup tidak hanya melahirkan atlet muda berbakat, tetapi juga generasi yang memiliki mental kuat, karakter positif, semangat persatuan dan rasa cinta terhadap daerah maupun bangsanya.

“Harapannya tentu banyak peserta asal Depok yang lolos membawa nama baik Kota Depok dan pulang dengan prestasi yang membanggakan. Mari kita mulai bergandengan tangan, karena hari ini adalah momentum bagi generasi muda untuk menunjukkan kemampuan, semangat juang, dan kontribusi positifnya melalui prestasi,” tutupnya. (el’s)

Latest

11 Titik Rawan Jadi Target Karya Bakti 2027, DPUPR Depok Siaga Banjir dan Longsor

Depok | Sketsa Online - Pemerintah Kota Depok melalui...

Galih Permana: Sinergi Kantah dan IPPAT Jadi Kunci Hadapi Tantangan Era Digitalisasi Layanan Pertanahan

Depok | Sketsa Online - Transformasi pelayanan pertanahan yang...

Target 4.000 RTLH Tuntas, Kadis Rumkim Depok Paparkan Strategi Percepatan Penanganan

Depok | Sketsa Online - Pemerintah Kota Depok terus...

PN Madina Sosialisasikan Pelayanan Prima dan Permohonan Voluntair di Natal

Mandailing Natal, | Sketsa Online.com - Pengadilan Negeri (PN)...

Newsletter

Don't miss

11 Titik Rawan Jadi Target Karya Bakti 2027, DPUPR Depok Siaga Banjir dan Longsor

Depok | Sketsa Online - Pemerintah Kota Depok melalui...

Galih Permana: Sinergi Kantah dan IPPAT Jadi Kunci Hadapi Tantangan Era Digitalisasi Layanan Pertanahan

Depok | Sketsa Online - Transformasi pelayanan pertanahan yang...

Target 4.000 RTLH Tuntas, Kadis Rumkim Depok Paparkan Strategi Percepatan Penanganan

Depok | Sketsa Online - Pemerintah Kota Depok terus...

PN Madina Sosialisasikan Pelayanan Prima dan Permohonan Voluntair di Natal

Mandailing Natal, | Sketsa Online.com - Pengadilan Negeri (PN)...

Inspiratif! Hibah Mesin Blue Water Mazhab Sejak 2024 Jadi Sumber Beasiswa dan Pengembangan Masjid 

Depok | Sketsa Online - Kepedulian sosial yang dibangun...

11 Titik Rawan Jadi Target Karya Bakti 2027, DPUPR Depok Siaga Banjir dan Longsor

Depok | Sketsa Online - Pemerintah Kota Depok melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) terus memperkuat langkah antisipasi terhadap potensi genangan dan...

Galih Permana: Sinergi Kantah dan IPPAT Jadi Kunci Hadapi Tantangan Era Digitalisasi Layanan Pertanahan

Depok | Sketsa Online - Transformasi pelayanan pertanahan yang semakin berkembang di era digital menuntut adanya sinergi kuat antara seluruh pemangku kepentingan. Menjawab tantangan tersebut,...

Target 4.000 RTLH Tuntas, Kadis Rumkim Depok Paparkan Strategi Percepatan Penanganan

Depok | Sketsa Online - Pemerintah Kota Depok terus memperkuat langkah percepatan penanganan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebagai bagian dari komitmen meningkatkan kualitas...