Pemkab Bogor dan DPRD Dorong Perda Perlindungan Masyarakat Adat, Bahas LKPJ 2025 dalam Rapat Paripurna

CIBINONG, Bogor | Sketsa Online – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor bersama DPRD Kabupaten Bogor mendorong percepatan lahirnya Peraturan Daerah (Perda) tentang pengakuan dan perlindungan masyarakat hukum adat dalam rapat paripurna, Rabu (6/5). Agenda ini menjadi sorotan utama selain penetapan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Tahun Anggaran 2025 yang mencerminkan arah pembangunan daerah ke depan.

Rapat paripurna yang berlangsung di ruang sidang DPRD Kabupaten Bogor itu dipimpin langsung Ketua DPRD, Sastra Winara, serta dihadiri jajaran pimpinan dan anggota dewan. Bupati Bogor Rudy Susmanto turut hadir bersama Wakil Bupati Jaro Ade, Sekretaris Daerah, unsur Forkopimda, serta jajaran perangkat daerah.

Baca juga:  2026, Depok Diuji Tanpa UHC! Ketua DPRD Depok Pastikan Akses Kesehatan Warga Tetap Terjaga

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Bogor Rudy Susmanto menjelaskan bahwa rapat paripurna membahas tiga agenda strategis. Pertama, penyampaian Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) usulan prakarsa DPRD terkait pengakuan dan perlindungan masyarakat hukum adat. Kedua, penetapan keputusan DPRD terhadap LKPJ Tahun Anggaran 2025. Ketiga, penutupan masa persidangan kedua dan pembukaan masa persidangan ketiga tahun sidang 2025–2026.

“Rekomendasi DPRD terhadap LKPJ menjadi catatan penting bagi kami untuk segera ditindaklanjuti dalam program pembangunan ke depan,” ujar Rudy.

Ia menegaskan, rekomendasi tersebut merupakan representasi aspirasi masyarakat yang disalurkan melalui DPRD. Cakupannya meliputi berbagai sektor vital, mulai dari pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas pendidikan dan layanan kesehatan, hingga penguatan sumber daya manusia.

Baca juga:  Bogor Gaspol Program Nasional, SPPG Cijujung Jadi Motor Gizi dan Perputaran Ekonomi

Selain itu, Rudy memberikan apresiasi atas inisiatif DPRD dalam mendorong lahirnya Perda Perlindungan Masyarakat Adat. Menurutnya, Kabupaten Bogor memiliki keberagaman budaya yang menjadi kekuatan sosial sekaligus potensi besar dalam pembangunan daerah.

“Karakteristik wilayah Bogor yang beragam dengan akulturasi budaya yang kuat merupakan kekayaan yang harus dijaga dan dikembangkan,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Menurutnya, keberhasilan program daerah tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.

Baca juga:  Musrenbang RKPD 2027 Digelar, Bupati Bogor Fokus Infrastruktur hingga SDM

“Kekuatan terbesar kita adalah dukungan masyarakat. Kolaborasi menjadi kunci dalam membangun Kabupaten Bogor yang lebih maju,” tegasnya.

Rapat paripurna ini juga menandai berakhirnya masa persidangan kedua DPRD Kabupaten Bogor Tahun Sidang 2025–2026. Penutupan ini menjadi bagian dari siklus kerja legislatif dalam mengawal jalannya pemerintahan daerah sekaligus membuka fase baru pembahasan kebijakan strategis ke depan.

Dengan dorongan Perda Perlindungan Masyarakat Adat, DPRD dan Pemkab Bogor menunjukkan komitmen dalam menjaga identitas budaya sekaligus memperkuat landasan hukum bagi masyarakat adat di tengah dinamika pembangunan modern.

Latest

DPRD Depok Turun Tangan, Sengketa Lahan di Tiga Wilayah Dibahas dalam RDP

Depok | Sketsa Online - Komisi A DPRD Kota...

Berebut Restu DPP, Empat Kandidat Ketua PKB Depok Paparkan Strategi Penguatan Partai

Depok | Sketsa Online - Regenerasi kepemimpinan di tubuh...

11 Titik Rawan Jadi Target Karya Bakti 2027, DPUPR Depok Siaga Banjir dan Longsor

Depok | Sketsa Online - Pemerintah Kota Depok melalui...

Road to Soekarno Cup 2026: PDIP Depok Hidupkan Jiwa Sportivitas dan Nasionalisme Pemuda

Depok | Sketsa Online - Perkembangan teknologi digital yang...

Newsletter

Don't miss

DPRD Depok Turun Tangan, Sengketa Lahan di Tiga Wilayah Dibahas dalam RDP

Depok | Sketsa Online - Komisi A DPRD Kota...

Berebut Restu DPP, Empat Kandidat Ketua PKB Depok Paparkan Strategi Penguatan Partai

Depok | Sketsa Online - Regenerasi kepemimpinan di tubuh...

11 Titik Rawan Jadi Target Karya Bakti 2027, DPUPR Depok Siaga Banjir dan Longsor

Depok | Sketsa Online - Pemerintah Kota Depok melalui...

Road to Soekarno Cup 2026: PDIP Depok Hidupkan Jiwa Sportivitas dan Nasionalisme Pemuda

Depok | Sketsa Online - Perkembangan teknologi digital yang...

Galih Permana: Sinergi Kantah dan IPPAT Jadi Kunci Hadapi Tantangan Era Digitalisasi Layanan Pertanahan

Depok | Sketsa Online - Transformasi pelayanan pertanahan yang...

DPRD Depok Turun Tangan, Sengketa Lahan di Tiga Wilayah Dibahas dalam RDP

Depok | Sketsa Online - Komisi A DPRD Kota Depok menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Badan Pertanahan Nasional (BPN), pihak kecamatan, dan kelurahan...

Berebut Restu DPP, Empat Kandidat Ketua PKB Depok Paparkan Strategi Penguatan Partai

Depok | Sketsa Online - Regenerasi kepemimpinan di tubuh Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Depok memasuki tahapan penting. Sejumlah kader...

11 Titik Rawan Jadi Target Karya Bakti 2027, DPUPR Depok Siaga Banjir dan Longsor

Depok | Sketsa Online - Pemerintah Kota Depok melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) terus memperkuat langkah antisipasi terhadap potensi genangan dan...